Home Technology ‘Bantara’ Karya Mahasiswa UNY, Bantal Keselamatan Cegah Kecelakaan

‘Bantara’ Karya Mahasiswa UNY, Bantal Keselamatan Cegah Kecelakaan

105
0
‘Bantara’ yang merupakan akronim dari bantal keselamatan berkendara dan terbuat dari dakron, karya Mahasiswa UNY. (Foto: Kiriman Humas UNY)

BERNASNEWS.COM — Mengantuk menimbulkan hambatan pada seseorang dalam melakukan aktivitas dan bahkan bisa berakibat kecelakaan. Dari penelitian yang telah dilakukan mengantuk  merupakan faktor kedua tertinggi kecelakaan setelah kelengahan. Ciri-ciri mengantuk diantaranya adalah suhu tubuh dan tingkat respirasi rendah serta tekanan darah dan detak jantung menurun.

Dari sinilah sekelompok mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) merancang bantal keselamatan berkendara, sebagai upaya meminimalisasi kecelakaan yang disebabkan karena mengantuk. Mereka adalah Suryadi prodi Pendidikan Teknik Otomotif, Ikhwanudin – Pendidikan Teknik Elektro, Riani Fatimah – Pendidikan Teknik Busana dan Aulia Avi Basuki – Akuntansi.

Suryadi menjelaskan, bahwa ide pembuatan bantal ini muncul dari pengamatan pemberitaan media massa seperti TV, koran dan berita online mengenai kecelakaan yang didominasi karena pengemudi mengantuk. Oleh sebab itu diperlukan alat yang dapat membantu menyadarkan pengemudi saat mengantuk.

“Kami memilih bantal leher sebagai media karena sangat cocok digunakan saat berkendara, apalagi bantal leher sudah familiar digunakan saat bepergian menggunakan kendaraan roda empat,” kata Suryadi. Bantal leher dengan fitur anti kantuk ini, imbuh Suryadi, dapat membantu para pengemudi untuk mencegah kantuk serta menanggulanginya agar timbul kesadaran.

Bahan-bahan untuk membuat ‘Bantara’. (Foto: Kiriman Humas UNY)

Sementara itu, Riani Fatimah menambahkan, bantal leher ini didesain sedemikian rupa agar selain untuk menghindari kantuk juga dapat meningkatkan kenyamanan pada posisi kepala. “Selain itu kursi kabin yang desainnya kurang memberikan kenyamanan dalam berkendara jarak jauh juga menyebabkan kelelahan pada leher,” papar Riani.

Dikatakan, bantal ini dirancang menggunakan arduino nano sebagai mikrokontroller dan heart rate sensor sebagai pendeteksi detak jantung dengan sebuah output vibrator yang akan bergetar dan ditambah dengan output suara sebagai alarm saat pengendara mengalami kantuk.

Ikhwanudin menambahkan, bantal ini disebut ‘Bantara’ yang merupakan akronim dari bantal keselamatan berkendara dan terbuat dari dakron. Bahan yang diperlukan adalah bantal leher, arduino nano, speaker, sensor detak, baterai, tempat baterai, akrilik, PCB, tenol, tombol ON/OFF, SD card reader, kertas glossy, HCL dan H2O2 dan vibrating motor.  “Kami menggunakan alat-alat seperti solder, gunting, bor, mesin jahit mini, amplas, gerinda dan setrika dalam pembuatannya,” kata Ikhwanudin.

Produk inovasi bantal leher sebagai solusi pencegahan kecelakaan akibat kantuk  berbasis mikrokontroller siap dipasarkan. Karya ini berhasil meraih dana Dikti dalam Program Kreativitas Mahasiswa bidang Kewirausahaan tahun 2020. (ted)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here