Saturday, May 21, 2022
spot_imgspot_img
spot_img
HomeNewsBaksos dan Buka Bersama, Kelompok Pengajian Al  Hidayah Perum Jatimas Permai Kunjungi...

Baksos dan Buka Bersama, Kelompok Pengajian Al  Hidayah Perum Jatimas Permai Kunjungi Panti ABK Bina Siwi

bernasnews.com — Bulan Ramadhan merupakan bulan yang penuh dengan berkah sehingga banyak orang berlomba-lomba dalam kebajikan dan beramal sebanyak-banyaknya. Salah satu adalah dengan berbagi, memberi sesuatu yang dibutuhkan bagi mereka yang tidak mampu.

Dalam rangka itu, Kelompok Pengajian Al  Hidayah Perum Jatimas Permai, Jatisawit,  Balecatur, Gamping, Sleman, melakukan bakti sosial kunjungan ke Panti Asuhan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) Bina Siwi, Minggu (24/4/2022), di Komplek Kalurahan Sendangsari, Pajangan, Kabupaten Bantul.

Kunjungan tersebut, selain untuk berbagi juga berbuka bersama dengan anak-anak panti. “Kunjungan ke panti ini adalah untuk berbagi kepada sesama terutama ABK yang sangat membutuhkan perhatian khusus, dengan harapan  ABK penghuni panti ini tetep berbahagia dengan segala kekurangan dan kelebihan yang ada, semangat dan dapat hidup lebih mandiri,”ungkap Eko Daryanto selaku Ketua Kelompok.

Panti Asuhan Bina Siwi merupakan panti khusus untuk difabel atau panti yang diperuntukkan bagi anak  berkebutuhan khusus seperti tuna rungu , tuna netra, tuna daksa dan tuna graita. Dirintis sejak tahun 1993 tapi ijin operasional baru pada tahun 1999, dibawah yayasan Ngudi Raharjo, yang dikelola oleh masyarakat Kalurahan Sendangsari, dengan pengurusnya adalah aparat/pamong kalurahan setempat.

Usai gelar bakti sosial Kelompok Pengajian Al  Hidayah Perum Jatimas Permai, Jatisawit, Balecatur, Gamping, Sleman foto bersama dengan sejumlah anak-anak penghuni Panti ABK Bina Siwi, Kalurahan Sendangsari, Pajangan, Kabupaten Bantul. (Nuning Harginingsih/ bernasnews.com)

“Jumlah penghuni panti 40  anak, berasal dari berbagai daerah di DIY bahkan ada yang dari luar DIY dan diasuh oleh 7 orang pengasuh. Awal pembentukan panti adalah  membantu  anak berkebutuhan khusus yang ada di Kelurahan Sendangsari agar bisa mendapatkan layanan sesuai apa yang di butuhkan ABK.” beber Ketua Panti Bina Siwi, Jumilah.

Dikatakan, mereka dilatih agar bisa mandiri mengerjakan segala kebutuhan mereka sendiri tanpa bantuan orang lain. Kedepannya ABK penghuni panti hidupnya bisa bermanfaat, mandiri serta tidak tergantung orang lain.

“Dari  ABK yang akan masuk ke panti tidak ada sarat khusus, tapi akan disurvai terlebih dahulu apakah pihak panti bisa memenuhi dan dapat memadai atau tidak kebutuhan mereka untuk dilatih secara mandiri,” kata Jumilah.

Lanjut dia, anak berkebutuhan khusus atau ABK yang berada di panti paling kecil berumur 13 tahun dan sampai usia tidak terbatas. Selama mereka belum bisa mandiri pihak panti akan terus mendampingi. Berbagai ketrampilan yang diajarkan oleh para pengasuh antara lain menjahit, membuat bantal dan kerajinan tangan, serta beternak lele, ayam dan pertanian.

“Hasil ketrampilan yang didapat  dari mereka akan dijual guna memenuhi kebutuhan hidup mereka di panti. Selain ketrampilan, mereka juga diajari kesenian, gamelan dan kesenian lainny,” terang Jumilah.

Selain menjual dari hasil karya anak-anak panti yang belum seberapa hasilnya untuk menopang hidup mereka sehari-hari, pihak panti juga mengetuk hati para dermawan maupun masyarakat luas untuk menyisihkan sebagian hartanya untuk membantu. “Karena Panti Asuhan Bina Siswi tidak mempunyai donatur tetap,” tandas Jumilah. (nun/ ted)

spot_img
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments