Belajar Hal Baru dari Perjalanan Magangku di Kantor DBL Academy Jogja

    314
    0
    Oktaviani Tri Jumiartini, Universitas Amikom Yogyakarta. (Foto: Dok. Pribadi)

    BERNASNEWS.COM — Menjalani kegiatan magang dalam situasi pandemi Covid-19 bukan hal yang mudah. Saya berkesempatan magang di kantor DBL Academy Jogja, yaitu sekolah basket bertaraf internasional untuk anak usia 5 hingga 19 tahun yang berada di Jalan Magelang Yogyakarta. Selama melaksanakan aktivitas magang di kantor, tentu banyak hal yang harus dipertimbangkan. Antara lain, pentingnya menjalankan protokol kesehatan guna meminimalisir penyebaran Covid-19.

    Pengalaman saya magang di kantor DBL Academy Jogja, pada hari pertama harus mempelajari banyak hal baru. Selain itu, suasana kantor dan rekan kerja di tempat itu cukup menyenangkan, sehingga suasana magang menjadi hangat. Saya magang dengan tugas memperkuat divisi sosial media. Divisi ini tentu bukan hal tabu bagi saya, karena ilmu dan materi selama kuliah bisa saya implementasikan di kantor ini. 

    Kegiatan mengelola sosial media saya jalankan secara team work, yaitu creative labs DBL Academy Jogja. Kami membagi beban dan tanggung jawab sesuai kapasitas masing masing. Saya bertanggung jawab sebagai content writer. Tentu bukan hal mudah, ada beberapa evaluasi karena harus disesuaikan konsep serta misi DBL Academy sebagai lembaga pendidikan bidang olahraga.

    Saya harus mempersiapkan isi konten yang akan di-posting di media sosial instagram lalu menyodorkan ke tim untuk dibahas dan mendapat masukan sebelum diunggah. Dari sini saya belajar merasakan pentingnya kerjasama tim, karena kematangan kerja tim berperan penting dalam melancarkan laju perusahaan sesuai perencanaan. 

    Mencermati pergerakan insight instagram merupakan hal utama dalam divisi media sosial. Menganalisa perkembangan, serta mengetahui seberapa banyak yang tertarik dengan posting-an. Untuk mencapai hasil yang maksimal, tentu dibutuhkan ide dan kreativitas agar para pengguna sosial media, khususnya anak-anak dan orang tua tertarik dengan konten yang diunggah di akun instagram @dblacademyjogja yang kami kelola setiap hari.

    Mengatur strategi dan menyusun jadwal postingan di instagram merupakan aktivitas dari divisi kami. Bergabung, dan dipercaya terlibat dalam kerja tim serta mengelola perusahaan ini merupakan sebuah kebanggaan bagi saya, karena kesempatan itu tidak datang sendiri tanpa kita mencarinya.

    Budaya kerja yang terbilang santai tapi serius inilah yang membuat suasana kerja terasa nyaman. Hubungan atasan dan karyawan terjalin secara komunikasi horizontal yang cair. Komunikasi ini bisa berupa saling bertukar pendapat, antara karyawan dengan atasannya, tanpa ada rasa tegang. 

    Suasana nyaman selalu disuguhkan oleh DBL Academy Jogja, sebagai sekolah basket dengan siswa-siswi dominan anak-anak, mereka diupayakan dapat menjalani kelas dengan rasa nyaman dan menyenangkan. Mengajarkan kedisiplinan serta membangun karakter pada anak sangat diutamakan oleh pelatih, namun semua itu diaplikasikan dengan cara yang santai, tapi efektif, dan bisa dijalankan para siswa tanpa ada rasa terpaksa. Mereka tampak nyaman dalam menjalankan serta menikmatinya. 

    Banyak orangtua yang mempercayakan putra-putrinya berlatih basket di DBL Academy Jogja. Selain itu, sekolah basket ini menerapkan program kurikulum dari World Basketball Australia (WBA) dan support nutrition class dari Unicef, DBL Academy Jogja juga dilengkapi fasilitas dua lapangan kayu berstandar internasional, ruang tunggu bagi orangtua, serta dilatih langsung oleh coach muda profesional.

    Di awal pandemi Covid-19 sekitar bulan Maret tahun 2020, DBL Academy menutup kegiatan operasional dan mengalihkan ke bentuk kelas daring melalui aplikasi Dojo Class. Banyak persoalan yang muncul ketika program kelas dilakukan secara online, di antaranya yang banyak dikeluhkan, siswa tidak bisa berlatih secara maksimal dan juga terdapat kendala soal keterbatasan tempat berlatih.

    Setelah situasi beranjak membaik, bersama momentum HUT Kemerdekaan, 17 Agustus 2020, DBL Academy Jogja pun beraktivitas kembali dengan kelas terbatas dan memperketat protokol kesehatan. Di antaranya membatasi jumlah siswa yaitu satu kelas hanya berisi 6 siswa. Para coach mengenakan masker dan face shield, satu anak menggunakan satu bola, menjaga jarak saat berada di drink station serta secara rutin, dua bulan sekali, para coach melakukan swab.

    Diketahui, dalam keseharian, pola kerja yang diterapkan DBL Academy Jogja menggunakan sistem kerja delapan jam sehari. Jam operasionalnya dimulai pukul 12:00 WIB hingga pukul 21:00 WIB, dari hari Senin sampai Sabtu. Dalam satu minggu, karyawan diberikan hak libur satu hari. Namun, jika sedang ada kegiatan khusus atau event yang menyita hak waktu libur, karyawan tetap berhak mengambil libur di lain hari. Evaluasi kinerja dan proyeksi secara rutin dibahas dalam weekly meeting setiap hari Senin.

    DBL Academy Jogja merupakan bagian dari DBL Indonesia yang dikenal sebagai penyelenggara liga pelajar terbesar di Indonesia, Developmental Basketball League. Yaitu liga pelajar SMA yang telah digelar di 30 kota di 25 provinsi di Indonesia. Liga pelajar ini mulai digelar di Yogyakarta sejak tahun 2008. Dan dalam perjalanannya, sejak tahun 2009 Yogyakarta mencatat prestasi sebagai penyelenggara liga terbaik. 

    Melalui liga ini para pelajar di Indonesia bisa merasakan latih tanding dengan para pelajar di Amerika, Australia dan Malaysia. Namun sebelumnya, mereka harus melalui proses seleksi yang panjang agar bisa bergabung dalam DBL Indonesia All Star. Seleksi panjang dan ketat itu dimulai dari dipilihnya para first team untuk dikirim dalam DBL Camp di Surabaya. Setelah menjalani penggemblengan dari para pelatih dan pemain luar negeri, Australia (WBA) dan Amerika (NBA) serta bersaing dengan tiga ratus pelajar dari berbagai daerah, akhirnya muncul para pemain terbaik dan terbentuklah DBL Indonesia All Star.

    DBL Academy Jogja sering menjadi tempat pemagangan para mahasiswa yang masih aktif kuliah. Kebanyakan mereka para mahasiswa tingkat akhir. (Oktaviani Tri Jumiartini, Universitas Amikom Yogyakarta)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here