Home News Beberapa Obyek Wisata Di Sleman Secara Bertahap Mulai Dibuka

Beberapa Obyek Wisata Di Sleman Secara Bertahap Mulai Dibuka

88
0
Obyek Wisata Kaliurang salah satu destinasi yang dibuka kembali oleh Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo, Sabtu (23/10/2021), dalam rangkaian PPKM Level 2. (Foto: Istimewa)

BERNASNEWS.COM — Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo secara simbolis resmikan operasional tiga lokasi wisata, Sabtu (23/10/2021), di Kaliurang, Kabupaten Sleman. Peresmian operasional ditandai dengan peninjauan secara langsung oleh Bupati Sleman di tiga lokasi wisata Kaliurang.

Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo mengatakan, bahwa adanya perkembangan PPKM di Kabupaten Sleman yang saat ini berada di Level 2, memungkinkan pembukaan kembali operasional lokasi wisata di Sleman. “Saat ini lokasi wisata di Kabupaten Sleman dibuka secara bertahap, khususnya lokasi wisata yang dikelola oleh Pemerintah Kabupaten Sleman yang merupakan sumber PAD,” jelas Kustini.

Kustini memaparkan, saat ini pembukaan dilakukan pada wisata Taman Kaliurang dan Wisata Kaliadem. Kedua lokasi tersebut merupakan wisata yang dikelola oleh Pemkab Sleman. “Dengan resmi dibukanya kembali wisata tersebut secara otomatis retribusi untuk masuk lokasi wisata kembali dijalankan,” tegas bupati wanita pertama di Sleman itu.

Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo saat meninjau obyek wisata Kaliurang, Sabtu (23/10/2021). Foto: Istimewa

Selain wisata di Kaliurang, Kustini menyebut wisata Candi di wilayah Kabupaten Sleman juga akan segera beroperasi kembali. Adapun wisata Candi tersebut yaitu Candi Banyunibo, Candi Ijo dan Candi Sambisari.

Sementara untuk wisata yang dikelola masyarakat, Kustini menyebut boleh kembali dibuka dengan ketentuan telah memiliki screening pedulilindungi dan menerapkan prokes. Ketentuan pembukaan wisata tersebut juga tertuang salam Surat Edaran NOMOR : 188 / 05836 tentang Pembukaan Destinasi Wisata di DIY.

“Ketentuan yang dibuka yaitu destinasi wisata yang sudah memiliki Sertifikat CHSE, QR Code Pedulilindungi dan menerapkan aplikasi Visiting Jogja, diijinkan melakukan pembukaan destinasi dengan kapasitas maksimal 25 persen,” ungkap Kustini.

Destinasi wisata yang belum memiliki sertifikat CHSE, imbuh Kustini, dapat melakukan uji coba operasional terbatas dengan kapasitas maksimal 25 persen, dengan menerapkan sistem reservasi dan screening kesehatan standart PeduliLindungi kepada pengelola dan wisatawan atau pengunjung melalui aplikasi Visiting Jogja. (nun/ ted)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here