Home Ekonomi Belajar Bisnis di Asia Tenggara Lewat ASEAN Entrepreneurship Hackathon

Belajar Bisnis di Asia Tenggara Lewat ASEAN Entrepreneurship Hackathon

267
0
Para peserta ASEAN Entrepreneurship Hackathon 2020 secara virtual, Kamis (8/10/2020). Foto : Humas UII

BERNASNEWS.COM – Universitas Islam Indonesia (UII), Duy Tan University Vietnam dan Temasek Polytechnic Singapore mengadakan kegiatan ASEAN Entrepreneurship Hackathon 2020 secara virtual, Kamis (8/10/2020). Ada tiga kegiatan inti di dalamnya yakni training (workshop), brainstorming dan fasilitasi. Dan pada akhir kegiatan, masing-masing tim mempresentasi hasil karya atau produk mereka.   

Kegiatan ini merupakan bentuk mobilitas internasional virtual sekaligus implementasi kerjasama Passage to ASEAN (P2A). Kegiatan yang dikoordinir oleh Direktorat Pembinaan dan Pengembangan Kewirausahaan/Simpul Tumbuh (Growth Hub) UII iini juga menjadi bagian dari keberlanjutan program Erasmus+ GITA yang telah berjalan 3 tahun. 

Wiryono Raharjo PhD, Wakil Rektor Bidang Kemitraan dan Kewirausahaan UII, mengungkapkan, pengembangan pola pikir kewirausahaan merupakan kunci dari kelangsungan hidup, sehingga diharapkan kegiatan ini mampu mengembangkan dan memperkuat pola pikir kewirausahaan bagi mahasiswa. 

Wiryono Raharjo PhD, Wakil Rektor Bidang Kemitraan dan Kewirausahaan UII (kiri) atas saat mengikuti ASEAN Entrepreneurship Hackathon 2020 secara virtual, Kamis (8/10/2020). Foto : Humas UII

Ia menyebutkan beberapa komponen hasil belajar wirausaha yaitu mahasiswa mampu bekerja sama dan mencari solusi dalam memecahkan suatu permasalahan. “Kegiatan ini memberikan komponen hasil belajar dalam mengembangkan entrepreneurial mindset, bisa saling bekerjasama dan melakukan problem solving,” kata Wiryono Raharjo seperti dikutip Rifqi Sasmita Hadi SE dari Humas Rektorat UII dalam rilis yang dikirim kepada Bernasnews.com, Kamis (8/10/2020). 

Dikatakan, kegiatan yang diikuti 52 peserta ini akan terus berjalan dan dikembangkan hingga tahun mendatang. Kegiatan yang diselenggarakan sangat beragam dan utamanya adalah mobilitas internasional, pertukaran pelajar dan dosen juga peneliti. Program ini akan terus berjalan sampai awal tahun depan dan mengembangkan proposal inkubasi bisnis,” kata Wiryono.

Para peserta terdiri dari 21 orang idari 5 tim inovator berasal dari UII, 8 orang dari 2 tim inovator berasa dari TP dan 23 orang dalam 5 tim inovator dari DTU.

Para peserta ASEAN Entrepreneurship Hackathon 2020 secara virtual, Kamis (8/10/2020). Foto : Humas UII

Sementara Wakil Rektor Duy Tan University Dr Hang Le mengatakan bahwa Passage to ASEAN (P2A) saat ini beranggotakan lebih dari 80 universitas yang tersebar di Asia Tenggara. Kegiatan P2A secara menyeluruh bertujuan meningkatkan pemahaman mendalam kebudayaan negara-negara di Asia Tenggara dan diharapkan dapat saling terhubung dan mampu meningkatkan keterampilan kerja, khususnya penelitian dan kewirausahan.   

“Saat ini kita mempunyai program kewirausahaan P2A untuk para mahasiswa di Asia Tenggara. Kegiatan ini mengenalkan pentingnya meningkatkan keterampilan kewirausahaan. Karena keterampilan kewirausahaan tidak hanya tentang belajar bisnis, namun juga menjadi soft skill dan sangat membantu mahasiswa untuk meningkatkan kemampuannya,” tuturnya. 

Di sisi lain, Mr Wallace Lim selaku Direktur Kewirausahaan Temasek Polytechnic Singapore menggarisbawahi bahwa Hackathon menjadi platform bagi mahasiswa untuk mengasah keterampilan serta memecahkan permasalahan dengan sebuah solusi. Ia menekankan agar mahasiswa dapat merealisasikan ide sehingga menjadi suatu produk. Hal terpenting dari kegiatan ini adalah memberikan peluang kepada kita untuk saling berbagi dan belajar satu sama lain. 

Wallace menyebut suatu permasalahan terdapat hal lain yang turut mengikuti seperti permasalahan sosial, sejarah yang unik dan budaya. Mahasiswa hendaknya jeli mempelajari segmentasi pasar seluas mungkin.

“Berbicara tentang kewirausahaan, penting untuk mengerti mindset dari setiap orang dan ini merupakan salah satu platform terbaik untuk saling berbagi tentang fintech, teknologi dan berbagi tentang pengalaman, permasalahan dan cara kita untuk mencari penyelesaian,” katanya. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here