Home News Aturan Mudik Masih Menunggu Keputusan Menteri Perhubungan

Aturan Mudik Masih Menunggu Keputusan Menteri Perhubungan

599
0
Ketentuan bagi pemudik yang menggunakan sepeda motor, mobil dan bus umum. Sumber : Kadinashub DIY

BERNASNEWS.COM – Sampai saat ini Dinas Perhubungan (Dinhub) DIY masih menunggu Peraturan Menteri Perhubungan untuk menerapkan aturan mudik hari raya Idul Fitri 1441 H. Dan sambil menunggu Peraturan Menhub tersebut, Dinas Perhubungan DIY melakukan sosialisasi dan upaya persuasif kepada masyarakat.

“Benar mas tapi pelaksanaannya menunggu ditetapkan jadi Peraturan Menteri Perhubungan dulu. Sambil menunggu kita persuasif,” kata Tavip Agus Rayanto, Kepala Dinas Perhubungan DIY, ketika dihubungi Bernasnews.com, Jumat (10/4/2020) pagi.

Hal itu disampaikan Kadishub DIY menanggapi berita sebuah media online yang menyebutkan aturan ribet mudik ke Yogyakarta membuat calon pemudik malas pulang.

Menurut Tavip Agus Rayanto, sambil menunggu ditetapkan menjadi Peraturan Menteri Perhubungan, pihaknya melakukan sosialisasi secara persuasif dalam bentuk ajakan dan himbauan. Dan peraturan itu sendiri dibuat oleh Kementerian Perhubungan dan bukan oleh Dinas Perhubungan. “Kami hanya melaksanakan atau menerapkan bila sudah ditetapkan jadi Peraturan Menteri,” kata Tavip Agus Rayanto.

Menurut Tavip Agus Rayanto, aturan tersebut dibuat secara ketat untuk mencegah penyebaran wabah virus Corona yang berpotensi dibawa oleh para pemudik. Dengan aturan yang demikian ketat, menurut Tavip, calon pemudik akan berpikir ulang sebelum memutuskan untuk mudik.

“Mudik lebaran tahun ini bakal lebih ribet dan mahal, karena sesuai skenario yang sedang dimatangkan pemerintah pusat dan daerah, masyarakat dibuat tak tertarik mudik agar terhindar potensi penularan virus corona,” kata Tavip Agus Rayanto.

Beberapa aturan mudik untuk pemudik bus umum, misalnya, harus ada kepastian sudah memiliki tiket sebelum berangkat ke terminal dan wajib membawa surat keterangan sehat. Dan saat berangkat ke terminal tidak boleh menggunakan sepeda motor sebagai penumpang karena tidak memenuhi syarat physical distancing.

Selain itu, harus memakai masker dan pastikan stamina dalam kondisi terbaik, tidak membawa barang yang berlebih, menyiapkan bekal makanan dan minuman sesuai dengan lamanya perjalanan bus.

Sementara bagi pemudik yang menggunakan sepeda motor, cukup pengemudi sendiri atau tidak boleh berboncengan. Dan pemudik yang menggunakan mobil sedan cukup dua orang, yakni seorang pengemudi dan seorang penumpang dengan tetap menjaga jarak. Untuk pemudik yang menggunakan minibus maksimal hanya tiga orang, yakni seorang pengemudi dan dua penumpang dengan tetap menjaga jarak yang ditentukan.

Menurut Tavip, untuk membatasi pemudik ke DIY, tiga jalur masuk DIY akan dijaga oleh petugas gabungan DIY yakni di Jalan Magelang-Yogyakarta, Jalan Wates-Purworejo dan Jalan Yogyakarta-Solo.

Petugas gabungan tersebut juga melibatkan pemerintah desa dalam pengawasan pemudik, termasuk mengawasi lalu- intas wilayah dan akan merazia kendaraan yang masuk. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here