Home Opini Belajar, Belajar dan Terus Belajar

Belajar, Belajar dan Terus Belajar

1356
0
Muhammad Syah Tegar Alreswara, Mahasiswa Universitas AMIKOM, Yogyakarta. (Foto: Dok. Pribadi)

BERNASNEWS.COM — Belajar adalah suatu aktifitas di mana seseorang untuk terus berubah dan menyempurnakan identitas diri sebagai manusia seutuhnya. Tentu belajar yang saya maksudkan di sini bukan hanya sekedar kita hanya membaca buku sebanyak-banyaknya atau sekedar membaca buku atau ketika hanya ada tugas sekolah/ kuliah saja.

Belajar yang saya maksudkan di sini merupakan perubahan yang relatif permanen dalam perilaku atau potensi perilaku sebagai hasil dari pengalaman atau latihan yang diperkuat. Belajar merupakan akibat adanya interaksi antara stimulus dan respon. Seseorang dianggap telah belajar sesuatu jika dia dapat menunjukkan perubahan perilakunya. Menurut teori ini, dalam belajar yang penting adalah input yang berupa stimulus dan output yang berupa respons.

Stimulus, Output dan Respon inilah yang dapat membentuk karakter seseorang dari yang sebelumnya belum memahami menjadi memahami. Yang sebelumnya tidak mengerti menjadi mengerti. Segala usaha dalam memperbaiki segala elemen karakter individu sudah digolongkan sebagai belajar. Pendidikan formal seharusnya mengajari siswa untuk mendidik mereka untuk mau belajar, bukan untuk dituntut belajar. Albert Einstein, Seorang Fisikawan Jerman pernah berkata bahwa, pendidikan bukanlah pembelajaran fakta, tetapi pelatihan pikiran untuk berpikir.

Dalam kutipan di atas dapat disimpulkan bahwa pendidikan formal yang sudah hadir sejak abad pertengahan sampai saat ini belum berkembang. Saat ilmu pengetahuan dan teknologi semakin berkembang tetapi pendidikan belum terlihat signifikan yang terjadi. Pendidikan formal saat ini hanyalah sebuah tempat di mana para siswa terus dibangun dengan fakta-fakta yang ada dan semakin menurunkan minat siswa dalam berkreatifitas.

Banyak sekali siswa mengeluh karena di sekolahnya hanya dipaksa untuk menghafal sejarah yang terjadi, tetapi sekolah tidak menyuruh siswa untuk berfikir kritis mengapa sejarah tersebut dapat terjadi. Sangat disayangkan bahwa ilmu pnegetahuan yang sangat luas ini hanya bisa di cari secara otodidak dan hanya beberapa yang diajarkan di Sekolah.

Untuk melatih agar seseorang mau “belajar” sepenuhnya ialah, dengan keinginan untuk terus berpikir dan berpikir. Sebagai insan manusia ciptaan Tuhan Yang Maha Esa, Tuhan telah memperintahkan seluruh manusia untuk menuntut ilmu sebanyak-banyaknya, agar kelak di dunia selanjutnya manusia mempunyai bekal selain pahala dunia untuk menjadi bahan pertimbangan apakah manusia tersebut layak untuk ditempatkan di tempat yang mewah yaitu surga.

Ternyata, terlepas Tuhan memerintahkan umat untuk terus menuntut ilmu, Psikologi mengatakan bahwa dengan belajar maka sel-sel otak akan bergenerasi lebih cepat dibandingkan mereka yang tidak. Ini membuktikan bahwa belajar memiliki pengaruh sangat baik pula untuk kesehatan, baik jasmani maupun rohani.

Dengan uji klinis, eksperimen, studi observasi, penelitian, keterampilan studi, kemampuan dan pendekatan yang diterapkan pada pembelajaran, serta teknik belajar lainnya dapat menciptakan kinerja kuat individu dalam merangkai kekuatan untuk menerima lebih banyak ilmu pengetahuan dan dapat menerima semua kompetensi agar dapat bersaing di dunia kerja maupun sharing dengan orang-orang terdekat.

Belajar juga dapat mempererat kehidupan bermasyarakat dan tak jarang banyak orang belajar dari pengalaman seseorang yang tentu ini dapat dianalisis, agar kelak seseorang yang masih fresh belum pernah menjalani kerasnya hidup dapat beradaptasi lebih cepat terhadap kondisi dan situasi yang benar-benar tidak menentu.

Perubahan akibat belajar dapat terjadi dalam berbagai bentuk perilaku, dari ranah kognitif, afektif, dan/ atau psikomotor. Tidak terbatas hanya penambahan pengetahuan saja. Sifat perubahannya relatif permanen, tidak akan kembali kepada keadaan semula. Tidak bisa diterapkan pada perubahan akibat situasi sesaat, seperti perubahan akibat kelelahan, sakit, mabuk, dan sebagainya.

Proses perubahan tingkah laku dinyatakan dalam bentuk penguasaan, penggunaan, dan penilaian terhadap sikap dan nilai-nilai pengetahuan yang terdapat dalam berbagai bidang studi atau lebih luas lagi dalam berbagai aspek kehidupan. Perubahannya tidak harus langsung mengikuti pengalaman belajar. Perubahan yang segera terjadi umumnya tidak dalam bentuk perilaku, tetapi terutama hanya dalam potensi seseorang untuk berperilaku.

Menurut Psikologi, belajar memiliki efek bagus bagi pembentukan karakter seseorang, terutama karakter psikologis. Pertama, belajar sendiri adalah proses memperoleh pengetahuan. Dalam pembahasan psikologi kognitif oleh sebagian ahli dipandang kurang representatif karena tidak mengikutsertakan perolehan ketrampilan non kognitif, tetapi hal itu juga dapat memengaruhi penyesuaian keterampilan non kognitif. Kedua, belajar adalah suatu perubahan kemampuan bereaksi yang relatif selamanya sebagai hasil latihan yang diperkuat. Dalam definisi ini terdapat empat macam istilah yang esensial dan perlu disoroti untuk memahami proses belajar yaitu, relatively permanent, response potentiality, reinforced dan practice.

Kesimpulan dari artikel ini ialah belajar merupakan aktivitas vital dalam kehidupan. Jangan menyesali setiap detik yang kita gunakan untuk belajar. Karena di usia tua nanti kita tidak menyesal kekurangan ilmu pengetahuan. Gunakan setiap momen yang ada untuk terus belajar hal yang baru dan terus belajar hal yang dapat merubahmu. (Muhammad Syah Tegar Alreswara, Mahasiswa Universitas AMIKOM, Yogyakarta)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here