Home News Berkebaya Encim Putih, PBIY Meriahkan Tahun Baru Imlek 2572

Berkebaya Encim Putih, PBIY Meriahkan Tahun Baru Imlek 2572

736
0
7 Anggota Komunitas Perempuan Berkebaya Indonesia Yogyakarta (PBIY) dalam rangka memeriahkan Tahun Baru Imlek 2572, melakukan giat foto bersama dengan Busana Kebaya Encim Putih, Jumat (12/2/2021). Foto: Tedy Kartyadi/ Bernasnews.com.

BERNASNEWS.COM — Sungguh indah keragaman dan kecintaan terhadap budaya dalam kemasan kebhinekaan dapat dihayati oleh seluruh anak bangsa Indonesia. Seperti halnya yang dilakukan oleh 7 ibu-ibu dari komunitas Perempuan Berkebaya Indonesia Yogyakarta (PBIY) ini, dalam rangka ikut memeriahkan Tahun Baru Imlek 2572, melakukan giat foto bersama dengan Busana Kebaya Encim Putih.

Suasana sesi pemotretan 7 anggota komunitas Perempuan Berkebaya Indonesia Yogyakarta oleh fotografer Endang Widuri putri Alm Moelyono wartawan legendaris tiga jaman SKH Kedaulatan Rakyat, Jumat (12/2/2021), di Ndalem Cokronegaran, Yogyakarta. (Tedy Kartyadi/ Bernasnews.com)

“Kegiatan sesi foto bersama memakai kebaya Encim Putih ini dalam ranga ikut memeriahkan Tahun Baru Imlek di suasana pandemi. Juga bentuk promosi atau memasyarakatkan kembali busana kebaya sebagai bagian dari budaya yang perlu dilestarikan oleh siapa pun,” terang Ketua PBIY Margaretha Tinuk Suhartini, di tengah-tengah kegiatan pemotretan, Jumat (12/2/2021), di Ndalem Cokronegaran, Yogyakarta.

Busana Kebaya Brocade Panjang. (Tedy Kartyadi/ Bernasnews.com)

Menurut Tinuk, busana Kebaya Encim Putih ini sangat sesuai dengan nuansa Imlek atau tahun baru China sebab kebaya ini merupakan hasil akulturasi budaya Indonesia (Nusantara) dengan budaya Tiongkok. “Ada tiga kali sesi pemotretan yaitu, berbusana Kebaya Brocade Panjang, Kebaya dan Paduan Angkin, serta Kebaya Encim Putih yang sekaligus untuk membuat ucapan selamat Imlek,”ucap Tinuk.

Suasana depan Ndalem Cokronegaran (Dahulu Ndalem Joyokusuman), foto diambil Jumat (12/2/2021). Foto: Tedy Kartyadi/ Bernasnews.com.

Dalam sesi pemotretan maupun menggelar kegiatan lainnya, PBIY selalu mencari tempat-tempat heritage maupun tempat wisata yang artistik, disesuaikan dengan corak kebaya dan tema yang diangkat. Seperti yang dilakukan di Ndalem Cokronegaran (Dahulu Ndalem Joyokusuman), yang berlokasi tepatnya di Jalan Magangan Wetan, Kelurahan Panembahan, Kemantren Kraton, Yogyakarta.

Kebaya dan Paduan Angkin. (Tedy Kartyadi/ Bernasnews.com)

Bangunan heritage yang dahulunya adalah rumah kediaman seorang pangeran putera Sultan ini juga merupakan tempat bersejarah. Di tempat inilah Sultan HB IX dan Sultan HB X beserta keluarga Kraton  menyampaikan aspirasi politik atau pilihannya dalam setiap hajatan lima tahunan Pemilu dari pertama digelar dan Pilkada Kota Yogyakarta.

Sesi pemotretan kebaya dengan corak atau tema yang pernah dilakukan sebelumnya antara lain, kebaya kembang berlokasi di sepanjang Malioboro, kebaya putih dan jarik sogan di Villa Kayu, kebaya brocade hitam di D’Omah, kebaya lurik dan jarik gendong lokasi di Obwis Ledok Tinjon, kebaya brocade bronze di Joglo Mandapa dan kemben di Hotel Sheraton.

Busana Kebaya Encim Putih dengan asesoris kipas dan payung sebagai bentuk kemeriahan Imlek 2572. (Tedy Kartyadi/ Bernasnews.com)

Seperti telah diketahui, bahwa komunitas Perempuan Berkebaya Indonesia Yogyakarta (PBIY) dibentuk pada tanggal 10 Oktober 2015, dengan jumlah anggota berkisar 70 wanita. Bervisikan melestarikan budaya Indonesia dan mempunyai misi memasyarakatkan busana nasional (kebaya) sebagai identitas bangsa.

Semoderen apapun jaman, harapan Tinuk, semoga budaya peninggalan leluhur tetap berakar kuat di hati setiap insan Indonesia. “Dan Perempuan Indonesia dapat menjadi penjaga budaya. Karena perempuan bertanggung jawab terhadap pembentukan generasi bangsa,” pungkasnya. (ted)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here