Home News Atasi Kekeringan, Global Wakaf ACT DIY Bangun Sumur Wakaf di Gunungkidul

Atasi Kekeringan, Global Wakaf ACT DIY Bangun Sumur Wakaf di Gunungkidul

516
0
Sumur Wakaf yang dibangun oleh Global Wakaf-ACT DIY di Gunungkidul, Selasa (3/3/2019). (Foto: Istimewa)

BERNASNEWS.COM – Mengurai permasalahan kekeringan di Kabupaten Gunungkidul memang memerlukan waktu yang cukup panjang, karena kekeringan dan krisis air bersih di wilayah ini terjadi hampir di setiap musim kemarau.

Salah satu upaya yang dilakukan Global Wakaf-ACT DIY untuk mengatasi masalah periodik ini adalah dengan membangun sumur wakaf. Sumur wakaf ini merupakan program wakaf yang ditujukan untuk mengatasi masalah krisis air bersih di wilayah-wilayah rawan air terutama di Gunungkidul.

Saat ini sudah ada 18 titik sumur wakaf di area DIY untuk membantu mengatasi masalah kekeringan air bersih.

Sumur bor yang dibangun di Dusun Plembutan Barat, Desa Plembutan, Kecamatan Playen ini dibangun diatas tanah wakaf masjid Baiturrahman dan diharapkan dapat membantu keperluan dan aktivitas masjid serta warga Dusun Plembutan Barat, Selasa (5/3/2019).

“Ketika musim kemarau kesusahan memperoleh air bersih, sumur-sumur gali sudah mengering dan PDAM hanya mengalir sekali dalam sepekan, bahkan ketika musim kemarau tahun kemarin cukup lama tidak mengalir” ujar Sunardi, ketua RW setempat.

Sumur bor yang dibangun oleh Global Wakaf-ACT DIY ini adalah sumur bor pertama yang dibangun di Dusun Plembutan.

”Ke depannya pemanfaatan sumur ini tidak hanya untuk kebutuhan dan aktivitas masjid, tapi juga untuk kebutuhan dan aktivitas sehari-hari warga, seperti air minum, minum ternak, dan juga untuk mengaliri perkebunan masyarakat” imbuh Sunardi.

Kharis, koordinator Program Sumur Wakaf menyampaikan ACT akan terus membangun sumur wakaf walaupun sudah masuk musim hujan. Hal ini bertujuan untuk mengantisipasi kekeringan di Gunungkidul saat musim kemarau tiba.

“Dengan adanya keberadaan sumur wakaf ini, masyarakat yang biasanya mengalami kesusahan mendapat air bersih, tahun ini sudah lebih lega karena di dusun mereka sudah ada sumber air bersih, yang semoga akan terus mengalir meski memasuki musim kemarau” pungkasnya. 

Selama ini kendala mengebor di area Gunungkidul adalah jenis tanahnya yang didominasi bebatuan sehingga cukup sulit untuk ditembus mata bor dan tekstur tanahnya yang berongga sehingga kadang menghabiskan puluhan air truk tangki untuk satu kali pengeboran. (*/adh)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here