Home Pendidikan Andar Rujito : Sejarah Wajib Diketahui Anak Bangsa

Andar Rujito : Sejarah Wajib Diketahui Anak Bangsa

363
0
Kepala SMA BOPKRI I Yogyakarta Drs Andar Rujito MH. Foto : Istimewa

BERNASNEWS.COM – Wacana menjadikan mata pelajaran (mapel) Sejarah Indonesia sebagai mapel pilihan bukan lagi pelajaran wajib apalagi dihapuskan di sekolah menengah atas (SMA), diniliai sebagai kebijakan yang tidak masuk akal. Sebab, sejarah merupakan salah satu pelajaran yang wajib diketahui anak bangsa demi kelangsungan atau eksistensi negera.

“Jujur saya tidak yakin kalau kementerian akan menghilangkan itu. Tentu sangat tidak masuk akal kalau benar-benar dihilangkan karena sejarah merupakan salah satu (pelajaran, red) yang wajib diketahui anak bangsa bagi kelangsungan/ eksistensi negara ini,” kata Drs Andar Rujito MH, Kepala SMA BOPKRI I (Bosa) Yogyakarta ketika dihubungi Bernasnews.com, Sabtu (19/9/2020).

Hal itu disampaikan Andar Rujito menanggapi wacana dan polemik terkait rencana Kemendikbud untuk menjadikan sejarah sebagai mapel pilihan dan bukan lagi wajib di SMA. Bahkan di SMK mapel sejarah bukan sekadar mapel pilihan tapi dihapuskan.

Andar Rujito mengaku tidak yakin Kemendikbud akan menghilangkan mapel sejarah dari kurikulum SMA. Namun, kalau menjadi satu atau lebur dalam mapel IPS sangat mungkin. Dan untuk jurusan-jurusan atau minat tertentu tetap ada, bahkan menjadi lebih dalam. “Bagi saya apa pun nama mapelnya tetapi harus ada materi yang berkaitan dengan sejarah perjalanan bangsa/ negara ini,” kata Andar Rujito yang mengaku tidak berkomentar lebih jauh karena belum melihat/membaca konsep perubahan itiu.

Menurut Andar Rujito, kalau kurikulum diubah atau disempurnakan a mendukung. Sebab, kurikulum yang ada sekarang terlalu banyak mata pelajaran, bahkan di SMA ada lintas minat. “Mestinya itu tidak perlu. Idealnya mapel itu maksimal 12, termasuk mapel riset,” kata Kepala SMA BOSA ini.

Seperti dikutip Bernasnews.com dari Harin Kompas, Senin (21/9/2020), disebutkan bahwa dalam draft yang beredar luas di masyarakat tertanggal 25 Agustus 2020, di antaranya tertuang rencana perubahan posisi dan porsi pelajaran sejarah dalam struktur kurikulum di jenjang sekolah menengah atas.

Posisi mata pelahatan sejarah di SMA/Madrasah Aliyah/MA bergeser, dari kelompok wajib menjadi kelompok pilihan. Dan jika dalam Kurikulum 2013 (K13) ada 15 mata pelajaran, termasuk Sejarah Indonesia dan dua mapel lintas minat, dalam kurikulum yang disederhanakan terdapat 11 mata pelajaran. (lip)

.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here