Home News Berikut Catatan Penting Rektor UWM pada Buku yang Dibedah di Program LPA

Berikut Catatan Penting Rektor UWM pada Buku yang Dibedah di Program LPA

96
0
Drs. Alex Luthfi R. M.A, Dekan Fakultas Seni Media Rekam ISI Yogyakarta periode 2008-2012 dan 2012-2016, penulis buku ‘Laku dan Lelaku’ (kiri) menyerahkan cindera mata kepada Rektor UWM Prof Dr. Edy Suandi Hamid, MEc dalam acara meluncurkan ‘Lingkar Pendopo Agung’, Selasa (28/12/2021). Foto: Istimewa.

BERNASNEWS.COM — Rektor Universitas Widya Mataram (UWM) Yogyakarta, Prof Dr. Edy Suandi Hamid, MEc meluncurkan ‘Lingkar Pendopo Agung’, Selasa (28/12/2021), Pendopo Agung nDalem Mangkubumen, Yogyakarta.

Kegiatan yang diselenggarakan secara luring dan daring ini juga dihadiri oleh Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Prof Dr Phil. Al Makin, Sag, MA, Dekan Fakultas Seni Media Rekam ISI Yogyakarta Dr. Irwandi, SSn, MSn, beberapa awak media, serta tamu undangan lainnya.

Prof Edy mengatakan, bahwa Lingkar Pendopo Agung (LPA) bagian dari strategi menghidupkan suasana akademik di lingkungan sivitas akademika UWM. Sebagaimana yang telah ada pada Program ‘Kutunggu di Pojok Ngasem’ yang diluncurkan pada Jumat, 11 September 2020.

“Caranya, kita mengoptimalkan seluruh ruang yang ada di dalamnya. Ini kesempatan sekaligus tantangan bagi seluruh sivitas akademika UWM untuk memanfaatkan arena tersebut,” ungkapnya.

Kegiatan perdana dalam Lingkar Pendopo Agung berupa bedah buku berjudul ‘Penguatan Fungsi Legislasi Dewan Perwakilan Daerah’ karya Dr. Kelik Endro Suryono. SH, MHum Dekan Fakultas Hukum UWM, dan buku ‘Laku dan Lelaku’ karya Drs. Alex Luthfi R. M.A, Dekan Fakultas Seni Media Rekam ISI Yogyakarta periode 2008-2012 dan 2012-2016.

Berikut catatan penting dari Prof. Edy berkenaan buku ‘Penguatan Fungsi Legislasi Dewan Perwakilan Daerah’ yang ditulis oeh Dr. Kelik Endro Suryono, SH, MHum. Pertama, DPD dalam kedudukan dan fungsinya sebagai lembaga negara yang merupakan lembaga perwakilan daerah, secara kelembagaan memiliki kedudukan yang sama dengan lembaga negara lainnya, seperti MPR dan DPR.

Namun, hingga saat ini kewenangan DPD sangat terbatas dibandingkan dengan kewenangan DPR yang sangat kuat. Fungsi DPD diatur dalam pasal 22D – UUD 1945 yang menyebutkan bahwa DPD mempunyai tiga fungsi, yakni fungsi legislasi, fungsi pertimbangan, dan fungsi pengawasan belum efektif seperti lazimnya sistem ketatanegaraan yang menganut sistem bikameral. Buku ini memberikan kajian secara akademis.

Kedua, penguatan peran dan fungsi DPD perlu untuk dilakukan agar lebih maksimal dalam membawa aspirasi daerah ke tingkat nasional. Untuk memperkuat hal tersebut dalam kajian akademiknya Dr. Kelik menawarkan tiga hal yaitu; 1). jalur politik, melalui amandemen UUD’45 yang lebih memberikan ruang legislasi yang tegas kepada DPD; 2). jalur konsolidasi, yaitu dengan memberikan kesempatan kepada DPD untuk memaksimalkan hasil penelitian dan pengawasannya sebagai bahan dan rujukan penting kepada DPR untuk menerbitkan kebijakan yang berkaitan dengan kepentingan daerah.

3). melalui jalur partisipasi, yaitu melibatkan partisipasi masyarakat agar lebih aktif mengusung kepentingan daerah melalui berbagai instrumen atau saluran yang bisa dikreasikan oleh DPD, sehingga dapat membangun hubungan yang semakin erat antara DPD dengan konstituennya.

Sementara catatan penting untuk buku ‘Laku dan Lelaku’ yang ditulis oleh Drs. Alex Luthfi R. MA, yang disampaikan oleh Prof. Edy sebagai berikut, Pertama, adanya ulang-alik dalam penyajian yang dilakukan penulis dalam posisi sebagai seniman sekaligus sebagai akademisi menjadi sumbangan yang penting bagi praktik-praktik berkesenian dengan based on research yang bisa melahirkan banyak luaran dalam konteks kekaryaan maupun pemikiran.

Relevansi buku ini bagi sumbangan ilmu pengetahuan di tengah minimnya sumber literasi seni rupa yang bersumber dari senimannya sendiri bisa membuka ruang pertemuan antara praktik dan wacana seni rupa dalam ranah-wilayah yang lebih luas, terlebih ybs berlatar belakang akademisi yang seniman.

Kedua,dengan pendekatan penulisan otobiografi yang menyertakan dokumen-arsip foto peristiwa, berita, foto karya, beserta kejadian-kejadian lainnya “Laku dan Lelaku” tidak berhenti hanya sebatas otobiografi semata. Ini bisa menjadi buku yang terbuka untuk pembacaan lebih lanjut bagi publik di masa datang dalam berbagai perspektif. (ted)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here