Home News Bakesbangpol Sleman Adakan Seminar Pengendalian Keamanan Lingkungan

Bakesbangpol Sleman Adakan Seminar Pengendalian Keamanan Lingkungan

33
0
Para narasumber dalam giat Seminar Pengendalian Keamanan Lingkungan, dengan tema ‘Pilkada Sleman di Tengah Pandemi: Tantangan & Solusi’, yang diselenggarakan oleh Bakesbangpol Sleman, Senin (26/10/2021). Foto: Istimewa.

BERNASNEWS.COM — Pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) di tahun 2020 ini menghadapi tantangan yang belum pernah dialami dalam sejarah demokrasi di Indonesia, yakni dilaksanakan di tengah Pandemi Corona Virus Disease (Covid-19) yang hingga saat ini tak bisa diprediksi kapan berakhir.

Menyikapi hal tersebut, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Sleman mengadakan Seminar Pengendalian Keamanan Lingkungan, dengan tema ‘Pilkada Sleman di Tengah Pandemi: Tantangan & Solusi’, yang diselenggarakan Senin (26/10/2021), di Tanjungsari Ballroom, Hotel Merapi Merbabu, Sleman.

Seminar diikuti oleh Komunitas Intelijen Daerah, Tim Sukses Pasangan Calon, Organisasi Kepemudaan dan Warganet, seminar ini membahas tentang permasalahan yang ditemui oleh Penyelenggara Pilkada dalam melaksanakan tahapan pilkada, serta kecenderungan perubahan perilaku politik masyarakat.

Ketua KPU Sleman Trapsi Haryadi dalam paparannya menyampaikan, bahwa KPU Sleman telah berusaha maksimal dalam mempersiapkan penyelenggaraan Pilkada agar sesuai dengan protokol kesehatan. “Berbagai strategi teknis pada setiap tahapan pilkada telah kita desain untuk mampu beradaptasi di tengah situasi pandemi Covid-19. Tentunya kami juga mengharap kerjasama dari Peserta dan Pemilih untuk mematuhi semua aturan main ini demi kesuksesan penyelenggaraan Pilkada Sleman 2020,” ungkapnya.

Seminar Pengendalian Keamanan Lingkungan, dengan tema ‘Pilkada Sleman di Tengah Pandemi: Tantangan & Solusi’, yang digelar oleh Bakesbangpol Sleman. (Foto: Istimewa)

Sementara itu, Peneliti Perilaku Politik dari Universitas Gadjah Mada Dr. Mada Sukmajati mengemukakan, bahwa kondisi pandemi sangat berpengaruh pada pola perilaku politik masyarakat menghadapi Pilkada 2020.

“Rilis beberapa lembaga survai masih menunjukkan adanya rasa enggan masyarakat untuk datang ke TPS karena takut tertular Covid. Ini tentunya menjadi tugas bagi KPU, Pemda bahkan Pasangan Calon untuk meyakinkan pemilih bahwa proses Pilkada menerapkan protokol kesehatan yang ketat,” ujar Dr. Mada

Tim Sukses, tambah Dr. Mada, dituntut untuk tidak hanya mengandalkan metode kampanye konvensional namun harus memiliki inovasi dan kreativitas, terutama pada ranah platform digital tanpa mengabaikan rambu-rambu aturan. Dalam seminar ini juga dipaparkan hasil analisis Big Data pemetaan pola perbincangan topik tentang penyelenggaraan Pilkada di Indonesia, yang dilakukan oleh Big Data Lab FISIPOL UGM.

“Berdasarkan hasil analisis ini, diketahui bahwa warganet cukup aktif memperbincangkan isu penundaan Pilkada, terutama pada saat ormas keagamaan terbesar yakni NU dan Muhammadiyah mengeluarkan statement dan rekomendasi kepada pemerintah untuk menunda pelaksanaan Pilkada,” tutupnya. (nun/ ted)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here