Thursday, June 30, 2022
spot_imgspot_img
spot_img
HomeNewsAntisipasi Lonjakan Covid, BPBD DIY Bagi-bagi Masker di Alkid

Antisipasi Lonjakan Covid, BPBD DIY Bagi-bagi Masker di Alkid

BERNASNEWS.COM – Potensi bencana yang terkait dengan cuaca yang ditetapkan dalam perda tata ruang meliputi kawasan rawan bencana tanah longsor, kawasan bencana banjir, rawan bencana angin kencang dan hujan deras, Kalau angin kencang dan hujan deras itu adalah given (karunia), dalam arti kita tidak bisa menolak itu.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY Drs. Biwara Yuswantana, MSi kepada Bernasnews.com, Jumat (18/2/2022), saat giat pembagian masker, di Kagungan nDalem Alun – alun Kidul (Alkid), Kemantren Kraton, Yogyakarta.

“Sehingga kuncinya mengurangi kerentanan yang ada di sekitar kita. Misalnya, pemangkasan pohon yang terlalu rimbun, baliho yang mulai teyengen (berkarat) itu yang harus kita kurangi agar tidak menimbulkan bencana,” jelas Biwara.

Seorang pengunjung Alun-alun Kidul yang sedang olah raga pai mendapatkan masker dari Staf BPBD DIY. (Tedy Kartyadi/ Bernasnews.com)

Pengkondisian itu, lanjut Biwara Yuswantana, secara kelembagaan dilakukan terus menerus. Karena kejadian semacam itu (angin kencang dan hujan) setiap tahun selalu terulang. “Secara kelembagaan pun kita juga membentuk kelurahan tanggap bencana, SPAB, forum PAB, dan edukasi terus menerus bersama BMKG,” ungkapnya.

Dikatakan, dilihat dari tingkat kewaspadaan memang meningkat namun masih perlu diantisipasi atau dikaji perubahan-perubahan di berbagai kawasan karena adanya pembangunan infrakstruktur. “Mungkin juga adanya aktifitas ekonomi di situ, wisata, kuliner terkait aliran hujan,” kata Biwara.

Sementara giat pembagian sejumlah masker untuk masyarakat umum oleh BPBD DIY dalam rangka kepedulian atas terjadinya lonjak kasus Covid-19 di Indonesia yang begitu drastis melampaui satu tahun awal pandemi tak, terkecuali di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Kenaikan kasus harian yang kian tinggi ini harus disadari bersama, bahwa ada suatu permasalahan yang mengakibatkan tingginya kasus harian tersebut.

“Jika keadaan ini tidak segera disadari, berbagai kemungkinan dapat terjadi seperti fasilitas kesehatan yang tidak cukup untuk menanmpung, kebutuhan fasilitas isolasi yang meningkat, kebutuhan oksigen dan lain sebagainya,” beber Biwara.

Pembagian masker dan kampanye pelaksanaan protokol kesehatan oleh BPBD DIY, Jumat (18/2/2022), di Alun-alun Kidul Yogyakarta. (Tedy Kartyadi/ Bernasnews.com)

Perlu peran semua pihak untuk dapat membuka kesadaran serta kerelaan kita semua untuk dapat saling menjaga dan mengingatkan. Protokol kesehatan menjadi kunci utama agar pandemi ini dapat terkendali. Terlebih adanya varian baru yang semakin mudah menular dan kekinian cenderung disepelekan.

“Protokol kesehatan harus dan wajib diterapkan pada setiap aktifitas sosial kita. Memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas. Terlebih vaksinasi juga terus digencarkan untuk anak-anak serta booster bagi yang sudah vaksin kedua,” tegas Biwara.

BPBD DIY selalu dan terus melakukan edukasi, pencegahan, penanganan, pendampingan serta berupaya untuk melakukan pemulihan di berbagai sektor baik ekonomi maupun kesehatan. Keduanya harus berjalan beriringan supaya kehidupan dan penghidupan dapat seimbang.

“Maka masyarakat juga harus berperan serta untuk dapat beradaptasi untuk menyesuaikan kapan waktunya memacu kegiatan ekonomi maupun mengurangi kegiatan sosial, istilah mudahnya ‘Gas-Rem’ kapan harus nge-Gas dan kapan harus Rem,” tandas Biwara.

Kegiatan pembagian sejumlah oleh BPBD DIY dilakukan di empat tempat, pertama di lingkup Alun-alun Kidul Yogyakarta. Kemudian berikutnya pembagian masker dilakukan di sentral PKL Malioboro, Teras Malioboro 1 dan Teras Malioboro 2. Juga di Pasar Satwa dan Tanaman Hias Yogyakarta (PASTY), Jalan Bantul, Yogyakarta. (ted)

spot_img
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments