Home News Anggaran Kementerian Pertahanan 2022 Sebesar Rp 134,7 Triliun

Anggaran Kementerian Pertahanan 2022 Sebesar Rp 134,7 Triliun

76
0
Menkeu Sri Mulyani (kedua dari kanan) bersama Menko bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (kanan) dan Menhan Prabowo Subianto. Foto: [email protected]

BERNASNEWS.COM – Pada APBN 2022, Kementerian Pertahanan (Kemenhan) mendapat anggaran sebesar Rp 134,7 triliun. Melalui anggaran sebesar ini, Kemenhan dapat terus menjaga keutuhan, kedaulatan, stabilitas, pertahanan serta keamanan NKRI ke depan.

“Kedaulatan dan keutuhan bangsa dan wilayah NKRI harus terus terjaga dan terwujud! Menjaga pertahanan tak hanya dilakukan atas gangguan dari luar, tapi juga dari berbagai situasi di dalam negeri. Misalnya, dalam situasi pandemi, sistem pertahanan dan keamanan menjadi kondisi yang wajib terwujud bagi pemulihan dan stabilitas ekonomi Indonesia,” kata Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati di akun Instagram @smindrawati yang dikutip Bernasnews.com, Rabu 1 Desember 2021.

Menurut Menkeu Sri Mulyani, masyarakat telah menyaksikan keberhasilan Indonesia dalam menekan angka penyebaran kasus Covid-19 sebagai dampak positif dari kerja sama dan dukungan tim TNI-Polri, terutama saat penerapakan kebijakan PPKM dan akselerasi program vaksinasi.

https://www.instagram.com/smindrawati/

Sebelumnya, pada Senin 29 November 2021, Menkeu Sri Mulyani mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada acara penyerahan DIPA APBN 2022. Total anggaran belanja APBN 2022 mencapai Rp 2.714,2 T yang terdiri dari belanja Kementerian dan Lembaga (KL Pusat) Rp 945,8 T untuk 82 K/L, termasuk Kemenhn, belanja non K/L Rp 998,8 triliun dan TKDD Rp 769,6 triliun.

Menkeu Sri Mulyani (kedua dari kanan) bersama Menko bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (kanan) dan Menhan Prabowo Subianto (foto atas) dan Menkeu dengan Panglima TNI JenderalTNI Andika Perkasa (foto bawah). Foto: [email protected]

“Semua ini harus dipakai tepat sasaran, tepat kualitas, tepat waktu dan akuntabel untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat,” kata Menkeu di akun yang sama.

Menurut Sri Mulyani, APBN 2022 tetap berfokus penanganan Pandemi Covid-19 yang belum berakhir dengan munculnya varian Omicron. APBN juga untuk memulihkan kesejahteraan rakyat dan perekonomian.

Karena itu pula, belanja pusat dan Transfer Keuangan ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) harus makin efisien dan siknron serta sejalan dengan prioritas pembangunan nasional, yaitu : Perbaikan kualitas SDM (Kesehatan dan Bantuan Sosial); Infrastruktur strategis; dan mendukung Transformasi dan Reformasi Ekonomi, serta penanggulangan Kemiskinan.

Dengan diserahkan DIPA pelaksanaan APBN 2022 dapat segera dilakukan lebih awal sehingga membantu mempercepat pemulihan ekonomi dan pelaksanaan yang akuntabel dan berkualitas. “Kita awasi bersama pelaksanaan APBN 2022 untuk Indonesia maju dan sejahtera,” pesan Menkeu.

Pada kesempatan itu, DIPA 2022 diserahkan secara simbolis kepada 9 kementerian/lembaga, penerima Opini WTP dalam tiga tahun terakhir, mempresentasikan bidang prioritas tahun 2022 dan memiliki kinerja penganggaran yang tinggi. Ke-9 kementerin/lembaga tersebut adalah Kementerian Kesehatan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kementerian Pertanian, Kementerian Pertahanan, Kepolisian RI, Kementerian Perhubungan, BPK dan Kementerian Koordinator bidang Perekonomin. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here