Home Ekonomi Arumanis Haji Ardi Tetap Eksis di Tengah Wabah Virus Corona

Arumanis Haji Ardi Tetap Eksis di Tengah Wabah Virus Corona

64
0
Dirut LPDB-KUMKM Kementerian Koperasi UKM Drs Supomo Ak MM (kanan) dan Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSi (kiri) bersama pejabat Kementerian Koperasi & UKM RI lainnya saat berkunjung ke rumah produksi di Jalan Raya Berbah, Babadan Kadipolo, Sendangtirto, Kecamatan Berbah, Kabupaten Sleman, Selasa (25/8/2020). Foto : Facebook Ardi Sehami

BERNASNEWS.COM – Produk snack jadul Arumanis Haji Ardi tetap eksis di tengah pandemi virus Corona atau Covid-19. Dan dengan segala upaya yang dilakukan di tengah wabah virus Corona yang berdampak langsung pada perekonomian nasional, termasuk UMKM, snack jadul yang dirintis Haji Ardi Sehami sejak tahun 2011 ini tetap bertahan, bahkan tidak melakukan PHK terhadap karyawan seperti yang dilakukan UMKM lainnya.

“UMKM snack jadul Arumanis Haji Ardi sangat membantu pemerintah dalam menciptakan lapangan kerja dan mengurangi pengangguran,” kata H Ardi Sehami, pemilik UMKM Snack Jadul Arumanis Haji Ardi yang juga Anggota DPRD Sleman, kepada Bernasnews.com melalui layanan pesan whatsapp, Selasa (25/8/2020).

Hal itu disampaikan putra asal Lembor, Manggarai Barat, Flores, NTT ini berkaitan dengan kunjungan Dirut LPDB-KUMKM Drs Supomo Ak MM bersama Direktur Umum dan Hukum, Kepala Divisi Umum, Kabag Humas, Kabag SDM bersama 38 karyawan baru LPDB-KUMKM serta Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSi dan sejumlah Anggota DPRD Sleman di UMKM Snack Jadul Haji Ardi di Jalan Raya Berbah, Babadan Kadipolo, Sendangtirto, Kecamatan Berbah, Kabupaten Sleman, Selasa (25/8/2020).

H Ardi Sehami didampingi Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSi (kiri) memberikan keterangan kepada wartawan di rumah produksi snack jadul arumanis di Jalan Raya Berbah, Babadan Kadipolo, Sendangtirto, Kecamatan Berbah, Kabupaten Sleman, Selasa (25/8/2020). Foto : Facebook Ardi Sehami

Menurut Anggota Fraksi PAN DPRD Kabupaten Sleman ini, pemerintah pusat dan daerah perlu memberikan perhatian kepada UMKM, terutama dalam hal permodalan dan alat produksi serta pendampingan usaha kepada pelaku UMKM, terutama di masa-masa sulit seperti sekarang sebagai dampak pandemi Covid-19.

Dikatakan, usaha snack jadul yang dirintis sejak 11 Mei 2011 ini bisa bertahan karena ia mampu membangun semangat masyarakat untuk bisa memulai bisnis dari hal-hal yang kecil. Selain itu, snack jadul arumanis yang diproduksi hingga kini masih mempertahankan sisi ke­tradisionalan, seperti mesin yang dipakai, cara pembuatan, tanpa pengawet, tanpa pemanis buatan dan tanpa bahan perasa makanan.

Dirut LPDB-KUMKM Kementerian Koperasi UKM Drs Supomo Ak MM (kanan) dan Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSi (kiri) bersama pejabat Kementerian Koperasi & UKM RI lainnya saat berkunjung ke rumah produksi di Jalan Raya Berbah, Babadan Kadipolo, Sendangtirto, Kecamatan Berbah, Kabupaten Sleman, Selasa (25/8/2020). Foto : Facebook Ardi Sehami

Kunjungan LPDB-KUMKM ke rumah produksi Arumanis Haji Ardi ini dalam rangka melihat secara langsung proses produksi Arumanis yang diproduksi secara manual tradisional dengan menggunakan tenaga manusia. Selain itu,untuk mengetahui strategi dan kiat-kiat yang dilakukan hingga snack jadul ini tetap eksis di masa pandemi Covid-19 dengan tidak merumahkan dan mem-PHK karyawan.

Dirut LPDB-KUMKM Kementerian Koperasi UKM Drs Supomo Ak MM mengatakan mengapresiasi dan mendukung kemajuan UMKM. Ia juga sempat mencoba membuat arumanis di rumah produksi Arumanis Haji Ardi. (lip)



LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here