Home Olahraga Bersepeda Cagar Budaya #02, Menelusuri Kawasan Heritage

Bersepeda Cagar Budaya #02, Menelusuri Kawasan Heritage

283
0
Peserta BCB #02 mengambil Start dan Ginish dari Kampus Universitas Widya Mataram (UWM) Yogyakarta, Sabtu (26/12/2020). Foto: Kiriman Y. Sri Susilo

BERNASNEWS.COM — Dikarenakan kondisi Pandemi Covid-19 yang belum membaik maka kegiatan Bersepeda Normal Baru (BNB) #16 ditunda sambil menunggu kondisi membaik. Untuk mengisi aktivitas bersepeda maka penasehat dan pengurus BNB Cycling Club menggiatkan kembali Bersepeda Cagar Budaya (BCB) #02.

“Semula nama event adalah Bersepeda Heritage (BH) #01, yang diselenggarakan  pada bulan Juli 2020 yang lalu. Khusus kegiatan BCB ini pesertanya dibatasi maksimal 10 penggowes,” terang Koordinator BCB Cycling Club Y. Sri Susilo melalui rilis yang dikirim, Sabtu (26/12/2020).

Peserta BCB #02 beristirahat sejenak di bagian dalam Pojok Beteng Kulon sisi selatan. (Foto: Kiriman Y. Sri Susilo)

Kegiatan BCB, lanjut Y. Sri Susilo, ditujukan untuk menelusuri Kawasan Heritage (Cagar Budaya) di Kota Yogyakarta. Pada event BCB #02 ini menelusuri Kawasan BCB yang diselenggarakan, Sabtu (26/12/2020) di seputar Njeron Beteng Kraton dan Kotagede, Yogyakarta.

Start diawali dari Kampus Universitas Widya Mataram (UWM), Ndalem Mangkubumen, Yogyakarta. Menurut Y. Sri Susilo selaku Koordinator BCB Cycling Club, event BCB akan diselenggarakan setiap dua minggu sekali dengan rute Kawasan Heritage/ Cagar Budaya yang berbeda.

Ndalem Mangkubumen dibangun pada tahun 1865 oleh Sri Sultan Hamengku Buwono VI dan sebagai tempat tinggal putra mahkota atau Pangeran Adipati Anom. “Ndalem tersebut juga pernah dijadikan tempat tinggal sementara oleh Jenderal Sudirman pada Agresi Militer II Belanda. Mulai tahun 1983 sampai sekarang digunakan sebagai kampus UWM,” ungkap Y. Sri Susilo.

Dari Ndalem Mangkubumen Kampus UWM, dilanjutkan menuju Masjid Sela melewati Magangan, Kraton Ngayogjakarta Hadiningrat. Masjid unik berusia sekitar 233 tahun masih berdiri kokoh di tengah padatnya perkampungan Panembahan, Kraton,Yogyakarta. Masjid tersebut bernama masjid Sela yang dibangun pada masa Sri Sultan Hamengku Buwono I, pada tahun 1787 M.

Peserta BCB #02 foto bersama di depan Masjid Mataram, Kotagede, Yogyakarta. (Foto: Kiriman Y. Sri Susilo)

Perjalanan dilanjutkan menuju Kawasan Cagar Budaya Kotagede, khususnya Komplek Makam dan Masjid Kotagede. Letak Makam Kotagede berada di samping Masjid Gedhe Mataram yang dulunya merupakan kompleks dari keraton atau Istana Mataram Islam di Kotagede. Masjid Kotagede ini dibangun di zaman Kerajaan Mataram pada tahun 1640 M. Kemudian bersepeda kembali menuju tempat finish di Kampus UWM, Ndalem Mangkubumen dan menempuh jarak total sekitar 15 km.

“Bersepeda menelusuri Kawasan Heritage wajib didukung dan dikembangkan sebagai bagian untuk mempelajari sejarah peninggalan cagar budaya,” jelas Edy Suandi Hamid selaku Rektor UWM yang merupakan salah satu inisiator BCB. Sementara  Kepala Bank Indonesia (BI) DIY Hilman Tisnawan menegaskan, bahwa Bersepeda Cagar Budaya (BCB) merupakan bentuk nyata untuk mengembangkan quality tourism dalam wisata bersepeda di Kota Yogyakarta. (ted)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here