Tuesday, May 24, 2022
spot_imgspot_img
spot_img
HomeNewsBerikut Acara dan Tempat, Peringatan Hari Jadi Ke-106 Kabupaten Sleman

Berikut Acara dan Tempat, Peringatan Hari Jadi Ke-106 Kabupaten Sleman

bernasnews.com — Dalam rangka evaluasi Libur Lebaran dan perencanaan peringatan Hari Jadi Ke-106 Kabupaten Sleman, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo didampingi Wakil Bupati Danang Maharsa menyelenggarakan Jumpa Pers, Kamis (12/5/2022), di Lobi Kantor Sekda Kabupaten Sleman.

Kegiatan tersebut dihadiri puluhan awak media, juga tampak hadir Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Pendamping Rakyat sebagai nara sumber, serta Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Dukcapil dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup.

“Rangkaian kegiatan Hari Jadi Ke-106 Kabupaten Sleman telah diselenggarakan berupa bhakti sosial guna pemulihan kondisi masyarakat paska pandemi,” terang Kustini.

Dikatakan, bulan Ramadhan lalu Pemkab Sleman bekerjasama dengan BAZNAS menyalurkan sebanyak 2.759 paket sembako bagi warga kurang mampu dan 10 pantiasuhan di 17 Kapanewon. Juga menyalurkan santunan 340 anak yatim dan tali asih untuk 2.915 Rois.

“Sementara pada bulan Mei 2022 telah tersusun beberapa kegiatan dan event terkait peringatan Hari Jadi Ke-106 Kabupaten Sleman, diawali besok Sabtu (14/5/2022) antara lain, Angayubagya Doa Syukur oleh Umat Hindu, di Pura Sri Gading, Seyegan. Kemudian Malam Tirakatan, di Pendopo Parasyamya, Kantor Bupati Sleman,” kata dia.

Sedangkan hari Minggunya, lanjut Kustini, ada giat Sidang Paripurna Istimewa di Gedung DPRD Kabupaten Sleman, dilanjutkan Kirab Bedhol Projo bertempat di Pendopo Ambarrukmo, serta Upacara Peringatan Hari Jadi Ke-106 Kabupaten Sleman, di Lapangan Pemda Kabupaten Sleman.

Masih dalan rangka kegiatan Hari Jadi, Bupati wanita pertama di Sleman ini juga memaparkan beberapa kegiatan setelah upacara peringatan diantaranya, Dialog Sembada Edisi Peringatan siaran langsung TVRI Stasiun Yogyakarta, Hari Bhakti Ikatan Dokter Indonesia, Lomba Olahraga Tradisional, dan Sunatan Masal Gratis, di RSUD Sleman.

“Selama libur lebaran Pemkab Sleman melalui Dinas Dukcapil tetap membuka layanan, sejumlah 369 dokumen dapat terlayani, baik secara tatap muka maupun online. Sedangkan yang melalui Kapanewon sebanyak 326 dokumen,” beber Kustini.

Bupati Kustini berharap, paska pandemi Sleman segera pulih baik dari sisi kesehatan, ekonomi, pariwisata dan seluruh aspek kehidupan bermasyarakat. “Melalui peringatan hari jadi ini saya mengajak seluruh komponen masyarakat untuk bersama bergotong-royong menjaga stabilitas guna mewujudkan cita-cita Sleman Sebagai Rumah Bersama,” pungkasnya.

Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa saat menyampaikan perkembangan update kasus Covid-19 dan persoalan sampah selama libur Lebaran 2022. (Nuning Harginingsih/ bernasnews.com)

Sementara itu, Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa dalam acara jumpa pers itu, menambahkan, update kasus Covid-19 selama libur lebaran. Status PPKM Sleman Level 2, serta berharap agar masyarakat terus disiplin menerapkan prokes hingga pandemi menjadi endemi.

“Timbulan sampah saat libur lebaran terjadi peningkatan yang sangat signifikan berkisar 32,47 persen. Kenaikan bersumber dari sektor pariwisata dan pemudik yang datang ke Sleman,” terang Danang.

Dikatakan, penutupan Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan mengakibatkan Kabupaten Sleman tidak dapat membuang residu sampah ke TPST tersebut sehingga menimbulkan penumpukan sampah di warga. Pemkab Sleman akan membuat TPST di Sleman Barat, Sleman Tengah dan Sleman Timur.

“Hal ini dimaksudkan untuk membagi konsentrasi timbulan sampah. Untuk lokasinya sedang dalam proses perizinan, dengan target waktu tahu 2023 TPST sudah terbangun dan beroperasi,” tegas Danang.

Sementara untuk jangka pendek, Pemkab Sleman melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) akan mengoptimalkan pengelohan sampah di 13 transfer depo dan 23 TPS 3R, dengan memilah sampah organik dan anorganik. Sampah organic akan dibuat kompos dan sampah anorganik dijual ke pengepul.

“Kami mengimbau kepada masyarakat untuk mendukung upaya pemerintah dengan turut serta memilah sampah yang dihasilkan. Jangka panjang kami akan menerapkan sanksi bagi masyarakat yang tidak melakukan pemilihan sampah berdasar Perda No 5 tahun 2014,” tandas orang nomor dua di Pemkab Sleman. (nun/ ted)

spot_img
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments