Home Ekonomi Bank Indonesia DIY Gelar Sosialisasi QRIS bagi Paparasi Alkid Yogyakarta

Bank Indonesia DIY Gelar Sosialisasi QRIS bagi Paparasi Alkid Yogyakarta

213
0
Acara Pembukaan kegiatan Sosialiasi QRIS bagi Paguyuban Pelaku Pariwisata Alun-alun Kidul (Paparasi Alkid), tanggal 15, 19 dan 20 Maret 2021, di Ndalem Soerjogoeritnan, Siliran Lor, Kelurahan Panembahan, Kemantren Kraton, Yogyakarta. (Foto: Kiriman Y. Sri Susilo)

BERNASNEWS.COM — Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) DIY didukung oleh Bank BPD DIY, ISEI DIY dan KAFEGAMA DIY menyelenggarakan kegiatan Sosialiasi QRIS bagi Paguyuban Pelaku Pariwisata Alun-alun Kidul (Paparasi Alkid), tanggal 15, 19 dan 20 Maret 2021, di Ndalem Soerjogoeritnan, Siliran Lor, Kelurahan Panembahan, Kemantren Kraton, Yogyakarta.

“Sosialiasi bagi Paparasi Alkid ini diikuti sebanyak 310 peserta yang terbagi dalam tiga tahap. Sedangkan acara pembukaan sekaligus sosialiasi bagi Pengurus Paparasi Alkid sendiri telah dilakukan pada 10 Maret 2021 lalu,” terang Sekretaris ISEI DIY/ Humas KAFEGAMA DIY, Y. Sri Susilo, kepada Bernasnews.com, Sabtu (20/3/2021).

Dikatakan Susilo, bahwa kegiatan sosialisasi ini merespon statemen Gubernur BI Perry Warjiyo yang optimistis bahwa jumlah Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang mengadopsi Quick Response Indonesia Standard (QRIS) bisa terus bertambah. “Pada tahun 2021 ini, BI menargetkan 12 Juta UMKM mampu mengadopsi QRIS.Tujuannya agar transaksi dari merchant bisa lebih cepat, murah, mudah, aman, dan handal,” ungkap Susilo.

Wakil Ketua ISEI DIY dan Ketua KAFEGAMA DIY, Bogat AR saat menyampaikan sambutan dalam giat Sosialisasi QRIS bagi Paparasi Alkid Yogyakarta. (Foto: Kiriman Y. Sri Susilo)

Pengadopsian QRIS mempercepat digitalisasi UMKM. Digitalisasi ini diyakini mampu menaikkan kelas UMKM ke kancah global sehingga sedikit banyak mempengaruhi daya dukung ekonomi nasional. Pada tahun 2020, jumlah UMKM yang sudah tersambung dengan QRIS berjumlah 5,8 juta merchant. “Kantor BI DIY pun di tahun 2021 ini menargetkan ada 300 ribu merchant yang bertransaksi menggunakan QRIS,” jelas Hilman Tisnawan selaku Kepala Kantor Perwakilan BI DIY.

Pada tahun 2020 kemarin, lanjut Hilman, Kantor Perwakilan BI DIY berhasil merealisasikan 149.924 merchant penyedia barang dan jasa di DIY yang menggunakan QRIS. “Capaian tersebut telah melampaui target yang ditetapkan sebesar 100.000 merchant pada tahun lalu,” ucap Hilman.

Sementara Andi Adityaning Palupi, Asisten Direktur Kantor Perwakilan BI DIY sebagai nara sumber dalam giat tersebut mengatakan, bahwa QRIS ini hadir sebagai jawaban atas transaksi pembayaran online yang semakin masif. Sebagaimana kita ketahui, saat ini banyak penyedia layanan pembayaran digital yang bisa di pakai. Ketika ingin membeli sesuatu, cukup scan QR Code yang tersedia dan transaksi bisa diproses dengan cepat.

”Sebelum adanya QRIS tiap aplikasi pembayaran digital di Indonesia memiliki QR Code-nya masing-masing dan berbeda. Contohnya, jika ada 10 aplikasi pembayaran digital yang ingin Anda gunakan, maka perlu memiliki 10 jenis QR Code,” jelas Andi Adityaning Palupi.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Wakil Ketua ISEI DIY dan Ketua KAFEGAMA DIY, Bogat AR yang mengatakan, bahwa pihaknya mendukung kegiatan sosialisasi QRIS bagi anggota Paparasi Alkid Yogyakarta. “Karena akan memudahkan dalam bertransaksi dengan cepat, murah dan aman,” pungkasnya. (ted)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here