Home News Aplikasi Pemantau Kecepatan Aliran Darah Hemat Biaya

Aplikasi Pemantau Kecepatan Aliran Darah Hemat Biaya

390
0
Mahasiswa Prodii Informatika Program Magister FTI UII Muhammad Zakariyah (kanan) didampingi Ketua Program Studi Informatika, Program Magister FTI UII Izzati Muhimmah ST MSc PhD saat memberi penjelasan kepada wartawan tentang hasil penelitiannya di Kampus Program Pascasarjana (PPs) Prodi Informatika FTI UII, Jumat (28/2/2020). Foto : Philipus Jehamun/Bernasnews.com

BERNASNEWS.COM – Mahasiswa Prodii Informatika Program Magister FTI UII Muhammad Zakariyah berhasil mengembangkan aplikasi pemantau kecepatan aliran darah atau Blood Flow Velocity/BFV dan tekanan darah atau Blood Pressure/BP). Penggunaan aplikasi untuk menganalisis multiparameter biosignal tersebut berguna sebagai pemantau perkembangan terapi penderita stroke iskemik usia lanjut tanpa diabetes melitus (DM) dan menghemat biaya bagi penderita/keluarga penderita.

“Dengan aplikasi ini biaya pengobatan stroke menjadi lebih hemat. Sebab pasien penderita stroke tidak perlu melakukan Computed Tomography (CT) scan untuk mengetahui perkembangan terapinya,” kata Izzati Muhimmah ST MSc PhD, Ketua Program Studi Informatika Program Magister FTI UII, yang mendampingi Muhammad Zakariyah dalam memberikan keterangan kepada wartawan di kempus setempat, Jumat (28/2/2020).

Muhammad Zakariyah (kanan) bersama Izzati Muhimmah ST MSc PhD di Kampus Program Pascasarjana (PPs) Prodi Informatika FTI UII, Jumat (28/2/2020). Foto : Philipus Jehamun/ Bernasnews.com

Menurut Izzati Muhimmah, penelitian ini memang masih menggunakan data sekunder dari Amerika Serikat. Namun, tidak ada perbedaan antara penderita stroke di Amerika Serikat dan Indonesia.

Sementara Muhammad Zakariyah menjelaskan, biosignal mampu memberikan informasi mengenai kondisi tubuh, termasuk kondisi fisiologis penderita stroke iskemik. Regulasi darah di dalam otak diatur melalui mekanisme Cerebral Autoregulation (CA). Beberapa parameter yang dapat digunakan untuk mengetahui mekanisme ini adalah kecepatan aliran darah (Blood Flow Velocity/BFV) dan tekanan tekanan darah (Blood Pressure/BP).

Dikatakan, stroke juga berkaitan dengan aktivitas sistem saraf, yang direpresentasikan melalui Heart Rate Variability (HRV). “Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui hubungan ketiga biosignal tersebut dan pengaruhnya terhadap fisiologis penderita stroke iskemik. Subyek penelitian dibagi menjadi dua kelompok (20 stroke dan 20 control),” kata Zakariyah yang pada hari Sabtu (29/2/2020)diwisuda di Auditorium Abdul Kahar Mudzakkir Kampus Terpadu UII bersama ratusan wisudawan/i lainnya.

Muhammad Zakariyah (kanan) mempresentasikan metodologi penelitiannya di hadapan wartwan di Kampus Program Pascasarjana (PPs) Prodi Informatika FTI UII, Jumat (28/2/2020). Foto : Philipus Jehamun/ Bernasnews.com

Menurut Zakariyah, data BFV didapatkan pada bagian Middle Cerebral Artery (MCA), sedang BP didapatkan melalui arteri lengan pada bagian atas dan elektrokardiogram dengan tiga lead dipasang di bagian dada. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara BP dan BFV pada kelompok control (p-value < 0.05; r = -0.574).

Korelasi ini tidak ditemukan pada kelompok stroke. Sebaliknya hubungan antara BP dan HRV hanya ditemukan pada kelompok stroke, yang disebabkan oleh tingginya aktivitas saraf simpatetik (p-value < 0.05 dan r > 0.4) pada parameter SDRR, RMSSD, CVRR, LF dan SD1.

Pada kelompok control, tidak terdapat hubungan antara HRV dengan BP. Hubungan antara BFV dan HRV pada kelompok control tidak ditemukan secara statistik, namun pada kelompok stroke, hubungan ini terlihat pada parameter LF dan Rasio LF/HF (p-value < 0.05; r > 0.4).

“Berdasarkan temuan dari penelitian ini, parameter yang dapat digunakan untuk menjelaskan karaketeristik penderika stroke di semua posisi adalah MeanRR, VLF, dan LF,” kata Zakariyah yang lulus dengan predikat cumlaude.

Menurut Zakariyah, aa tiga kesimpulan dari hasil penelitian ini. Pertama, BP pada kelompok stroke iskemik dengan beberapa eksklusi lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok control. Sedangkan BFV pada kelompok stroke iskemik lebih lambat daripada kelompok control. Dan hampir semua parameter pada Heart Rate Variability (HRV) pada kelompok stroke iskemik lebih rendah daripada kelompok control.

Kedua, pada kelompok control, BP berbanding terbalik dengan BFV (p-value < 0.05 dan r ≥ 0.5). Pada penderita stroke iskemik, mekanisme ini tidak dapat bekerja dengan baik, sehingga tidak ditemukan korelasi antara BP dan BFV. Terdapat hubungan antara BP dengan HRV pada kelompok stroke iskemik, yang disebabkan oleh tingginya aktivitas saraf simpatetik (p-value < 0.05 dan r > 0.4). Hubungan antara BFV dengan HRV juga hanya ditemukan pada kelompok stroke (p-value < 0.05 dan r > 0.4).

Dan ketiga, parameter pada HRV yang dapat digunakan untuk membedakan karakteristik penderita stroke iskemik yaitu SDRR, CVRR, LF, dan VLF yang merepresentasikan aktivitas simpatetik dan parasimpatetik, serta RMSSD dan SD1 yang menunjukkan aktivitas saraf parasimpatetik. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here