Saturday, May 21, 2022
spot_imgspot_img
spot_img
HomeOpiniBahasa Jawa Berjalan Beriringan dengan Bahasa Inggris

Bahasa Jawa Berjalan Beriringan dengan Bahasa Inggris

bernasnews.com — Di era global saat ini, hampir semua orang dituntut untuk dapat memiliki kemampuan lebih dalam dirinya, baik sebagai pelajar maupun sebagai guru. Lebih-lebih bahasa Inggris dianggap sebagai salah satu kelebihan bagi seseorang. Penggunaan bahasa Inggris  sebagai salah satu sarana penghubung di era global, penghubung ke sudut dunia dan dianggap sebagai bahasa internasional.  Beberapa perangkat sudah menggunakan dengan bahasa pengantar yakni dengan bahasa Inggris. Seperti perangkat komputer, laptop, televisi, handphone dan lain sebagainya.

Saat ini bahasa inggris sudah mulai di ajarkan sejak dari bangku Play Group (PG) atau TK. Bahkan di tingkat SMP sudah mulai dituntut untuk dapat berbicara aktif dalam bahasa Inggris sehingga sekolah diminta mempersiapkan tiap anak untuk maju dan berkembang serta mampu bertahan di era globalisasi.

Apabila kelak selesai studi  anak siap untuk terjun ke dunia kerja, mereka sudah siap masuk di dalamnya. Persiapan yang dilakukan oleh orangtua adalah dengan menyekolahkan putra-putrinya di sekolah bilingual atau dengan 2 bahasa yaitu bahasa Indonesia dan bahasa Inggris namun lebih banyak menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar di dalam kelas.

Sekolah-sekolah pun mulai berlomba untuk memasukkan bahasa Inggris sebagai pelajaran penting di dalam pelajaran sebagai nilai plus atau nilai lebih dari sekolah tersebut.  Bahkan banyak orangtua yang memberi pelajaran tambahan atau bimbingan belajar di luar jam sekolah supaya anak makin mampu, lebih mudah serta lebih cepat dalam menguasai bahasa Inggris.

Namun di tengah berkembang serta pentingnya penggunaan bahasa Inggris di dalam pelajaran sekolah terutama di jenjang TK dan SD mulai muncul keprihatinan tentang penggunaan bahasa Jawa bagi anak-anak terutama yang tinggal di daerah Jawa Tengah terkhusus di Semarang. Bahasa Jawa sebagai budaya daerah yang harus dilestarikan penggunakaannya. Bukan hanya dalam  kemampuan berbicara tetapi juga untuk budaya yang lain seperti, kesenian Jawa yang sangat banyak macamnya.

Terkadang masih mendengar dari anak-anak di daerah Semarang khususnya menggunakan bahasa Jawa kepada orangtua. Namun karena bahasa Jawa sendiri terdapat tingkatan-tingkatan kata kepada siapa lawan bicaranya, maka sering kali anak-anak salah mengucapkan kata-kata tersebut. Contohnya berbicara kepada teman sebaya akan berbeda kata-katanya dengan berbicara dengah orang yang lebih tua.

Adanya tingkat kesopanan untuk penggunakan kata-kata yang digunakan saat berbicara tersebut, anak-anak tidak paham kata-kata yang harusnya digunakan. Sedangkan untuk bahasa Inggris tidak perlu adanya tingkatan-tingkatannya. Cukup dengan tambahan kata please sudah menjadi lebih sopan pengucapannya. Karena perbedaan kata kepada siapa kita berbicara yang sangat beragam, maka akan bisa bisa membuat beberapa anak bahkan orangtua mulai meninggalkan untuk mempelajari bahasa Jawa tersebut. Sebenarnya dengan tingkatan kata tersebut bisa meningkatkan pula tingkat kesopanan seseorang baik kepada yang tua maupun yang sebaya.

Ada pula yang bahkan tidak mengerti sama sekali makna ke bahasa Indonesia dari kata bahasa Jawa tersebut. Berat untuk para orangtua yang sudah jarang bahkan tidak pernah menggunakan bahasa Jawa di dalam bahasa sehari-hari, sehingga makin tidak pernah menggunakan bahasa Jawa tersebut dalam sehari-hari dengan para putri-putrinya. 

Masih sangat terngiang di telinga begitu sejuknya ketika mendengar komunikasi menggunakan bahasa Jawa antara orangtua dan anak. Begitu pula kadang terdengar hebat saat ada orangtua dan anak menggunakan komunikasi dalam bahasa Inggris. Akan terdengar wow! Bahkan dalam pembelajaran terkadang didapatkan hasil penilaian tes bahasa Inggris lebih baik dari pada bahasa Jawa. Itu baik untuk percakapan global dan pasti akan berguna untuk kedepannya, hanya seandainya bahasa Inggris ini tetap menjadi bahasa internasional dan tetap diimbangi dengan kesopanan yang baik seperti dalam bahasa Jawa yang mengenal unggah-ungguhnya.

Apakah bahasa Jawa akan dapat beriringan dengan bahasa Inggris, serta bagaimana bahasa Jawa termasuk budaya yang ada di dalamnya tetap akan utuh dan lestari di Jawa Tengah, khususnya di Semarang. Namun tetap bisa seiring sejalan dengan meluasnya globalisasi di masyarakat serta  didunia pendidikan. Mari kita bersama-sama mencari jalan keluar agar bahasa Jawa dapat berjalan beriringan dengan bahasa Inggrs sebagai bahasa global, yang pasti juga tetap berguna untuk dunia globalisasi saat ini. (Christina Noerwiyani, Guru Bahasa Inggris di  SD Santo Antonius 02 Banyumanik, Semarang)

spot_img
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments