Home Opini Bahayanya Kecanduan Bermain Game Online

Bahayanya Kecanduan Bermain Game Online

632
0
Grace Cindy Puspita Hapsari, Siswi SMP Maria Mediatrix, Semarang. (Foto: Dok. Pribadi)

BERNASNEWS.COM — Seiring berkembangnya zaman dan teknologi, semakin banyak pula game online yang berhasil menarik perhatian anak-anak. Dengan banyaknya pilihan genre dan plot, anak-anak menjadi semakin tertarik dengan banyaknya pilihan game yang tersedia. Terkadang ketertarikan itu dapat berujung kepada kecanduan.

Sekarang ini banyak anak-anak yang lebih memilih bermain game online dari pada bermain di luar karena game online tidak menghabiskan banyak tenaga dan mereka juga tidak perlu beranjak dari dalam kamarnya. Namun, banyaknya game dan waktu yang mereka habiskan untuk memainkan game tersebut dapat mempengaruhi mental mereka. Banyak anak yang menjadi pemarah, tidak sabaran, dan pemalas. Kebanyakan dari mereka jadi sering membantah dan mengucapkan kata-kata kasar. Banyak pula anak yang menjadi tertutup dan tidak peka terhadap sekitarnya karena kurang bersosialisasi, hanya mengurung diri mereka untuk bermain game. Bahkan ada juga anak yang berani membangkang orang tua dan menggunakan kekerasan karena terpengaruh game online. Mereka juga sering mengabaikan kewajiban dan tugas mereka.

Tidak hanya mental, terlalu banyak bermain game online juga dapat mempengaruhi kesehatan mereka. Bermain game online tentu tidak cukup dengan 1 jam atau 2 jam saja. Ada anak yang dapat menghabiskan setengah hari mereka atau bahkan satu hari mereka hanya untuk bermain game online. Dengan banyaknya waktu yang mereka habiskan untuk menatap monitor, lambat laun kesehatan mata mereka akan semakin menurun. Terkadang mereka terlalu asyik dengan game-nya dan  lupa untuk mengurus dirinya sendiri. Selain itu, munculnya game online seperti Mobile Legends dan Free Fire, anak-anak rela mengeluarkan banyak sekali uang hanya untuk mendapatkan karakter atau barang yang bagus (hadiah).

Demi mencegah bertambahnya kasus kecanduan game online, kita harus mulai mengambil tindakan. Dimulai dari kepedulian, para orang tua bisa mulai dengan membatasi waktu penggunaan gadget anak-anaknya. Para orang tua juga bisa mengalihkan perhatian anak-anaknya dengan mengajaknya bermain atau sekadar mengobrol. Mereka juga dapat mengajak anaknya untuk menyelami hobinya. Orang tua bisa menemani anak-anaknya saat belajar sehingga mereka tidak merasa bosan. Juga bisa mengajak anak-anaknya mengunjungi tempat-tempat baru agar anak tidak merasa jenuh di rumah dengan segala tugas mereka. Orang tua sebagai orang terdekat harus selalu peduli dan mengecek kegiatan anak-anaknya, harus mulai meluangkan banyak waktu untuk anak-anaknya.

Tidak hanya orang tua, sekolah pun bisa ikut andil dalam pencegahan ini. Sekolah bisa mengajak anak-anak untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang menarik. Tidak hanya memberikan tugas yang hanya akan membuat anak menjadi semakin jenuh. Sekolah juga perlu mengajak anak-anaknya untuk lebih bersosialisasi dengan sekitarnya dan lebih peduli terhadap lingkungan sekitar, bisa mengajak anak-anaknya untuk merawat alam sekitar dan melakukan kegiatan outdoor yang bisa membuat anak menggerakkan tubuh mereka.

Mereka bisa mengajak anak-anak didiknya untuk lebih peduli dengan orang-orang di sekitarnya dengan melakukan kegiatan amal. Juga bisa mengajak anak-anak didiknya untuk menyelami dan mengembangkan minat mereka. Dengan mendukung anak didik melakukan hobinya, mereka akan jadi lebih bersemangat melakukannya. Sekolah juga bisa mengadakan lomba-lomba yang menarik dengan hadiah yang menarik juga. 

Tidak hanya dari faktor luar, anak-anak sendiri pun harus mulai sadar dan mengurangi waktu bermain game online-nya. Anak-anak harus mulai beranjak dari kamarnya dan mulai melakukan hal-hal yang lebih bermanfaat bagi dirinya sendiri maupun orang lain. Anak-anak bisa mulai lebih mendekatkan dirinya dengan keluarga, bisa membantu orang tua dengan pekerjaan rumah. Anak-anak juga harus mulai sadar dengan kewajiban mereka sebagai seorang siswa. Mereka bisa mempelajari materi-materi yang masih kurang dimengerti agar bisa mendapatkan nilai yang lebih bagus. Sedangkan untuk menghindari rasa bosan atau penat bisa menonton film di TV dari pada bermain game di gadget. Itu akan lebih baik untuk kesehatan mata mereka.

Banyak hal lain yang bisa dilakukan demi menjauhkan diri dari gadget dan game online. Salah satu contohnya adalah bermain dengan teman di luar atau pergi berjalan-jalan. Hal lainnya yang bisa dilakukan adalah berolah raga. Selain menyenangkan, berolah raga dapat membuat tubuh sehat. Dalam masa pandemik ini, kita memang dilarang untuk sering keluar rumah. Anak-anak bisa memanfaatkan hal itu dan mulai mencari hobi baru untuk menyibukkan diri. Anak-anak bisa mencoba melakukan hal-hal yang baru atau berkreasi dengan barang-barang di sekitarnya. Misalnya, dengan menulis atau menghasilkan karya, apa pun bentuknya.

Sebenarnya ada banyak kegiatan yang dapat dilakukan untuk menyibukkan diri dan menjauh dari gadget dan game online. Hanya perlu kesadaran diri dan juga kemauan. Dengan mengurangi bermain gadget dan game online, kita bisa lebih sadar dengan lingkungan sekitar kita. Kita juga tidak akan mudah melewatkan kejadian yang terjadi di sekitar kita sehingga bisa menjadi lebih peka terhadap sekitar. Upaya mengurangi waktu bermain game online, juga merupakan upaya untuk mendekatkan diri dengan lingkungan sekitar. (Grace Cindy Puspita Hapsari, SMP Maria Mediatrix, Semarang)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here