Home Pendidikan Asyiknya jadi Guru di SMP Negeri 3 Kalasan, Sleman, DIY

Asyiknya jadi Guru di SMP Negeri 3 Kalasan, Sleman, DIY

225
0
Kepala SMP Negeri 3 Kalasan, Sleman, DIY Moh. Tarom, M.M, Narasumber Y.B. Margantoro dan para guru foto bersama dalam acara road show literasi guru di SMP Negeri 3 Kalasan, Sidokerto, Purwomartani, Kalasan, Sleman, Senin (15/11/2021). Foto kiriman : YB Margantoro

BERNASNEWS.COM – Menjadi guru secara umum dan khususnya sesuai dengan mata pelajaran (mapel) yang diampu masing-masing guru itu mengasyikkan. Mengapa asyik, karena guru membukakan pintu pengetahuan, wawasan, keterampilan dan karakter anak didik. Sehingga diharapkan anak didik menjadi pribadi yang cerdas, taqwa, mandiri dan mampu bersaing di masa depan.

“Meski tugas pengabdian guru itu banyak dan cukup berat, namun guru tidak boleh berhenti belajar dan berkarya. Salah satu kompetensi yang harus dimiliki sejak dulu hingga kini adalah literasi. Harapannya, kalau guru sudah berkompenten di bidang literasi dapat menguatkan diri sendiri dalam membimbing anak didik,” kata Kepala Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMP N) 3 Kalasan, Sleman, DIY Moh Tarom MM ketika membuka road show literasi guru bertajuk Menulis untuk Media Massa dan Buku di sekolah setempat, Sidokerto, Purwomartani, Kalasan, Sleman, DIY, Senin (15/11/2021).

Pegiat literasi YB Margantoro menyerahkan buku Gelisahku di Masa Pandemi kepada penulis Susilowati, S.Pd. dan Kepala SMP N 3 Kalasan, Sleman Moh Tarom MM di sekolah setempat, Senin (15/11/2021). Foto : Kiriman YB Margantoro

Tampil sebagai narasumber road show ini adalah Pegiat Literasi YB Margantoro. Pada kesempatan ini, narasumber memberikan buku bertajuk Gelisahku di Masa Pandemi (2021) karya Guru Bahasa Indonesia SMP N 3 Kalasan Susilowati SPd kepada Moh Tarom dan kepada penulis buku tersebut. Kepala sekolah memberikan apresiasi tinggi kepada Susilowati dan berharap hal ini dapat ditiru sesama guru dan ditularkan kepada siswa didik.

Matematika itu bermanfaat

Guru Matematika Tri Emiandriyani SPd mengemukakan, banyak siswa menganggap matematika sebagai momok. Padahal sebenarnya matematika sangat bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari. Terutama dalam mengasah untuk berpikir logis dan matematika. Dengan berpikir logis sebenarnya siswa dapat memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari.

“Salah satu contoh penerapan matematika dalam kehidupan sehari-hari adalah materi Aritmatika Sosial. Siswa dapat menentukan harga jual, harga beli, untung, rugi dan diskon. Dengan mempelajari materi tersebut diharapkan siswa dapat melakukan analisis sehingga dapat menetapkan keputusan untuk memecahkan masalah dengan baik,” kata dia.

Guru IPS Marinah SPd mengatakan, mengampu mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) sangat menarik karena manfaatnya dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Contoh dapat diamati di sekitar lingkungan dan materi pengayaaan mudah dicari di internet. Apalagi dalam pembelajaran menggunakan metode yang menyenangkan, misalnya dengan gambar, video dan interaktif.  “IPS merupakan gabungan dari ilmu sosial Geografi, Ekonomi, Sejarah dan Sosiologi,” kata dia.

Road show literasi guru ini selain diisi dengan pemaparan narasumber, juga dilakukan dialog dan menulis langsung tentang kebermaknaan kata bagi kehidupan. (*/lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here