Home Seni Budaya Beksan Tunggak Pamungkas, Tari Kisah Epik Pangeran Mangkubumi

Beksan Tunggak Pamungkas, Tari Kisah Epik Pangeran Mangkubumi

693
0
Beksan Tunggak Pamungkas, Tari Kisah Epik Pangeran Mangkubumi ditarikan oleh Muhammad Habib Wicaksono,Pradhipta Aditama , Yanu Krisdianto dan Farid Nur Ramadhani menarikan dalam acara Gelar Seni Budaya Artipak Ngidul, Tanggal 13 Februari 2020, di Situs Gunung Gamping, Yogyakarta. (Foto: Istimewa)

BERNASNEWS.COM — Sebagai seniman atau penggiat seni pertunjukan panggung adanya pandemi Covid-19 dampaknya sangat terasa sekali, bukan hanya berdampak secara ekonomi yang besifat material namun juga eksistensinya sebagai seniman bidang pertunjukkan. Hal itu juga dirasakan oleh Muhammad Habib Wicaksono, seniman tari juga selaku Ketua Sanggar Tari Hokya Traditional Dance saat mengirimkan video karya tari yang berjudul “Beksan Tunggak Pamungkas”.

Penari Beksan Tunggak Pamungkas, Muhammad Habib Wicaksono, Pradhipta Aditama , Yanu Krisdianto dan Farid Nur Ramadhani menarikan dalam acara Gelar Seni Budaya Artipak Ngidul, Tanggal 13 Februari 2020, di Situs Gunung Gamping, Yogyakarta. (Foto: Dok. Pribadi)

“Salah satu upaya kami dalam kondisi pandemi seperti sekarang ini, adalah mengunggah video pagelaran tari yang kebetulan sempat kami buat. Selain untuk memperkenalkan beksan yang kami tarikan juga untuk menunjukkan eksitensi kami sebagai penari,” terang pemilik channel youtube Habib Wicaksana, Jumat (19/6/2020).

Karya video tari “Beksan Tunggak Pamungkas” merupakan hasil merekam ketika Muhammad Habib Wicaksono beserta ketiga temannya, Pradhipta Aditama , Yanu Krisdianto dan Farid Nur Ramadhani menarikan dalam acara Gelar Seni Budaya Artipak Ngidul, Tanggal 13 Februari 2020, di Situs Gunung Gamping, Yogyakarta.

Prajurit Pangeran Mangkubumi dengan gagahnya memainkan senjata pedang dalam Beksan Tunggak Pamungkas. (Repro Youtube)

“Ide cerita ini diambil dari sejarah  perjuangan Pangeran Mangkubumi dalam mendirikan kerajaan baru Mataram Ngayogyakarta Hadiningrat yang kemudian dikenal dengan nama Yogyakarta,” ungkap Habib. Beksan gagah ini menggambarkan kegigihan, kegagahan, dan keuletan prajurit Mangkubumi dalam berlatih perang. Selaku koreografer tarian, adalah Dr. Sunaryadi Maharsiworo, SST, M Sn dan penata iringan atau gending (gamelan) Sunaryo, STT, M Sn.

Suasana pegelaran Beksan Tunggak Pamungkas lengkap dengan iringan gamelan. (Foto: Repro Youtube)

Nama Tunggak Pamungkas diambil untuk mengenang sebuah peristiwa pertempuran di daerah Tidar, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Ketika itu Pangeran Mangkubumi hampir tertangkap musuh. Namun berhasil terselamatkan karena berlindung di belakang tunggak (Bhs Indonesia. tonggak) kayu.

“Tunggak itu kemudian dibentuk menjadi sebuah kendang kecil (ketipung) yang menjadi salah satu pusaka Kraton Yogyakarta yang dinamakan Kanjeng Kyai Meyek,” terang Habib. Untuk menikmati sajian tarian epik perjuangan Pangeran Mangkubumi itu silakan untuk klik link https://youtu.be/XLXMnf9q3bo. “Dan jangan lupa tolong bantu Like, Comment, Share ya,” pungkas Habib Wicaksono. (ted)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here