Monday, June 27, 2022
spot_imgspot_img
spot_img
HomeNewsAres Brilatin, Guru SD N Bumijo Jogja yang Pintar Mendongeng

Ares Brilatin, Guru SD N Bumijo Jogja yang Pintar Mendongeng

bernasnews.com – Dongeng dan mendongeng adalah dunia hiburan anak-anak, pendidikan dan peradaban. Hampir setiap anak di dunia ini tahu dan pernah mendengarkan dongeng dari orangtua, guru atau orang lain. Betapa mengasyikkan dongeng dan aneka kisah di dalamnya. Tidak pelak lagi, dari nilai-nilai keutamaan yang disampaikan dalam dongeng, akan membentuk karakter anak. Selain itu, fantasi atau imajinasi anak akan bertumbuh.

Salah seorang pendidik yang menyukai dan menekuni aktivitas mendongeng adalah Ares Brilatin, S.Pd.. seorang guru di Sekolah Dasar Negri (SD N) Bumijo Yogyakarta. Bukan hanya suka dan mampu mendongeng, pengurus Komunitas Penulis Guru (KPG) Hayam Wuruk 11 Yogyakarta ini juga menjadi pengurus Komunitas Ayo Dongeng Indonesia.     

“Dengan aktif di Ayo Dongeng Indonesia saya merasa mampu meningkatkan kemampuan mendongeng dan semakin mencintai dongeng. Saya berkomitmen terus menggiatkan literasi dimulai dari lingkungan keluarga. Dari lingkungan keluarga akan lebih mudah menumbuhkan budaya literasi baik menulis, membaca, maupun bercerita. Karena keluarga adalah tempat berbagi kasih sayang, maka segala sesuatu yang diajarkan tentu atas dasar memberi dan menerima kasih sayang. Termasuk mengajarkan budaya literasi,”  kata Ares kepada bernasnews.com di Yogyakarta, Selasa (21/6/2022).  

Kagumi Kak Seto

Wanita kelahiran Pati, 4 Februari 1990 ini bernama lengkap Ares Brilatin. Saat mendongeng, dia kerap disapa Kak Ares. Berprofesi sebagai guru di SD Negeri Bumijo Yogyakarta, menjadikan dia dekat dengan anak-anak. Selain sebagai guru, wanita yang mengaku mengagumi Kak Seto Mulyadi ini juga dikenal sebagai pegiat literasi, penulis, dan pendongeng. Ares merasa dirinya mempunyai pandangan yang sesuai dengan sosok idolanya tersebut dalam hal hak anak. Dia meyakini bahwa anak akan mampu berkembang dengan baik apabila hak-hak dasarnya terpenuhi.

Empat hak dasar anak menurut Kak Seto Mulyadi dari Komnas Perlindungan Anak adalah hak hidup lebih layak, hak tumbuh dan berkembang, hak perlindungan, serta hak berpartisipasi atau hak partisipasi

Hak-hak dasar anak perlu diketahui oleh orang tua, saudara, tetangga dan orang lain di sekitarnya. Untuk itulah dia mengajak mengenal dan memaham hak dasar anak melalui literasi yang dia giatkan. Ares aktif menulis cerita anak yang memuat nilai kebaikan yang dapat diteladani pembaca khususnya anak-anak. Dia juga aktif mendongeng dengan menjadi bagian dari Komunitas Ayo Dongeng Indonesia.

Dalam komunitas ini, Ares tidak hanya tampil sebagai pendongeng tetapi juga berkontribusi sebagai pengurus. Dia menjadi salah satu pengurus Ayo Dongeng Indonesia pada tim Kelas Dongeng dan Dongeng Kejutan. Dia ditunjuk langsung oleh Kak Nia Ramlan untuk menjadi pengurus di Ayo Dongeng Indonesia.

“Saya Nia, Koordinator Divisi Program Kelas Dongeng dan Dongeng Kejutan di komunitas Ayo Dongeng Indonesia. Saya mengajak Kak Ares bergabung di kepengurusan karena melihat keaktifannya di kegiatan komunitas. Kelihatan ingin belajar dan berkembang di komunitas ini dan bersedia meluangkan waktu untuk turut bersama-sama membangun dan mengaktifkan program reguler yang berjalan di komunitas. Sama-sama ingin berkontribusi bagi anak-anak Indonesia melalui cerita baik yang disampaikan melalui dongeng,” kata Ares menirukan pernyataan Nia.  

Kembalikan budaya mendongeng

Lebih lanjut Ares Brilatin mengemukakan, Ayo Dongeng Indonesia atau AyoDI adalah sebuah komunitas dongeng yang didirikan sejak 2011. Komunitas berbasis kerelawan ini memiliki misi utama yaitu mengembalikan budaya mendongeng ke tengah masyarakat Indonesia. AyoDI meyakini bahwa mendongeng adalah sebuah kegiatan yang menyenangkan dan juga bermanfaat, terutama bagi anak-anak.

Sebagai pelestari dongeng, AyoDI menjalankan tiga program utama dalam menjalankan misinya, yaitu program reguler Dongeng Kejutan dan Kelas Dongeng, serta program tahunan Festival Dongeng Internasional Indonesia (FDII). Festival ini merupakan kampanye besar untuk menggaungkan ajakan mendongeng di tengah masyarakat dan menjadikan dongeng sebagai tren dalam dunia pendidikan dan hiburan, terutama untuk anak-anak.

“Bagi saya, Ayo Dongeng Indonesia memberi banyak ilmu dan pengalaman dalam menggiatkan literasi. Selain berkesempatan belajar mendongeng dari para pendongeng ahli, komunitas ini juga rutin menggelar kegiatan peningkatan keterampilan regular setiap bulan dalam Kelas Dongeng. Meski dinamai Kelas Dongeng, nyatanya kegiatan ini tidak hanya memberi pelatihan mendongeng. Kelas Dongeng juga memberikan pelatihan menulis berbagai jenis tulisan, berbagi ilmu parenting, dan sharing tentang isu lain yang sedang hangat diperbincangkan di masyarakat,” kata Ares Brilatin, S.Pd. (mar)

spot_img
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments