Home News APBD 2020 Kota Yogyakarta Fokus pada 5 Kebijakan Prinsip

APBD 2020 Kota Yogyakarta Fokus pada 5 Kebijakan Prinsip

816
0
Wakil Walikota Kota Yogyakarta yang juga Ketua Harian Gugus Tugas Covid-19 Kota Yogyakart Drs Heroe Poerwadi MA saat menyerahkan plakat Pantib For School TK Negeri 3 Yogyakarta kepada Kepala Sekolah, Kamilah SPd, Jumat (13/9/2019). Foto : Tedy Kartyadi/ Bernasnews.com

BERNASNEWS.COM – Pemkot Yogyakarta saat ini tengah menyusun ulang APBD agar fokus dan mengalokasikan anggaran untuk penanganan wabah Covid-19 dan mengatasi dampaknya.

Sebagaimana sudah disampaikan dalam musrenbang Kota Yogyakarta, pekan lalu, refokusing dan realokasi APBD Kota Yogyakarta diarahkan pada 5 kebijakan prinsip, yaitu penanganan masalah Covid-19, pemulihan sosial ekonomi, bantuan dan afirmasi bagi warga yang terdampak, proses kebangkitan sosial ekonomi Kota Yogyakarta dan selektif pada kebijakan strategis RPJMD.

“Semoga pertengahan April ini, semua perubahan APBD segera bisa dijalankan, sehingga tercukupi anggaran untuk program dan kegiatan 5 kebijakan prinsip di atas. Dan kita semua harus secepatnya menyelesaikan persoalan yang ada di hadapan kita semua,” kata Drs Heroe Poerwadi MA, Wakil Walikota Yogyakarta yang juga Ketua Harian Gugus Tugas Penanganan Covid-19 dalam rilis yang dikirim kepada Bernasnews.com, Selasa (14/4/2020).

Dikatakan, dengan keterbatasan anggaran, bersama pemerintah pusat dan DIY, Pemkot Yogyakarta sudah menyiapkan skema bantuan dan rencana pemulihan kesehatan, sosial dan ekonomi bagi yang terdampak.

“Di kelurahan nanti kita jadikan Lumbung Pangan Kampung, yang akan jadi pusat distribusi bantuan-bantuan, termasuk bantuan dari masyarakat luas dan korporasi. Bantuan akan dikirimkan langsung ke rumah-rumah yang berhak, sehingga tidak ada antrian dan kerumunan,” kata Heroe Poerwadi.

Dikatakan, kita semua merasakan bahwa akibat Covid-19 sendi-sendi kehidupan kita mengalami penurunan. Tidak hanya masalah kesehatan, tetapi juga permasalahan ekonomi dan sosial, setiap warga dan para wirausahawan mengalami stagnasi dan penurunan produktifitas.

Otomatis, keuangan pemerintah pun mengalami penurunan drastis. Pendapatan Pemkot Yogyakarta yang digunakan untuk membiayai program-program pun mengalami penurunan, sehinggai APBD 2020 juga mengalami pengurangan anggaran. Hal ini berakibat pada beberapa program dan kegiatan harus dipangkas dan diefisienkan, dan diarahkan untuk penanganan Covid-19.

Ia pun mengucapkan terimakasih kepada seluruh warga, ormas atau korporasi yang sudah mendahului dengan gotong-royong membantu tetangga di lingkungan terdekat yang perlu dibantu.

“Alhamdulillah, rasa kebersamaan dan saling peduli terus tumbuh di bumi istimewa Yogyakarta. Kondisi akibat Covid-19 telah menguatkan ikatan solidaritas warga Jogja Istimewa, yaitu yang cukup membantu yang kurang. Saatnya kita semua saling menguatkan, saling membantu, saling mendukung, gotong-royong dan gandeng-gendong memanggil kita semua, untuk membantu yang terdampak agar kita semua bersama-sama bisa bangkit kembali,” kata mantan wartawan ini. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here