Home Seni Budaya Barahmus DIY Bekerjasama dengan Dinas Kebudayaan DIY Adakan Workshop Jurnalistik

Barahmus DIY Bekerjasama dengan Dinas Kebudayaan DIY Adakan Workshop Jurnalistik

492
0
Para peserta workshop jurnalistik foto bersama Kepala Dinas Kebudayaan DIY Eko Aris Nugorho . Workshop jurnalistik diadakan oleh Badan Musyawarah Musea (Barahmus) DIY bekerja sama dengan Dinas Kebudayaan DIY di Museum Pergerakan Wanita Indonesia Gedung Mandala Bhakti Wanitatama, Selasa (25/2/2020). Foto : Phlipus Jehamun/Bernasnews.com

BERNASNEWS.COM – Untuk meningkatkan kemampuan dan ketrampilan dalam tulis-menulis sesuai kaidah jurnalistik, Badan Musyawarah Musea (Barahmus) DIY bekerja sama dengan Dinas Kebudayaan DIY mengadakan workshop jurnalistik di Museum Pergerakan Wanita Indonesia Gedung Mandala Bhakti Wanitatama, Selasa (25/2/2020).

Workshop yang dibuka oleh Kepala Dinas Kebudayaan DIY Eko Aris Nugroho MSi dan diikuti puluhan karyawan/pengelola museum anggota Barahmus DIY tersebut menghadirkan tiga narasumber yakni Ketua PWI DY Drs Sihono HT MSi, Wakil Ketua PWI DIY Drs Hudono SH dan Pemred Harian Tribun Jogja Drs Ribut Raharjo.

Ketua Umum Barahmus DIY Ki Bambang Widodo SPd MPd yang diwakili Sekretaris Umum Barahmus DIY Asroni mengatakan, workshop dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan para anggota Barahmus dalam hal tulis-menulis agar dapat menginformasikan keberadaan museum kepada masyarakat dengan baik. Apalagi saat ini Barahmus DIY sudah menerbitkan buletin sampai edisi kelima sehingga dengan adanya workshop para peserta yang merupakan karyawan/pengelola museum bisa menulis untuk mengisi buletin yang ada.

Para peserta workshop jurnalistik foto bersama di Museum Pergerakan Wanita Indonesia Gedung Mandala Bhakti Wanitatama, Selasa (25/2/2020). Foto : Phlipus Jehamun/ Bernasnews.com

Sementara Kepala Dinas Kebudayaan DIY Eko Aris Nugroho MSi mengaku sangat mendukung diadakannya workshop sehingga peserta bisa meningkatkan kemampuan dan ketrampilan menulis. Namun, ia berharap tulisan yang dihasilkan tentu mengenai hal-hal yang baik dan positif agar masyarakat semakin mengenal dan tertarik untuk berkunjung ke museum.

“Berita seperti pisau bermata dua. Berita yang baik kadang tidak dibaca, sementara berita yang buruk justruk dicari/dibaca. Dan untuk pengelola museum tentu yang ditulis adalah berita yang baik-baik saja,” kata Eko Aris Nugroho.

Ketua PWI DIY Sihono saat menyampaikan materi tentang penulisan berita dan artikel pada workshop yang diadakan Barahmus DIY bekerjasama dengan Dinas Kebudayaan DIY di Museum Pergerakan Wanita Indonesia Gedung Mandala Bhakti Wanitatama, Selasa (25/2/2020). Foto : Philipus Jehamun/Bernasnews.com

Dikatakan, hingga saat ini ada 38 museum di DIY dan masih akan bertambah lagi, termasuk museum Pramuka dan sebagainya. Dan yang diperhatikan Dinas Kebudayaan DIY bukan hanya museum yang sudah ada, tapi semua museum termasuk yang akan segera ada.

Dan workshop ini merupakan salah satu konsep pengembangan dan pembinaan permuseuman yang dilakukan Dinas Kebudayaan DIY dengan menggunakan dana keistimewaan. “Pada tahun 2019, Dinas Kebudayaan DIY juga melakukan pembinaan kelompok ketoprak dan sandiwara bahasa Jawa. Dan kami sangat mendukung siapa pun yang betul-betul berkonsentrasi pada hal-hal tertentu. Untuk tahun ini, pengembangan dan pembinaan untuk wayang kulit dan kegiatan yang berkaitan dengan keris,” kata Eko Aris Nugroho. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here