Tuesday, May 17, 2022
spot_imgspot_img
spot_img
HomeOlahragaAtlet Wushu YWI Sinduadi Ikut Berlaga di Ajang Nasional Taolu 2022

Atlet Wushu YWI Sinduadi Ikut Berlaga di Ajang Nasional Taolu 2022

bernasnews.com — Tujuh atlet junior Yayasan Wushu Indonesia (YWI) Sinduadi ikut bertanding dalam ajang Wushu Nasional yang diadakan minggu lalu 18 – 25 April 2022. Pelaksanaan pertandingan ini dilaksanakan secara virtual oleh Pengurus Besar Wushu Indonesia (PBWI) dan diikuti oleh 665 atlet dari seluruh sasana yang ada di Indonesia.

“Pertandingan kali ini menurunkan atlet-atlet junior dengan berbagai kategori  jurus yang ada. Atlet-atlet yang mewakili dari Pengda Wushu Indonesia DIY  ini disesuaikan juga dengan program latihan yang ada di YWI Sinduadi,” terang Humas YWI Sinduadi, Eunike Martanti dalam rilisnya, Kamis (28/4/2022).

Dikatakan Eunike, ketujuh atlet tersebut adalah  Edgard, Vembrianto, Stevent, Vania, Renatha, Ardya, dan Gangga.   

Sementara itu, Ketua YWI Sinduadi Vania Rosalin Irmanto yang sekaligus juga sebagai pelatih mengharapkan pertandingan ini menjadi permulaan untuk para atlet, yang nantinya akan lebih giat berlatih lagi menghadapi pertandingan-pertandingan selanjutnya.

“Atlet-atlet junior ini masih punya kesempatan untuk belajar banyak untuk menjadi lebih baik, “ungkap Vania Rosalin Irmanto.

Atlet YWI Sinduadi menyumbangkan tujuh medali yang terdiri dari 2 medali emas, 1 medali perak, dan 4 medali perunggu. Dua medali emas dipersembahkan oleh Ardyanesly Lordes dalam jurus Dao Shu (Golok Selatan) yang juga meraih 1 perunggu di jurus Chang Quan (Tangan Kosong).

Salah satu atlet wushu dari Yayasan Wushu Indonesia (YWI) Sinduadi yang ikut tanding. (Foto: Kiriman Eunike Martanti)

Sementara Vania Meiliana berhasil mempersembahkan medali emasnya dalam jurus Nan Dao (Golok Utara) dan juga 2 perunggu di jurus Nan Quan (Tangan Kosong) dan Nan Qun (Toya). Medali perak dalam jurus Qiang Shu (Tombak) diraih oleh Renata Chantal Putri Ardina, dan juga satu medali perunggu dalam jurus Jian Shu (Pedang).

“Hasil yang telah dicapai tentunya disyukuri dan atlet boleh berbangga dengan hasil yang sudah dicapai saat ini. Tetapi perjuangan untuk menjadi lebih baik masih jauh dan tidak boleh terlena karena masih banyak tahapan masih harus dilalui,” terang Vania Rosalin Irmanto.  

Menurut dia, meningkatkan diri untuk menjadi lebih baik juga diperlukan. Peran orang tua, sekolah dan masyarakat pemerhati Wushu juga menjadi suatu energi yang akan mendukung keberhasilan ini.

Wushu adalah seni bela diri dari Tiongkok yang cukup unik, karena tidak hanya kekuatan fisik yang diajarkan tetapi sekaligus ada seni di dalamnya. Tangan kosong atau senjata yang digunakan memperindah gerakan-gerakan yang ada.

“Olahan antara beladiri dan seni ini lah yang membuat Wushu terlihat indah sebagai olah raga yang dikenal di masyarakat nasional bahkan internasional,” pungkas Vania Rosalin Irmanto. (ted)

spot_img
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments