Home News Anggota DPR RI MY Esti Wijayati : Tidak Boleh Ada Ruang Diskriminatif...

Anggota DPR RI MY Esti Wijayati : Tidak Boleh Ada Ruang Diskriminatif di Sekolah

353
0
MY Esti Wijayati, Anggota Komisi X DPR RI : Dok Bernasnews.com

BERNASNEWS.COM – Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan MY Esti Wijayati mengatakan bahwa adanya aturan yang mewajibkan peggunaan jilbab bagi peserta didik perempuan di sekolah negeri dapat diindikasikan sebagai fenomena penguatan konservatisme agama di dunia pendidikan.

Sekolah negeri sebagai lembaga pendidikan publik, yang dapat diakses oleh seluruh warga Negara tanpa terkecuali, tidak sepatutnya membuat aturan sekolah yang mendiskriminasi salah satu kelompok masyarakat.

“Dalih sudah ada aturan di sekolah tersebut sejak lama itu tidak layak dijadikan rujukan ketika aturan itu justru diskriminatif pada siswa-siswi. Adanya aturan sekolah yang bersifat diskriminatif ini menggambarkan tidak adanya pemahaman komprehensif dari pihak sekolah tentang sekolah negeri sebagai lembaga publik yang didanai pemerintah,” kata MY Esti Wijayati dalam siaran pers, Jumat (22/1/2021).

Hal itu disampaikan Anggota DPR R dari daerah pemilihan DIY guna menanggapi aturan di sebuah SMK Negeri di Kota Padang yang mewajibkan semua siswi tanpa kecuali untuk memakai jilbab.

Menurut Anggota Komisi X DPR RI yang antara lain membidangi masalah pendidikan ini, sekolah negeri diperuntukkan bagi siswa siswi dari berbagai latar belakang agama, etnis, ras, golongan maupun lainnya. Karena itu, aturan diskriminatif ini harus direvisi sehingga membuat nyaman bagi seluruh siswa-siswi yang ada.

Dikatakan, lembaga pendidikan, dalam hal ini sekolah-sekolah negeri, semestinya merupakan garda terdepan sebagai agensi penyebar nilai-nilai Bhinneka Tunggal Ika, keterbukaan, penghormataan akan perbedaan dan sebagai arena yang mampu mempromosikan penghormatan Hak Asasi Manusia dan demokrasi.

Bukan sebaliknya, sekolah negeri justru menjadi tempat persemaian konservatisme, ketertutupan, bahkan mengarah pada radikalisme yang menjadikan kelompok masyarakat yang berbeda agama, etnis, ras, maupun golongan sebagai kelompok yang salah dan dimusuhi. Keberagaman Indonesia ini harus dirawat oleh lembaga-lembaga pendidikan sehingga bangsa ini semakin kuat.

“Semangat multikulturalisme, toleransi dan pemahaman moderasi beragama saat ini menjadi sangat urgen untuk terus-menerus disosialisasikan dan digaungkan ke seantero negeri. Tidak boleh ada lagi aturan sekolah yang bersifat diskriminatif, apapun alasannya,” tegas MY Esti Wijayati. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here