Home News ASMI Santa Maria Yogyakarta Gelar UAS secara Daring

ASMI Santa Maria Yogyakarta Gelar UAS secara Daring

198
0
Proses Ujian Akhir Studi mahasiswa Public Relations ASMI Santa Maria dilakukan secara daring guna menerapkan protocol kesehatan secara ketat, Rabu (7/7/2021). Foto: Kiriman Nuh Triyatman.

BERNASNEWS.COM — Mengakhiri proses pembelajaran semester genap tahun 2020/2021, Program Studi Public Relations ASMI Santa Maria Yogyakarta melakukan proses Ujian Akhir Studi (UAS) bagi mahasiswa tingkat akhir secara daring melalui zoom meeting, Rabu (7/7/2021).

Sementara ujian keseluruhan diselenggarakan pada tanggal 28 Juni hingga 7 Juli 2021, yang diikuti 16 mahasiswa peserta ujian. Diadakan ujian secara daring bertujuan untuk mencegah adanya penyebaran virus Covid-19 yang semakin merajalela dengan varian baru yang lebih berbahaya. Selain itu bertujuan untuk tetap menerapkan protocol kesehatan dan menghindari kerumunan.

Suasana presentasi oleh peserta ujian. (Foto: Kiriman Nuh Triyatman)

Ujian dimulai pada pukul 07:30 WIB dengan pembacaan prosedur pelaksanaan ujian oleh Kurnia Dyah Marhaeni selaku Ketua Penguji dan doa pembuka yang dipimpin oleh Nuh Triyatman sebagai peserta ujian. Setelah doa pembuka selesai dilanjutkan presentasi oleh peserta ujian selama 15 menit.

Kemudian tahap berikutnya proses pengujian mahasiswa yang dilakukan oleh Yulius Pribadi selaku dosen Penguji 1, Bambang Darmadi selaku dosen Penguji 2, dan Kurnia Dyah Marhaeni selaku ketua Penguji dengan ketentuan setiap dosen melakukan pengujian kurang lebih 25 menit.

Suasana ujian ASMI Satara Maria Yogyakarta, Rabu (7/7/2021), melalui zoom. (Foto: Kiriman Nuh Triyatman)

Selesai proses ujian, mahasiswa peserta ujian diminta untuk meninggalkan ruang zoom sementara dan diminta masuk kembali untuk pemberitahuan hasil ujian. Lalu ujian ditutup dengan doa penutup oleh mahasiswa peserta ujian.

Dalam acara penutupan, Yulius Pribadi menyampaikan pesan kepada mahasiswa yang telah selesai melaksanakan ujian mengatakan, bahwa perpedoman dengan satu hal sangatlah diperbolehkan akan tetapi harus tetap belajar lebih banyak.

“Didalam melakukan sesuatu boleh meyakini satu hal yang menjadi pedoman. Tapi harus tetap belajar lagi untuk menambah ilmu pengetahuan agar dalam perubahan situasi tidak terjadi kebingungan.” pesan Yulius Pribadi. (Nuh Triyatman, Mahasiswa Public Relations ASMI Santa Maria Yogyakarta)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here