Home News Anggota DPRD Kota Yogyakarta Y. Keliek Mulyono Reses Jaring Aspirasi, Warga Keluhkan...

Anggota DPRD Kota Yogyakarta Y. Keliek Mulyono Reses Jaring Aspirasi, Warga Keluhkan Mahalnya Biaya Penguburan Jenazah

352
0
Anggota DPRD Kota Yogyakarta Yustinus Keliek Mulyono, SIP menyelenggarakan Reses Jaring Aspirasi, Sabtu (30/1/2021), di Kampung Suryoputran, Yogyakarta. (Tedy Kartyadi/ Bernasnews.com)

BERNASNEWS.COM — Anggota DPRD Kota Yogyakarta Yustinus Keliek Mulyono, SIP menyelenggarakan Reses Jaring Aspirasi, Sabtu (30/1/2021), di Kampung Suryoputran, Kelurahan Panembahan, Kemantren Kraton, Yogyakarta. Kegiatan yang digelar di Balai Kampung Suryoputran itu diikuti oleh puluhan warga setempat dilaksanakan dengan protokol kesehatan dan terbagi 2 sesi, acara dipandu oleh Ketua Kampung (RK) Suryoputran H. Bandrio Utomo, SE.

“Di DPRD Kota Yogyakarta itu ada 4 komisi, ada komisi A yang membawahi 14 kecamatan, 45 kelurahan dan 33 OPD. Nanti kalau ada yang berhubungan dengan OPD mitra kami. Saya siap mengavokasi mendampingi bapak ibu sekalian,” ungkap Keliek yang lahir dan besar dari Kampung Suryoputran.

Ketua Kampung (RK) Suryoputran H. Bandrio Utomo, SE (kanan) saat memandu jalannya acara giat Reses Jaring Aspirasi oleh Anggota DPRD Kota Yogyakarta 2019-2024 Y. Keliek Mulyono, SIP dari Fraksi PDI Perjuangan, Sabtu (30/1/2021). Foto: Tedy Kartyadi/ Bernasnews.com.

Menurut Anggkota Komisi A ini, kampung yang mempunyai Anggota DPRnya itu harus bersyukur karena kegiatan yang ada banyak sekali yang bisa diampu diterapkan di kampung. “Namun semua ini apabila warga bisa menangkap secara jernih kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Yogyakarta,” ujar Anggota Fraksi PDI Perjuangan itu.

Dikatakan oleh Keliek, bahwa dalam reses jaring aspirasi ini jangan persoalan-persoalan pribadi yang disampaikan. Misal, masalah cicilan kredit bank atau suami yang tidak pulang-pulang. “Hal itu merupakan masalah pribadi dan nyuwun sewu saya nggak bisa membantu. Kecuali, misal pengurusan KTP yang nggak jadi-jadi atau punya putra yang tersandung ijazah sekolah keluar bisa saya bantu avokasi,” ucapnya.

Dalam kegiatan reses tersebut ada beberapa masukan dari warga dari persoalan KMS yang telah dicabut oleh pemerintah dan cara mendapatkannya kembali, kasus warga yang ijzah anaknya masih ditahan pihak sekolah, pembentukan Kampung Tangguh Becana (KTB). Juga perencanaan Kampung Suryoputran yang telah menyusun konsep sebagai kampung wisata sebagai penyangga Kraton Yogyakarta.

Pelaksanaan giat Resese Jaring Aspirasi Anggota DPRD Kota Yogyakarta Y. Keliek Mulyono tetap melakukan prokes secara ketat dan digelar dalam dua sesi. (Tedy Kartyadi/ Bernasnews.com)

Ada yang menarik yang disampaikan oleh warga, Suprih dari RT 34 RW 09 dan Sugeng warga RT 25 RW 08 Suryoputran, keduanya mengungkapkan hal sama tentang biaya pemakaman yang kian lama kian mahal. “Bedah bumi (beli tanah kuburan) kini bisa mencapai Rp 5.000.000. Hal itu bagi warga yang tidak mampu biaya penguburan sangatlah besar,” kata Suprih.

Sementara Sugeng menambahkan, bahwa pengadaan mobil ambulans jenazah sudah gratis namun biaya penguburan jenazah di pemakaman itu yang menjadi persoalan bagi warga yang kebanyakan kurang mampu. “Sehingga kami mengusulkan kepada pemerintah adanya pemakaman yang murah atau ada semacam bantuan subsidi untuk pembelian tanah kuburan bagi warga,” ujarnya.

Yustinus Keliek Mulyono yang mendapat paring asma Mulyo Adinegoro dari Karaton Yogyakarta ini pun berjanji apa yang telah disampaikan oleh warga dan telah dicatatnya akan dibawa sebagai bahan pembahasan lebih lanjut oleh DPRD Kota Yogyakarta dalam Musrembang bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta. (ted)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here