Home News Asosiasi Pendeta Indonesia Dukung Polri Menindak Tegas Pelaku Penodaan Agama

Asosiasi Pendeta Indonesia Dukung Polri Menindak Tegas Pelaku Penodaan Agama

161
0
Surat pernyataan DPP Asosiasi Pendeta Indonesia, 26 Agustus 2021. Foto: Istimewa

BERNASNEWS.COM – Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Pendeta Indonesia (DPP API) mengeluarkan pernyataan sikap menyikapi kasus ujaran kebencian dan penodaan agama yang dilakukan sejumlah pihak. Sebab, pelaku ujaran kebencian dan penodaan agama menciderai harmonisasi kehidupan berbangsa dan bernegara. Beberapa oknum yang membuat narasi-narasi kebencian tersebut merusak harmonisasi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dalam pernyataan sikap yang ditandatangan Ketua Umum DPP API Pdt Drs Harsanto Adi S MM MTh dan Wakil Sekretaris Jenderal Pdt Estefanus Balaati STh, tertanggal 26 Agustus 2021, DPP API menyampaikan 3 hal penting:

1. menghimbau kepada semua pihak untuk terus membangun komunikasi yang baik, melakukan berbagai perjumpaan demi mewujudkan Indonesia yang aman dan damai meski dalam berbagai perbedaan.

2. mengajak dan menghimbau kepada para tokoh agama untuk senantiasa memberikan ceramah atau khotbah yang tidak menyinggung dan melukai pemeluk agama atau kepercayaan yang lainnya.

3. mendukung Polri dan penegak hukum lainnya dalam menindak persoalan terkait ujaran kebencian dan penodaan agama yang berada di wilayah hukum Republik Indonesia dengan bersikap adil dan tidak tebang pilih seperti yang telah diatur dalam UUD 45 Pasal 27.1 “Segala warga negara bersamaan kedudukannya di dalam hukum dan pemerintahan dan wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya.”

Menurut DPP API, di tengah pandemi dan di samping semua pihak berusaha gotong-royong untuk mengatasi pandemi, para tokoh dan pimpinan agama perlu menyelenggarakan banyak perjumpaan lintas agama dan lintas budaya melalui media virtual dalam rangka membangun harmonisasi kehidupan berbangsa dan bernegara. Namun hal ini justru terciderai oleh beberapa oknum yang menyatakan narasi-narasi kebencian yang justru merusak harmonisasi kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Kewajiban pemerintah dan penegak hukum untuk mengingatkan, memperingatkan dan mengambil tindakan demi ketertiban dan terjaganya ruang harmonisasi. Namun ada sisi yang selama ini menurut kami tidak adil adalah masih adanya tebang pilih dalam menetapkan tersangka dan terdakwa pada kasus ujaran kebencian dan penondaan agama,” tulis DPP API dalam pernyataan sikap yang beredar luas di beberapa grup whatsapp yang juga diterima Bernasnews.com pada Kamis, 26 Agustus 2021 malam.

DPP API pun meminta semua pihak agar dapat menahan diri untuk tidak mudah terprovokasi dengan narasi-narasi di medsos yang mengadu domba antar umat. “Marilah terus kita bangun perjumpaan lintas iman dan lintas budaya, bersatu melawan pandemi Covid-19, bersatu untuk mendukung upaya pemulihan ekonomi dan ikut menjaga stabilitas sosial, politik dan keamanan,” ajak DPP API. (*/lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here