Home Pendidikan Asesmen Nasional untuk Perencanaan Perbaikan Mutu Pendidikan

Asesmen Nasional untuk Perencanaan Perbaikan Mutu Pendidikan

172
0
Kepala SD Negeri 1 Godean 1 Drs Rahmat Susila dan narasumber Pegiat Literasi YB Margantoro foto bersama peserta di SD Negeri Godean 1 Sleman, Selasa (19/10/2021). Foto : Kiriman YB Margantoro

BERNASNEWS.COM – Asesmen Nasional (AN) dimaksudkan untuk menghasilkan potret komprehensif yang berguna bagi satuan pendidikan dan pemerintah daerah untuk melakukan evaluasi diri dan perencanaan perbaikan mutu pendidikan. Ada tiga instrumen AN yakni Asesmen Kompetensi Minimum. Survey Karakter dan Survey Lingkungan Belajar.

Hal tersebut mengemuka dalam sosialisasi Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) dan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) yang disampaikaan oleh Pengawas Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman Drs Jumari MPd dan Ketua Musyawarah Kelompok Kerja Kepala Sekolah (MKKKS) SD Kabupaten Sleman Drs Rahmat Susila yang diikuti 32 kepala SD se-Kapanewon Godean di SD Negeri Godean 1, Sleman, Selasa (19/10/2021). Pada kesempatan tersebut, juga tampil sebagai pembicara Pegiat Literasi YB Margantoro yang menyajikan materi “Bila Guru Menulis Buku”

Menurut Jumari dan Rahmat Susila, AKM untuk mengukur hasil belajar kognitif peserta didik dalam literasi membaca dan numerasi. Survey karakter dimaksudkan untuk mengukur hasil belajar nonkognitif peserta didik berupa sikap, kebiasaan, nilai pada enam aspek Profil Pelajar Pancasila yaitu beriman, bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa dan berakhlak mulia; bernalar kritis; mandiri; kreatif; bergotong royong dan berkebinekaan global.

Sosialisasi Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) dan Asesmen Berbasis Nasional Komputer (ABNK) dengan narasumber Drs Jumari, MPd dan Drs Rahmat Susila di SD Negeri Godean 1 Sleman, Selasa (19/10/2021). Foto: YB Margantoro

“Sedangkan survey lingkungan belajar  dimaksudkan untuk mengukur kualitas lingkungan pada satuan pendidikan yang berupa iklim keamanan, iklim inklusivitas dan kebinekaan, serta kualitas pembelaran pada sebuah satuan pendidikan,” kata Jumari.

Rahmat Susila yang juga Kepala SD Negeri Godean 1 mengatakan, ada perbedaaan antara Ujian Nasional  (UN) dan Asesmen Nasional (AN). UN dimaksudkan untuk menilai hasil belajar peserta didik pada akhir jenjang, mengukur capian individual peserta didik, perserta seluruh perserta didik kelas 9, 12. Dan adanya laporan individu pesertaa atau SHUN.

“Sedangkan AN dimaksudkan untuk mengevaluasi kualitas pendidikan; memotret input, proses, dan hasil belajar pada satuan pendidikan. Dalam AN,  peserta meliputi siswa (sampel kelas 5, 8, 11), guru dan kepala sekolah, serta ada laporan satuan pendidikan,” katanya.

Keberhasilan GLS SD

Pegiat literasi YB Margantoro mengemukakan, kepala sekolah di satuan pendidikan sekolah dasar (SD) sangat menentukan keberhasilan pencapaian pelaksanaan gerakan literasi sekolah (GLS) di SD. Ekosistem pendidikan yang literat adalah lingkungan yang menyenangkan dan ramah peserta didik sehingga menumbuhkan semangat warganya dalam belajar.

“Selain itu, semua warganya menunjukkan empati, peduli dan menghargai sesama. Kemudian menumbuhkan semangat ingin tahu dan cinta pengetahuan. Warga sekolah  juga mampu berkomunikasi dan dapat berkontribusi kepada lingkungan sosialnya serta mengakomodasi partisipasi seluruh warga sekolah dan lingkungan eksternal sekolah dasar,”  kata dia.  (*/lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here