Monday, June 27, 2022
spot_imgspot_img
spot_img
HomeNewsBalwana van Palembang, Mempererat antar Kota dan Pelaku Pariwisata

Balwana van Palembang, Mempererat antar Kota dan Pelaku Pariwisata

bernasnews.com — Palembang dan sungai Musi menjadi dua sisi mata uang yang saling mendukung. Kotapraja ini dibangun dari sektor maritim dan menjadi daerah otonom pada tahun 1906 di bawah Pemerintahan Hindia Belanda dengan status gemeente.

Berdasar jejak sejarah Palembang juga disebut kerjaan di Pantai Timur Sumatera yang mendapat predikat Venice of the east atau Venesia dari timur. Abad ke-20 kemudian menjadi tolok ukur dari kehidupan industri Palembang. Pada sektor pariwisata, ditemukan berbagai hotel dengan akomodasi yang begitu baik hingga kekinian.

Industri pariwisata kota Palembang didukung pula dari sektor kuliner. Komoditi Kopi Palembang menjadi satu produk yang terus mengalami eskalasi permintaan sejak tahun 1711. Pemerintah Hindia Belanda turut memiliki andil dalam penjualan ini.

Sementara sektor busana, songket asal Palembang tidak ubahnya membius para penikmat fasyen. Songket Palembang mulanya berasal dari sutra, dan telah diproduksi sejak abad ke-8. Industri songket kemudian bertumbuh sebagai kain khas dari kotapraja ini.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Palembang Sulaiman Amin (Kiri nomor 2) sedang mengamati kartu pos, dengan gambar bertema pariwisata Kota Palembang. (Foto: Istimewa)

“Pariwisata menjadi garda depan dan sektor penting dalam roda perekonomian di Kota Palembang,” ungkap Kepala Dinas Pariwisata Kota Palembang Sulaiman Amin, dalam event pameran bertajuk ‘Balwana van Palembang’, beberapa waktu lalu.

Lanjut dia, oleh karena itu Kota Palembang terus berbenah dalam bidang pariwisata agar para wisatawan selalu nyaman berada di Kota Palembang dan bersinergi bersama Kota Yogyakarta.

Pameran Pariwisata dan Kartu Pos ‘Balwana van Palembang’ bertujuan membawa para pengunjung untuk menikmati kilas balik kota maritim tersebut. Peradaban maritim sebagai titik mengawali sejarah kota Palembang. Kemudian pertumbuhan industri yang memberi perubahan pada fasad dan sudut kota ditampilkan sebagai sebuah refleksi.

Kegiatan Balwana van Palembang ini atas inisiasi Dinas Pariwisata Kota Palembang, Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta, Jejak Kartu Pos, dan Bentara Budaya Yogyakarta. Berlangsung di Bentara Budaya Yogyakarta, pada tanggal, 2 – 6 Juni 2022.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta Wahyu Hendratmoko menambahkan, bahwa kegiatan Pameran Pariwisata dan Kartu Pos ‘Balwana van Palembang’ merupakan terobosan untuk mempererat antar kota khususnya Kota Palembang dan Kota Yogyakarta. “Menjadi silaturahmi antar kota khususnya pelaku pariwisata Kota Palembang dengan Kota Yogyakarta,” kata Wahyu.

Sebagai ilustrasi layaknya sebuah kartu pos, benda yang dikirimkan kepada seseorang yang istimewa. “Begitu juga Kota Palembang memilih Kota Yogyakarta menjadi tempat untuk bersilaturahmi dalam bidang pariwisata dinilai Kota Yogyakarta menjadi potensi wisatawan yang ingin berkunjung ke Kota Palembang,” pungkas Wahyu. (nun/ ted)

spot_img
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments