Home News Bantuan Permakanan Warga Isoman Dikembalikan ke Mekanisme Biaya Tak Terduga

Bantuan Permakanan Warga Isoman Dikembalikan ke Mekanisme Biaya Tak Terduga

294
0
Suasana rapat Pansur Covid-19 DPRD Kota Yogyakarta dengan Dinas Sosial, Dinas Kesehatan dan Inspektorat di Gedung DPRD Kota Yogyakarta, Senin 12 April 2021. Foto : kiriman Antonius Fokky Ardiyanto

BERNASNEWS.COM – Sejak 25 Maret 2021 warga masyarakat Kota Yogyakarta yang melakukan isolasi mandiri (Isoman) berdasarkan rekomendasi dari puskesmas dan aparat pemerintah setempat mengeluhkan tidak adanya bantuan permakanan dari pemerintah sebagai wujud negara hadir. Selama ini ketika ada warga masyarakat yang melakukan isolasi mandiri terkait Covid-19, maka negara hadir dalam wujud bantuan permakanan yang diberikan oleh pemerintah Kota Yogyakarta.

Dalam rapat bersama dengan tim dari eksekutif yang dipimpin Sisruwadi dari Dinas Sosial di Gedung DPRD Kota Yogyakarta, hari senin 12 April 2021, hal itu ditanyakan oleh Ketua Pansus Covid-19 DPRD Kota Yogyakarta Antonius Fokki Ardiyanto S.IP.

Dalam keterangan yang disampaikan oleh perwakilan Dinas Sosial Kota Yogyakarta, hal itu dibenarkan bahwa memang bantuan permakanan dihentikan karena Dinas Sosial kehabisan dana. Sebab permintaan sangat banyak dari wilayah, yang berarti sangat banyak warga yang melakukan isoman. Dan solusi dari Dinas Sosial akan melakukan refokusing/penggeseran anggaran pada bulan Mei karena itu masuk dalam anggaran rutin dinas.

Menyikapi penjelasan Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Sisruwadi darii Dinas Sosial, Antonius Fokki Ardiyanto S.IP selaku ketua pansus mengatakan tidak setuju pergeseran anggaran. Sebab hal itu akan lambat dan rakyat “kleleran” dalam melakukan isoman.

Diakui Fokki bahwa di beberapa wilayah ada warga bergotong-royong membantu warga yang melakukan isoman, tetapi itu bukan jadi alasan untuk negara lepas tangan. Karena itu, Fokki meminta agar negara harus tetap hadir dengan cepat dan mekanisme yang cepat sesuai peraturan perundang-undangan dengan mengembalikan urusan permakanan kepada mekanisme Biaya Tidak Terduga (BTT).

Artinya, biaya pemakaman warga Isoman kembali diampu oleh Satgas Covid-19 Pemkot Yogyakarta. Apa yang disampaikan Fokki selaku Ketua Pansus Covid-19 DPRD Kota juga diamini oleh inspektorat yang juga hadir dalam rapat tersebut. Karena itu, Fokki mengharapkan agar pekan depan bantuan permakanan bagi warga Kota Yogyakarta dapat kembali berjalan normal.

Dalam rapat tersebut juga disampaikan oleh perwakilan dari Dinas Kesehatan Kota tentang pelaksanaan vaksin di Kota Yogyakarta yang sudah dimulai dari cluster nakes, PKL di Tugu, Malioboro dan Kraton, lansia, PNS termasuk guru dan sekarang BUMD (Bank BPD DIY, Bank Jogja, XT Square dan PDAM).

Berkaitan dengan masalah vaksinasi di Kota Yogyakarta terungkap bahwa Pemkot Yogyakarta dalam hal ini Dinas Kesehatan tidak mempunyai data tentang berapa jumlah penduduk ber KTP Kota Yogyakarta yang sudah menerima vaksin. Hal ini terjadi karena sistem tidak mendukung.

Hal tersebut juga menjadi sorotan dari pansus, karena dengan tidak ada data maka akan kesulitan dalam menentukan atau merumuskan kebijakan yang akan diambil berkaitan dengan pandemi ini dalam konteks lokal. Untuk itu Fokki selaku Ketua Pansus mengharapkan agar Dinas Kesehatan segera menyisir data berkaitan dengan hal itu, karena ini sangat penting. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here