APBN Dikelola Hati-hati dan Akuntabel, Defisit Turun dan Penarikan Utang Batal

    80
    0
    Staf Khusus Menteri Keuangan RI Yustinus Prastowo. Foto : Anton Sumarjana

    BERNASNEWS.COM – Pengelolaan APBN yang hati-hati dan akuntabel berbuh manis. Selain defisit anggaran turun, penarikan utang pun turun secara signifikan. Bahkan penarikan utang baru sebesar Rp 300 triliun batal dilakukan.

    Tata kelola APBN yang hati-hati dan akuntabel berbuah turunnya defisit dan berkurangnya penarikan utang secara signifikan: Rp 300 T. Mantap Bu Sri Mulyani! RI Batal Tarik Utang Baru Rp 300 T,” cuit Yustinus Prastowo, Staf Khusus Menteri Keuangan, di akun twitternya @prastow yang dikutip Bernasnews.com.

    Menanggapi cuitan warganet yang bernada tidak setuju dengan bertambahnya utang pemerintah, menurut Yustinus Prastowo, harus dipahami mengapa utang pemerintah naik signifikan. Menurut Yustinus Prastowo, hal itu terjadi karena pandemi Covid-19.

    Selama pandemi Covid-19, utang antara lain digunakan untuk vaksinasi, perawatan kesehatan, insentif tenaga kesehatan, perlindungan sosial, insentif usaha dan lain-lain. Dan sejauh ini pembayaran utang lancar dan terus dikelola dengan baik.

    Jadi gini, kalaulah Anda tdk setuju dengan utang, musti paham kenapa utang naik signifikan? Karena pandemi. Dipakai buat apa? Vaksinasi, perawatan kesehatan, insentif nakes, perlindungan sosial, insentif usaha. Sejauh ini pembayaran utang lancar dan terus dikelola dg baik,” kata Yustinus Prastowo.

    (lip)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here