Home News Antisipasi Penyebaran Corona, Panitia Hari Nyepi Nasional Imbau Warga Sakit Tak Perlu...

Antisipasi Penyebaran Corona, Panitia Hari Nyepi Nasional Imbau Warga Sakit Tak Perlu Datang

426
0
Panitia Peringatan Hari Raya Nyepi dan Panitia Gelar Budaya Wisnu Sakti foto bersama usai acara Jumpa Pers, Sabtu (14/3/2020), di Kantor Unit Candi Prambanan. (Tedy Kartyadi/ Bernasnews.com)

BERNASNEWS.COM — Panitia Bakti Sosial dan Kesehatan Hari Raya Nyepi Nasional memberikan imbauan kepada umat yang sakit agar tidak menghadiri upacara Nyepi yang akan digelar di Kompleks Candi Prambanan, tanggal 24 Maret 2020. Hal ini menyusul dengan meluasnya wabah virus corona yang sudah mulai masuk ke Indonesia. Oleh karenanya, pihak panitia mengeluarkan imbauan sekaligus langkah antisipasi.

Panitia Hari Raya Nyepi Nasional dan Tingkat Daerah, dari kiri ke kanan, Sugiman, S Ag, MSi, drg. Nyoman Swartanu, dan Suyamto, M Pdh. (Tedy Kartyadi/ Bernasnews.com)

Untuk kehadiran umat di Candi Prambanan nanti, pihak panitia memperkirakan akan ada sekitar sepuluh ribuan orang yang akan hadir. Panitia sendiri tak membatasi jumlah peserta yang akan hadir nantinya namun bisa dipastikan bahwa keseluruhan yang datang adalah warga lokal yang berasal dari wilayah DIY maupun Jawa Tengah.

“Pertama memang harus diberikan informasi yang tepat kepada masyarakat artinya secara informasi tidak bisa dibatasi yang hadir. Tetapi yang hadir adalah mereka yang mempunyai kepentingan bersama. Artinya mayoritas adalah orang lokal tidak ada yang asing (luar negeri, red) kemungkinan. Kalaupun ada pasti sudah mulai dibatasi,” kata drg. Nyoman Swartanu selaku Koordinator Panitia Nasional Bakti Sosial dan Kesehatan Hari Nyepi Nasional dalam jumpa pers, di Kantor Unit Prambanan, Sabtu (14/3/2020).

Menurutnya hal ini perlu dilakukan karena untuk menghindari penyebaran corona melalui pengumpulan massa yang bisa saja tak terdeteksi. Sehingga ia mengumumkan dengan tegas agar warga yang sakit dan menunjukkan gejala seperti corona untuk tidak usah menghadiri.

“Saya perlu mempertegas, menghimbau kepada warga umat Hindu yang kalau tidak sehat tidak perlu ikut (upacara), itu yang penting. Jangan sampai merepotkan orang lain, di satu pihak dia sudah tidak sehat tapi memaksakan diri padahal itu akan berakibat kepada orang banyak,” ungkapnya.

Panitia Peringatan Hari Raya Nyepi dan Panitia Gelar Budaya Wisnu Sakti. (Tedy Kartyadi/ Bernasnews.com)

Tak hanya antisipasi dalam bentuk larangan umat sakit untuk tidak usah hadir, panitia juga nantinya akan mengupayakan hand sanitizer ketika akan masuk ke kompleks candi. “Syukur-syukur ada pemberlakuan hand sanitizer pada setiap mereka yang masuk sudah dilakukan itu,” sambungnya.

Sementara itu panitia daerah, Nurkotimah mengungkapkan, bahwa nantinya juga akan ditempatkan thermal scanner (pengukur suhu badan). Fungsinya nanti akan mendeteksi suhu tubuh setiap umat yang akan masuk. Jika terdeteksi umat dengan suhu tubuh di atas normal, maka dianjurkan untuk tidak ikut ke upacara Hari Nyepi atau Tawur Agung.

“Nanti PT. Taman Wisata Candi (TWC) akan memasang scanner suhu. Nanti untuk umat yang suhunya melebihi 38 derajat tidak diperkenankan masuk. Dan nanti mungkin dia akan dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan tindakan,” kata Nur. “Mungkin sekitar 1 atau 2 (alat scanner) pada saat di pintu masuk,” pungkasnya. (birgitta feva/ ted)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here