Home News Antisipasi Banjir, Warga Sleman Bersihkan Sampah Sungai

Antisipasi Banjir, Warga Sleman Bersihkan Sampah Sungai

659
0
Wargan Pedukuhan Turen, Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman bergotong-royong membersihkan sampah yang mengotori Sungai Pelang yang mengalir di pedukuhan setempat, Minggu (25/10/2020). (Foto: Samsudin)

BERNASNEWS.COM – Pada awal Oktober 2020, BMKG merilis wilayah Indonesia akan mengalami fenomena La Nina pada bulan Oktober hingga April 2021, dimana curah hujan diperkirakan meningkat 40 persen lebih banyak. Sehingga potensi bencana seperti banjir dan tanah longsor perlu segera diantisipasi, terlebih meningkatkan kewasapadaan bagi permukiman warga di pinggir aliran sungai.

Karena itiu, para pegiat sungai di Kabupaten Sleman yang tergabung dalam Forum Komunitas Sungai Sleman (FKSS) bekerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sleman terus berupaya mengantisipasi dengan bergiat membersihkan sungai dari sampah pengganggu aliran sungai.

Di samping membersihkaan beragam sampah anorganik, seperti plastik, kain, kaca, sterofoam, potongan besi, ban bekas hingga popok sintetis beragam merk dan kasur bekas, yang berpotensi menurunkan kualitas air. Dengan pola bergotong-royong, sejumlah warga yang tinggal di pinggir sungai mulai terus merawat sungai agar alirannya lancar.

Para pegit sungai yang tergabung dalam Komunitas Jogokali, bersama warga berusaha menyingkirkan robohan rumpun bambu yang mengganggu aliran Sungai Grojogan, Maguwoharjo, Depok, Sleman, Minggu (25/10/2020) pagi. (Foto: Kismiyadi)

Seperti yang dilakukan warga di tiga titik sungai di Sleman pada Minggu (25/10/2020) pagi. Di Sungai Grojogan Tambakbayan, Kelurahan Maguwoharjo, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, sejumlah warga yang tergabung dalam Komunitas Jogokali merasa resah dengan tumbangnya rumpun bambu yang mengganggu aliran sungai. Warga berusaha menyingkirkannya secara perlahan dengan memulai memotong rantingnya. Juga memungut sampah-sampah lain di sungai tersebut.

Kepala DLH Sleman Ir Dwi Anta Sudibya MT yang hadir dalam giat bersih sungai tersebut mengapresiasi kepedulian warga terhadap kebersihan sungai. “Tetap semangat mempertahankan dan menjaga sungai. Dulu masa kecil saya juga suka mencari ikan di sungai Grojokan ini. Maka mari kita rawat sungai,” terang Sudibya.

Sementara di Sungai Pelang, di Pedukuhan Turen, Kelurahan Sardonoharjo, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman, warga setempat di bawah terus berusaha membersihkan sampah-sampah yang berserak di sungai.

Ketua Komunitas Kali Pelang, Sardonoharjo, Samsudin, merasa senang dengan kegiatan tersebut. Apalagi semakin banyak warga mulai sadar pentingnya sungai untuk kehidupan. “Sungai ini kan tempat berkumpulnya air dari sumber-sumber mata air yang ada di sekitar bantaran sungai. Air itu kita gunakan untuk keperluan sehari-hari. Tubuh manusia sendiri 80 persen terdiri dari air. Kalo sumber air kita rusak atau mati, ya matilah kita,” ungkap Udin.

Pegiat sungai dari Komunitas Kali Tepus (KKT) Wukirsari, Cangkringan, Sleman ikut serta dalam kegiatan bersih sungai di Sungai Tepus, Pedukuhan Penden, Tegaltirto, Berbah, Sleman, Minggu (25/10/2020). (Foto: Marjuki)

Udin dan para pegiat sungai di Komunitas Kali Pelang Sardono berpesan agar orang-orang yg masih membuang sampah sembarangan, terutama yang membuang sampah ke sungai, agar segera sadar bahwa keberadaan sungai sangat penting dalam mendukung kehidupan. “Mari bersama-sama kita pahamkan pentingnya sungai untuk kehidupan kita dan ajak mereka untuk merawat sungai, ” kata dia.

Sedang di ujung tenggara Sleman, tepatnya di tempuran Sungai Tepus dan Sungai Opak, yang terletak di Pedukuhan Pendem, Kelurahan Tegaltirto, Kapanewon Berbah, Sleman, komunitas Sungai Opak bersama warga bekerja bakti membersihkan sampah-sampah pengganggu aliran sungai.

“Kebanyakan sampah yang di sungai Tepus adalah sampah organik, seperti patahan ranting pohon yang hanyut dan tertahan bebatuan. Jadi kami tidak mengajukan peminjaman truk pengangkut sampah ke DLH Sleman. Karena cukup kami bersihkan alirannya dari ranting. Sementara dedaunan kami kumpulkan dalam karung bagor untuk dijadikan kompos,” ungkap Irianto Wibowo, salah satu pegiat Komunitas Opak Berbah.

Ketua Komunitas Kali Tepus (KKT) Wukirsari, Cangkringan, Marjuki yang juga hadir bersama belasan rekannya mengungkapkan kegembiraannya bisa melihat langsung hilir Sungai Tepus yang melintas di daerahnya Wukirsari. “Kami merasa senang bisa menghadiri kegiatan bersih sungai di Tegaltirto ini. Dan kami jadi tahu, bahwa Sungai Tepus ternyata alirannya sangat panjang hingga berhulu di Opak,” ungkapnya.

Kegiatan komunitas sungai bersama warga setempat, yang secara berkala merawat dan membersihkan hingga menjaga sungai dari beragam sampah pengganggu, sebentuk upaya yang pantas diapresiasi. Terlebih tumbuhnya kesadaran dalam mengantisipasi bencana sebagai akibat perubahan iklim. Harapannya kebanjiran di musim penghujan maupun kekeringan di musim kemarau, tidak akan terjadi. (AG Irawan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here