Thursday, August 18, 2022
spot_img
spot_img
HomeNewsAsyiknya Menjadi 'Penulis Kagetan' di Diklat Jurnalistik Purwokinanti

Asyiknya Menjadi ‘Penulis Kagetan’ di Diklat Jurnalistik Purwokinanti

bernasnews.com – Menjadi ‘penulis kagetan’ merupakan pengalaman mengesankan  bagi peserta diklat jurnalistik Klinik Intan Yogyakarta di ruang pertemuan kantor Kelurahan Purwokinanti, Jalan Harjowinatan Nomor 19, Pakualaman, Yogyakara, Minggu (26/6/2022) malam. Peserta yang terdiri dari staf klinik, staf kelurahan dan warga setempat tampak asyik mengerjakan tugas dadakan dari narasumber. 

Dari alokasi waktu tujuh menit yang diberikan, ada yang mampu menulis tiga halaman kertas blocknote kecil, satu halaman blocknote besar, dan selebihnya satu halaman blocknote kecil. Ada yang cukup jelas terbaca, ada yang agak sulit terbaca.

Secara umum, peserta mengajak sesama warga untuk melaksanakan slogan Kelurahan Purwokinanti “Berlian”, yang bermakna bersih, peduli, indah, asri, dan nyaman. Dengan lima unsur tersebut, warga percaya kehidupan bersama di kelurahan ini akan menjadi lebih baik. Selain itu, peserta juga mengajak mengembangkan potensi warga dan wilayah yang ada serta menjaga keselamatan dan kesehatan bersama.

Purwokinantiku bisa

Penanggungjawab Klinik Intan dr. Asdi Yudiono menulis, “Purwokinantiku Bisa”. Ayo bangkit bersama menyongsong era new normal. Kita libas semua penyakit yang membuat pandemi dan derita. Kita pasti bisa karena mau untuk maju.

Yovie dari Klinik Intan menulis, sehat itu menyenangkan, senang itu menyehatkan. Semboyan Klinik Intan yang selalu teringat setiap berada di ruang tunggu pasien. Sehat bukan hanya fisik, sehat mental juga harus dijaga. Percuma kalau sehat fisik tapi mempunyai mental yang buruk.

Suka ngrasani, mutungan, mudah marah, emosi, gak sabaran, menuduh orang tanpa sebab atau praduga yang salah  terhadap orang lain. Sifat-sifat tersebut harus dijauhkan dari kita supaya kita tidak hanya sehat jasmani, tetapi juga sehat rohani. Untuk itu, imbangi dengan pola makan yang sehat, olahraga, meditasi dan selalu positif thinking serta pilihlah sircle pertemanan dengan orang-orang yang positif.

Semoga sumbangan pemikiran ini dapat menjadi habit dalam menjalani hidup yang lebih baik, menjadikan kita lebih bermakna untuk orang lain dan menjadikan kita lebih menyenangkan.

Ana Titisari dari PKK Purwokinanti menulis, “Harapanku pada Purwokinanti”. Dengan berbagai potensi yang ada, masyarakat yang beragam dan berbudaya dia yakin Purwokinanti menjadi kelurahan yang maju dan bersinar seperti Berlian sesuai dengan taglinenya. 

“Hal ini perlu didukung dan kerja sama yang baik antarlembaga. Terus melakukan kegiatan-kegiatan yang positif dan bermanfaat bagi seluruh warga,” kata Ana dalam tulisannya yang rapi.

Rini Setyaningsih menulis tentang kampung Kepatihan, sebagai kampung budaya dan kampung hijau. Selain terkenal dengan kebudayaannya, potensi lain dari wilayah Kepatihan adalah kerajinan batik, terutama batik tulisnya yang terkenal sangat halus dan mempunyai ciri khas tertentu dengan logo Berlian. Ini menggambarkan bahwa wilayah tersebut bersih, peduli, indah dan nyaman sebagai slogan pembangunan untuk mensejahterakan warga masyarakat Purwokinanti.

Narasumber diklat Ayusandra dan Y.B. Margantoro sependapat dengan Penanggung Jawab Klinik Intan dr. Asdi Yudiono dan Lurah Purwokinanti Moch. Ismail, SH untuk terus mengembangkan potensi staf kelurahan dan warga Kelurahan Purwokinanti dalam berbagai bidang, termasuk pengelolaan web dan komunikasi massa. 

Peserta diklat jurnalistik juga sepakat untuk melaksanakan lomba menulis tentang Kelurahan Purwokinanti dalam tiga bentuk karya yakni fakta, opini dan fiksi. Lomba yang dikoordinasi pengurus Kelurahan Siaga (Kesi) Purwokinanti Tutik ini untuk ikut memeriahkan HUT ke-77 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus 2022. (mar)

spot_img
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments