Home News Audit Internal Kampus, Jantung Kehidupan Perguruan Tinggi

Audit Internal Kampus, Jantung Kehidupan Perguruan Tinggi

62
0
Acara sosialisasi pelaksanaan audit mutu internal Universitas Widya Mataram (UWM), Senin (25/10/2021). Foto: Tangkapan Layar.

BERNASNEWS.COM — Perguruan tinggi yang ingin maju memerlukan auditor tanggung dan auditi yang menyadari audit internal kampus sangat penting dan strategis. Demikian pernyataan Rektor Universitas Widya Mataram (UWM) Prof Dr Edy Suandi Hamid, MEc dalam acara sosialisasi pelaksanaan audit mutu internal UWM, Senin (25/10/2021).

Prof Edy Suandi Hamid mengatakan, bahwa penjaminan mutu internal yang diperoleh dari audit mutu internal di perguruan tinggi menjadi jantung kehidupan kampus. Bila audit tidak dilaksanakan, maka detak jantung berhenti yang menandakan adanya ancaman kematian.

“Audit internal bukan mencari-cari kesalahan di lingkungan stakeholder perguruan tinggi. audit itu bagian dari proses penjaminan mutu. Tujuannya melihat adakah kesesuaian antara standar pendidikan tinggi oleh internal kampus dan praktik di lapangan,” terang Prof Edy, dalam giat yang digelar secara daring.

Dengan strategi seperti itu, menurut Prof Edy, bisa meningkatkan mutu internal. “Ini bukan saja penting tetapi juga wajib mengacu pada Undang-undang Nomor 12 tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi. Jadi bukan mecari kesalahan,” tegasnya.

Dikatakan, seluruh elemen penyelenggara kampus harus mendukung pelaksanan audit mutu internal, dan jangan menganggap kegiatan ini basa-basi saja.”Audit itu bukan formalitas. Ini harus dijadikan kesadaran untuk kepentingan internal, sebagai bagian dari akuntabilitas publik yang menopang penyelenggaran pendidikan di UWM,” ujar Rektor UWM yang juga ekonom itu.

Ketua Lembaga Penjaminan Mutu UWM Suwarjo. (Foto: Tangkapan Layar)

Ketua Lembaga Penjaminan Mutu UWM Suwarjo menyatakan, bahwa penjaminan mutu di kampus dilakukan dengan proses penetapan pengendalian dan evaluasi penyenggaraan pendidikan tinggi sesuai ketentuan  Undang-undang Nomor 12/2012 tentang Pendidikani.

Menurut Suwarjo, UWM memiliki perangkat sistem penjaminan mutu internal, buku kebijakan sistem penaminan mutu internal, buku manual dan standar mutu serta standar operasional dan formulir penjaminan mutu. “Agar audit bisa membaca standar mutu penyelenggaraan pendidikan di kampus, maka lembaga penjaminan mutu melakukan monitoring dan evaluasi,” ungkapnya.

Sementara Konsultan Audit UWM Faisol AM menyatakan,bahwa audit mutu internal menjadi basis ketersediaan data atau indikator kinerja utama dan kinerja tambahan yang update dari unit universitas, fakultas, dan prodi.

Menurut Faisol, data yang aktual membantu para pengambil keputusan di kampus untuk menentukan kebijakan dan langkah-langkah strategies maupun teknis atau aturan operasian yang perlu diambil oleh yayasan, rektor, dekan, berdasarkan temuan-temuan audit mutu internal (AMI).

“Temuan audit mutu internal menjadi dasar penyusunan program dan anggaran tahunan, bahan referensi kebijakan jangka pendek, menengah, dan panjang, serta dasar menentukan kurikulum, pembelajaran, penelitian dan pengabdian peerguruan tinggi,” pungkas Faisol. (nun/ ted)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here