Home News Andi Sofyan : Pesangon Dua Warga Kledokan Sudah Dibayarkan

Andi Sofyan : Pesangon Dua Warga Kledokan Sudah Dibayarkan

558
0
Andi Sofyan MPd, Ketua Panitia Pemilihan Kepala Desa, Desa Caturtunggal, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman. Foto : Philipus Jehamun/Bernasnews.com

BERNASNEWS.COM – Pesangon atau ganti rugi bagi dua warga Kledokan, Babarsari, Desa Caturtunggal, Kecamatan Depok, Sleman, yang menyewa tanah kas desa dan diminta untuk segera dikosongkan, sudah dibayarkan oleh pihak Desa Caturtunggal, Depok, Sleman, Jumat (24/1/2020), masing-masing sebesar Rp 5 juta. Pesangon atau ganti rugi diberikan karena kedua warga tersebut telah membayar sewa tanah kas desa yang ditempati itu, kepada seseorang, bukan kepada pihak Desa Caturtunggal.

Sementara seorang lagi juga akan diberikan ganti rugi, namun tidak sebesar yang diterima dua warga tersebut. Sebab, selama ini yang bersangkutan tidak mengeluarkan biaya sewa tanah kas desa yang ditempati tapi hanya menempati secara gratis.

“Sudah tidak ada masalah. Tadi dua warga, masing-masing Sularto dan Juwedi, yang membayar sewa tanah kas desa yang ditempati kepada seseorang, sudah mengambil pesangon/ ganti rugi masing-masing sebesar Rp 5 juta. Sementara satu orang lagi sebenarnya tak berhak mendapat pesangon/ ganti rugi karena selama ini tidak mengeluarkan biaya untuk membayar sewa tanah kas desa yang ditempati, namun kami tetap akan memberikan pesangon meski tidak sebesar yang diterima kedua warga lainnya,” kata Andi Sofyan MPd, Kepala Seksi (Kasi) Pemerintahan Desa Caturtunggal, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, ketika ditemui Bernasnews.com, di ruang kerjanya, Jumat (24/1/2020).

Andi Sofyan MPd, Kepala Seksi (Kasi) Pemerintahan Desa Caturtunggal, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman. Foto : Philipus Jehamun/ Bernasnews.com

Menurut Andi Sofyan, ganti rugi atau pesangon diberikan karena ketiga warga tersebut diminta untuk segera mengosongkan lahan/bangunan yang ditempati karena itu merupakan tanah kas desa. Pengosongan dilakukan karena pihak Desa Caturtunggal ingin menertibkan penggunaan tanah kas desa.

Dikatakan, tanah yang ditempati ketiga warga tersebut merupakan lahan kosong milik Desa Caturtunggal. Namun, mereka menempati tanah tersebut dengan membayar sewa kepada oknum tertentu masing-masing sebesar Rp 16 juta untuk jangka waktu 4 tahun atau Rp 4 juta per tahun. Dan mereka sudah menempati selama sekitar dua tahun.

“Mereka membayar sewa kepada oknum tertentu, bukan kepada pihak Desa Caturtunggal padahal itu tanah kas Desa Caturtunggal. Karena kami ingin menertibkan penggunaan tanah kas desa maka warga yang menempati tanah tersebut kami minta untuk segera dikosongkan,” kata Andi Sofyan.

Menurut Andi Sofyan, seharusnya pengosongan dilakukan saat mereka sudah menerima ganti rugi/ pesangon. Namun, mereka minta jangka waktu paling lambat 1 bulan untuk mengosongkan. “Atas pertimbangan kemanusiaan kami setuju pengososongan paling lambat 21 Pebruari 2020 dan itu tertuang dalam kuitansi pembayaran ganti rugi,” kata Andi Sofyan.

Mengenai penggunaan lahan tersebut selanjutnya, menurut Andi Sofyan, belum ada rencana akan digunakan untuk apa. “Karena lahannya sempit-sempit sehingga belum tahu akan digunakan untuk apa. Yang penting dikosongkan dulu untuk penertiban penggunaan tanah kas desa,” kata Andi Sofyan.

Sementara itu, Ketua Watch Relation of Corruption Pengawasan Aset Negara Republik Indonesia (WRC PAN-RI)  K Herman Setiawan mengatakan, pihaknya telah mendapatkan pengaduan dari sejumlah warga Kledokan, Babarsari, Desa Caturtunggal, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman.

“Kami akan melakukan investigasi lebih jauh atas status tanah yang ditempati warga tersebut,” kata Herman Setiawan ketika dihubungi Bernasnews.com, Jumat (24/1/2020). (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here