Home News Berkat Advokasi Anggota Dewan,Warga Ratmakan Sayidan Akhirnya Bisa Dapat BST

Berkat Advokasi Anggota Dewan,Warga Ratmakan Sayidan Akhirnya Bisa Dapat BST

167
0
Antonius Fokki Ardiyanto S.IP. Foto : Dok Pribadi

BERNASNEWS.COM – Seorang warga Ratmakan, Sayidan, Kecamatan Gondomanan, Kota Yogyakarta Prameswari Lintang, nyaris kehilangan hak untuk mendapatkan Bantuan Sosil Tunai (BST) sebesar Rp 600 ribu dari Kementerian Sosial (Kemensos).

Sebab, Prameswari Lintang yang masih berstatus pelajar, belum memiliki KTP tapi hanya memilki KIA (Kartu Identitas Anak). Namun, berkat advokasi dari Anggota DPRD Kota Yogyakarta Antonius Fokki Ardiyanto S.IP dari Fraksi PDI Perjuangan, Prameswari Lintang akhirnya bisa mendapatkan haknya.

Anggota DPRD Kota Yogyakarta Antonius Fokki Ardiyanto S.IP dalam rilis yang dikirim kepada Bernasnews.com, Sabtu (31/7/2021) secara kronologis menjelaskan bahwa pada hari Jumat, 30 Juli 2021, ia mendapat aduan dari warga Ratmakan Ngupasan, Gondomanan, Kota Yogyakarta tentang adanya masalah penyaluran BST yang ada di wilayahnya.

Seorang anak bernama Prameswari Lintang, yang masih berstatus pelajar yang mendapatkan BST dari Kemensos yang disalurkan melalui Kantor Pos dan berlokasi di kantor kalurahan setempat. Namun, yang bersangkutan tidak bisa menerima haknya dengan alasan tidak punya KTP dan hanya punya KIA. Padahal, menurut Antonius Fokki Ardiyanto, sesuai UU, KIA adalah identitas kependudukan yang sah bagi anak anak di bawah usia 17 thun.

Dari aduan tersebut maka selaku wakil rakyat Fokki segera meluncur ke Kalurahan Ngupasan bertemu dengan pengadu dan langsung melakukan klarifikasi kepada Lurah Ngupasan. Di tengah proses klarifikasi ada satu staf kelurahan mengabarkan bahwa merek sudah ditunggu di Dinas Sosial Kota Yogyakarta.

Bersama pengadu, Fokki segera meluncur ke Dinas Sosial. Setelah melalui proses dialog diketahui bahwa undangan Prameswari Lintang untuk mendapatkan BST ada di Dinas Sosial dan tidak dikirimkan kepada yang bersngkutn dengan alasan: alamat tidak ditemukan dan ada laporan yang bersangkutan tergolong mampu.

“Alasan ini tidak dapat diterima karena alamat jelas dan si anak ada di tempat. Kalau persoalan mampu, ini subyektif karena faktanya anak ini diasuh pamannya karena ibunya menikah lagi dan tinggal bersama suaminya di luar kota,” kata Fokki.

Setelah ada proses dialog, menurut Fokki, akhirnya undangan pengambilan BST diberikan kepada pamannya dan segera diproses sesuai ketentuan yang ada. “Akhirnya hari Sabtu tanggal 31 Juli 2021, si anak yang bernama Prameswari Lintang telah menerima haknya yaitu menerima BST berupa uang tunai Rp 600 ribu dan beras 10 kg di kantor pos,” kt Fokki.

Dari peristiwa ini, menurut Fokki, menjadi pembelajaran bagi Dinas Sosial Kota Yogyakarta dalam penyaluran BST bahwa berikanlah apa yang menjdi rakyat, jangan berkreasi. Sebab, rakyat sudah susah, jangan dipontangpantingkan lagi. Kalau pun ada revisi data seperti rekomendasi BPK dan KPK ya lakukan setelah itu, bukan ketika dapat undangan lalu undangan ditahan dengan berbagai alasan.(lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here