Home News Anies Baswedan Berbicara Tentang Masa Depan Kota di Indonesia

Anies Baswedan Berbicara Tentang Masa Depan Kota di Indonesia

484
0
Gubernur DKI H Anies Rasyid Baswedan SE MPP PhD tampil berbicara dalam kuliah umum tentang Masa Depan Kota di Indonesia di Kampus Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan UII, Jumat (13/12/2019) petang. Foto : Humas UII

BERNASNEWS.COM —Gubernur DKI H Anies Rasyid Baswedan SE MPP PhD tampil berbicara dalam kuliah umum tentang Masa Depan Kota di Indonesia di Kampus Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan UII, Jumat (13/12/2019) petang. Kuliah umum ini merupakan rangkaian acara Diskusi Akhir Tahun (DAT) 2019 yang diadakan FTSP UII.

“Poin-poin yang telah dirumuskan oleh para pakar ditinjau dari berbagai sektor menjadi bahan kajian untuk kuliah umum kali ini. Hasil diskusi tersebut akan dikritisi oleh H Anies Rasyid Baswedan SE MPP PhD selaku Gubernur DKI Jakarta, sebagai representasi pemimpin dari Ibu Kota Negara Republik Indonesia,” kata Miftahul Fauziah ST MT PhD, Dekan FTSP UII, dalam rilis yang dikirim ke Redaksi Bernasnews.com, Jumat (13/12/2019).

Menurut Miftahul Fauziah, kota di Indonesia terbagi menjadi 99 kota otonom dan 5 kota administrasi. Dengan besarnya jumlah kota di Indonesia menuntut pembangunan dan pengelolaan yang terpadu dan berkelanjutan sesuai dengan karakteristik di setiap daerah. Banyak aspek penting yang harus diperhatikan dalam merumuskan peraturan dan kebijakan, baik aspek keberlanjutan (sustainability), aspek Sumber Daya Manusia (SDM) maupun aspek perekonomian dan sebagainya.

Dikatakan, untuk pengembangan wilayah kota dewasa ini ada beberapa konsep perencanaan kota, seperti green city, smart city, compact city, satellite town dan mega city. “Kita ketahui bahwa konsep mega city sudah diadopsi di Indonesia, yaitu Jakarta maupun kota-kota besar lainnya, yaitu Tokyo, Shanghai, NYC dan lain-lain. Begitu pula konsep Green city yang berhasil diterapkan di Surabaya dengan capaian prestasi-prestasi yang membanggakan untuk warganya” katanya.

Menurut Miftahul Fauziah, tidak hanya konsep kota yang harus diperhatikan, namun ke depan diharapkan kota-kota di Indonesia juga dapat menanamkan rasa kepemilikan (trust dan partisipasi) seluruh warga yang bermukim di kota tersebut. Setiap kota mempunyai historis dan nilai-nilai kebaikan yang harus dijunjung, dilestarikan, dan diimplementasikan oleh warganya. Dari nilai-nilai tersebut, setiap kota di Indonesia akan maju bersama dengan jati diri dan ciri khas masing-masing.

“Kajian-kajian mengenai kota di Indonesia masih menjadi topik hangat yang diperbincangkan, terlebih lagi dengan adanya kebijakan baru mengenai isu pemindahan ibu kota Negara Republik Indonesia ke Kalimantan Timur,” kata Miftahul Fauziah.

Dikatakan, luaran dari pelaksanaan kuliah umum ini adalah sebuah pernyataan mengenai bagaimana masa depan kota-kota di Indonesia, bagaimana keberlanjutannya dan bagaimana proyeksi pembangunan di kota tersebut 5-10 tahun mendatang. Pernyataan yang akan dirumuskan dihimpun dalam sebuah softfile dan laporan tertulis yang berjudul Laporan dan Kuliah Umum : Kajian Kritis Rencana Pemindahan Ibu Kota oleh H Anies Rasyid Baswedan SE MPP PhD.

“Luaran dari kuliah umum yang berisi pemaparan sejumlah kajian strategis yang bersifat taktis maupun akademis dapat menjadi landasan perumusan kebijakan dan pertimbangan dalam proses pembangunan dan pengembangan kota-kota di Indonesia,” kata Miftahul Fauziah. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here