Home Olahraga Bersepeda Keliling Cagar Budaya, Cikal Bakal Bentuk Quality Tourisme

Bersepeda Keliling Cagar Budaya, Cikal Bakal Bentuk Quality Tourisme

343
0
Kelompok kecil anggota BNB CC foto bersama usai giat bersepeda hritage, Minggu (7/2/2021), di tempat finish. (Foto: Kiriman Humas BNB CC)

BERNASNEWS.COM — Pemerintah DIY telah menetapkan Pemberlakuan Terbatas Kegiatan Masyarakat (PTKM). Untuk Jawa dan Bali, Pemerintah Pusat menyebut dengan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). PTKM yang berlaku sampai 8 Februari 2021, telah diperpanjang dari 9 Februari 2021 sampai 23 Februari 2021.

Terkait dengan hal tersebut Pengurus Bersepeda Normal Baru Cycling Club (BNB CC) tetap mengajak anggotanya untuk tetap bersepeda dalam kelompok kecil sesuai dengan kedekatan tempat tinggal masing-masing. Bersepeda kelompok kecil tersebut bersepeda yang terdiri dari 2 orang sampai 5 orang. Di tempat tertentu bisa bertemu dengan kelompok kecil lain namun kemudian berpisah untuk melanjutkan bersepeda sesuai dengan rute kelompok kecil masing-masing.

“Dengan bersepeda kelompok kecil tersebut maka penerapan 5 M (Memakai masker, Mencuci tangan, Menjaga jarak, Menjauhi kerumuman, dan Mengurangi mobilitas) dapat diterapkan dengan baik,” jelas Y. Sri Susilo selaku Koordinator BNB CC, Minggu (7/2/2021), di tempat finish.

Kelompok kecil yang terdiri 3 anggota BNB CC melakukan giat bersepeda keliling cagar budaya, Minggu (7/2/2021), di halaman Keben Kraton Yogyakarta. (Foto: Kiriman Humas BNB CC)

Di sisi lain, lanjut Y. Sri Susilo, berolah raga dengan bersepeda sekaligus berwisata Cagar Budaya dapat dilaksanakan. Rute yang yang dipilih oleh masing-masing kelompok kecil pada umumnya adalah tempat Cagar Budaya (Heritage) seperti Gedung Bank Indonesia (BI) Heritage, Kraton Ngayogyakarta, Pura Pakualaman.

Kawasan Cagar Budaya Njeron Beteng antara lain, Taman Sari, Pojok Beteng Wetan dan Kulon, Langenastran, dan sebagainya, Kawasan Kotagede dan sebagainya. Bersepeda dengan kelompok kecil tersebut kemudian dikenal dengan Bersepeda Cagar Budaya (BCB).

Kelompok kecil anggota BCB CC yang dikoordinasi oleh Jimmy Parjiman (Ketua OJK) bersepeda cagar budaya, Sabtu (06/02/2021), dengan rute dari Soto Koya (Langenastran, Njeron Beteng) menuju Pura Pakualaman, Kawasan Tugu, Kantor KR, Gedung BI Heritage, Kraton Ngayogjakarta, dan berakhir di Soto Koya Langenastran.

Sementara Edy Suandi Hamid (Rektor UWM) bersama anggota BNB CC juga giat bersepeda Cagar Budaya, Minggu (07/02/21). Mereka dibagi dalam 2 kelompok bersepeda dari Kantor KR kemudian menuju berbagai tempat Cagar Budaya di Kawasan Njeron Beteng dan  berakhir di Soto Koya Langenastran.

“Bersepeda Cagar Budaya merupakan salah satu cikal bakal bentuk quality tourisme dan layak dikembangkan di DIY,” jelas Jimmy Parjiman. Hal serupa juga disampaikan oleh Edy Suandi Hamid  yang menegaskan, bahwa bersepeda Cagar Budaya juga baik ditujukan bagi kaum muda untuk belajar sejarah sekaligus bersepeda wisata.

“Adapun Soto Koya dipilih sebagai tempat finish, dengan pertimbangan rasanya enak, tempat luas dan bersih. Pengunjung tidak terlalu ramai sehingga penerapan prokes 3M dapat diterapkan dengan baik,” tutup Y. Sri Susilo. (ted)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here