Home News Awas, Malioboro Bisa jadi Klaster Baru Covid-19

Awas, Malioboro Bisa jadi Klaster Baru Covid-19

6570
0
Suasana pedestrian Jalan Malioboro, Yogyakarta, Minggu (6/9/2020) sore tetap ramai dikunjungi oleh para wisatawan. (Nuning Harginingsih/ Bernasnews.com)

BERNASNEWS.COM — Caos pemut dhateng Bpk/Ibu ingkang wonten Yogya , sampun tindak Malioboro rumiyin. Sebagian pedagang asongan terkena Covid-19. Menawi boten penting boten sah tindakan … info A1… hati2 ..Demikian bunyi pesan yang viral di media sosial dan beberapa whatsapp group warga masyarakat, Minggu (6/9/2020).

Dalam bahasa Indonesia yang artinya, memberikan peringatan kepada Bapak/Ibu yang berada di Yogya, jangan berpergian ke Malioboro dahulu. Sebagian pedagang asongan terkena Covid-19. Apabila tidak penting tidak usah berpergian, info A1 (dari sumbernya), hati-hati.

Dari hasil konfirmasi Bernasnews.com atas informasi yang viral tersebut kepada Wakil Walikota Yogyakarta Drs. Heroe Poerwadi, MA, Minggu (6/9/2020), menjelaskan, bahwa pada Jumat (4/9/2020) malam ada satu pedagang PKL yang biasa jualan tas dan dompet di zona 3 Malioboro meninggal dunia terkonfirmasi positif Covid-19.

Wakil Walikota Yogyakarta yang juga Ketua Harian Gugus Tugas Covid-19 Kota Yogyakarta Drs. Heroe Poerwadi, MA. (Foto: Istimewa)

“Kronologisnya adalah sebagai berikut, sejak tanggal 20-26 Agustus 2020, pedagang itu masih jualan aktif dari pagi sampai malam di Malioboro. Tanggal 28 Agustus 2020, sudah tidak jualan karena badan terasa demam saat sore hari, lemas dan batuk. Dan tinggal di rumah saja,” jelas Heroe Poerwadi yang juga Ketua Harian Gugus Tugas Covid-19 Kota Yogyakarta.

Tanggal, 1 September 2020, periksa di Puskesmas, Tanggal, 2 September, dibawa ke rumah sakit. Rapid test reaktif. Lanjut Heroe, tanggal 4 hasil Swab keluar konfimasi positif. Pasien meninggal sore harinya dan dimakamkan malam hari itu juga di Kulon Progo.

“Jadi sejak tanggal, 27 Agustus 2020, yang bersangkutan sudah tidak jualan lagi. Dalam upaya tracing sejak Sabtu (5/9/2020) pagi, dua ruas PKL di zona 3 yang ada 8 PKL sudah kita liburkan. Kedua ruas itu yang jualannya berdekatan dengan ibu pedagang PKL yang berumur 68 tahu,” ungkap Heroe.

Dikatakan, sejak Jumat (4/9/2020) malam sudah dilakukan tracing terhadap yang melakukan kontak erat dengan almarhumah. Baik yang ada di sekitar lapak jualan PKL maupun yang ada di sekitar rumah tinggalnya di Wilayah Suryatmatjan, Kecamatan Danurejan, Yogyakarta.

“Keluarganya ada yang kontak erat yaitu, anak menantu dan cucunya. Anak dan menantu yang mengantar berobat ke Puskesmas dan yang sempat menggantikan jualan. Dengan demikian, kontak erat di keluarga maupun di lapak PKL Malioboro sudah diminta isolasi mandiri dan dilakukan tracing,” tegas Wawali Kota Yogyakarta.

Sementara pedagang PKL lainnya masih diijinkan untuk berjualan dan kondisi di Malioboro masih aman. “Sebab yang kontak erat sudah diliburkan dan isolasi mandiri. Termasuk yang sempat salat jamaah dengan almarhumah juga sudah diminta isolasi mandiri,” ungkap Heroe Poerwadi.

Penyebab penularan masih ditelusuri, lanjut Heroe, apakah dari pembeli atau dari lainnya belum bisa ditentukan. “Saat ini, jangan berspekulasi apapun terhadap kasus ini. Sebab yang positif ditemukan 1 orang pedagang, yang lainnya menunggu hasil tracing. Kita berharap tidak meluas, makanya saat ini yang kontak erat kita periksa semua. Hasilnya nanti akan diambil kebijakan lebih lanjut,” kata Heroe.

Suasana lalulintas Jalan Malioboro, Yogyakarta, Minggu (6/9/2020) sore diabaidkan dari dalam mobil. (Nuning Harginingsih/ Bernasnews.com.

Sampai kapan dua ruas pedagang PKL harus diliburkan, Heroe Poerwadi menambahkan, sampai menunggu semua tracing selesai dilakukan. “Kita juga belum sampai meminta pembeli untuk periksa, sebab masih menunggu hasil tracing,” imbuhnya.

Sebagai informasi, sejak tanggal 18 – 27 Agustus 2020 pengunjung yang mengisi QR Code di Malioboro berjumlah 30.116 orang dan yang masuk zona 3 ada 3.698 orang. Tidak semuanya masuk di zona 3 ruas pedestrian barat. Dan Pemkot Yogyakarta sudah mempunyai nomor kontaknya.

“Saatnya nanti jika perlu untuk periksa akan dihubungi melalui whatsapp (WA). Diimbau untuk melakukan protokol Covid-19, terus pakai masker di manapun, tidak berkerumun dan selalu cuci tangan. Mengurangi interaksi, sambil menununggu pemberitahuan lebih lanjut,” pungkas Wawali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi. (ted)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here