Home News Antisipasi Cuaca Ekstrem akibat La Nina, Ini Langkah PUPR

Antisipasi Cuaca Ekstrem akibat La Nina, Ini Langkah PUPR

31
0
Menteri PUPR Basoeki Hadimoeljono. Foto: [email protected]

BERNASNEWS.COM – BMKG memprediksi pada akhir tahun 2021 ini Indonesia akan kembali mengalami cuaca ekstrem akibat La Nina. Karena itu, Kementerian PUPR (Pekerjaan Umum dan PerumahanRakyat) mengambil sejumlah langkah mitigasi, salah satunya dengan mengaktifkan Satgas Penanggulangan Bencana di tingkat pusat dan di balai besar/balai wilayah sungai seluruh Indonesia.

Dikutip Bernasnews.com di akun Instagram @kemenpupr, Menteri PUPR Basoeki Hadimoeljono mengatakan, pihaknya membua SOP (Standard Operating Procedure) atau prosedur operasi standar siaga bencana dengan mengoptimasi tampungan pada infrastruktur pengendali banjir yaitu bendungan, kolam retensi, bendung gerak, bendung karet, terowongan pengendali banjir, floodway dan pompa pengendali banjir.

Menurut Menteri PUPR, secara keseluruhan volume tampungan banjir pada seluruh infrastruktur tersebut adalah 4,78 miliar m3. Untuk meningkatkan kesiagaan dilakukan pula inventarisasi bahan banjiran dan alat berat yang tersedia di balai besar/ balai wilayah sungai di seluruh Indonesia.

https://www.instagram.com/kemenpupr/

Pada bagian lain, Menteri PUPR mengatakan bahwa saat ini pihaknya tengah menyelesaikan pembangunan berbagai infrastruktur pendukung Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Nusa Tenggara Barat yang merupakan salah satu Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP).

Dikatakan, untuk mengurangi risiko banjir di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Kementerian PUPR tengah membangun saluran pengendali banjir di Kabupaten Lombok Tengah yang ditargetkan selesai pada akhir 2021. Saluran drainase utama pengendali banjir KEK Mandalika memiliki panjang total 7,2 km dengan kapasitas debit air sebesar 78 m3/detik.

Menurut Menteri PUPR, Saluran pengendali banjir KEK Mandalika berfungsi mengumpulkan aliran air dari Sungai Ngolang dan Sungai Soker untuk selanjutnya dialirkan ke Sungai Lagon. Adanya saluran pengendali banjir ini diharapkan akan mengurangi risiko banjir di area sirkuit dan KEK Mandalika.

https://www.instagram.com/kemenpupr/

Mantap… Biarkan yg kemarin mencemooh sirkuit mandalika kebanjiran, tak usah di dengar, wong salurannya aja baru rampung Desember ini. Mantap lanjutan. Untuk Indonesia yang lebih baik, untuk Indonesia yang lebih maju,” komentar Ibam Ardiansyah Ahmad di akun instagram @ibam_ardiansyah di kolom komentar. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here