Home News Sempat Ambruk Diterjang Banjir 2019, Jembatan Pelajar Dibangun Lagi dan Diresmikan

Sempat Ambruk Diterjang Banjir 2019, Jembatan Pelajar Dibangun Lagi dan Diresmikan

32
0
Peresmian Jembatan Pelajar di Kelurahan Wukirsari, Kecamatan Imogiri, Bantul. (Foto: Istimewa)

BERNASNEWS.COM – Madrasah Aliayah (MA) Ummatan Wasathon akhirnya bisa bernafas lega, pasalnya Jembatan Pelajar yang ambruk diterjang banjir tahun 2019 lalu, hari ini telah selesai dibangun dan diresmikan, Jumat (14/2/2020)

Lokasinya terletak di Kelurahan Wukirsari, Kecamatan Imogiri, Bantul, jembatan tersebut merupakan akses satu-satunya yang harus dilalui untuk bisa sampai di sekolah.

Menurut Kepala Sekolah MA Ummatan Wasathon, Subardi, di Desa Imogiri tepatnya di bulan Maret 2019 lalu terjadi banjir bandang, tingginya curah hujan serta tidak mampunya sungai Celeng untuk menampung debit air akhirnya jembatan di Desa tersebut ambuk.

Naasnya, jembatan yang ambruk tersebut merupakan jembatan satu-satunya yang harus dilalui untuk menuju ke sekolah MA Ummatan Wasathon. Pasca ambruknya jembatan tersebut pihak sekolah terpaksa harus meliburkan para siswa walaupun saat itu tengah berlangsung ujian sekolah.

Berselang sehari pasca jembatan tersebut ambruk, banyak dari relawan dan komunitas bergegas membantu, membangun jembatan darurat, untuk mensupport agar kegiatan belajar-mengajar MA Ummatan Wasathon terus berlangsung.

“Waktu itu dibuat jembatan darurat yang dibuat dari bambu dan dikaitkan dengan tabung-tabung drum sebagai pelampung, ternyata hanya mampu bertahan dua hari karena diterjang banjir,” cerita Subardi.

Peresmian Jembatan Pelajar di Kelurahan Wukirsari, Kecamatan Imogiri, Bantul. (Foto: Istimewa)

Di hari berikutnya, Kodim Bantul bersama masyarakat setempat dan para relawan bergotong-royong untuk membangun kembali jembatan yang lebih kokoh walaupun tetap mengandalkan bahan baku bambu dan pondasi beton.

Hampir setahun berlalu jembatan bambu tersebut masih bisa dilewati, akan tetapi cukup derasnya arus sungai membuat tanah yang sebagai pondasi jembatan tersebut terkikis, dan dikhawatirkan pihak sekolah dapat membahayakan para pelajar dan masyarakat yang kebetulan melintasi jembatan tersebut.

Ikhtiar untuk membangun jembatan yang lebih kokoh terus dilakukan, salah satunya datang dari Aksi Cepat Tanggap (ACT) DIY yang berkolaborasi dengan Kitabisa(.)com, mengandalkan donasi dari masyarakat akhirnya ajakan untuk memperbaiki jembatan di Wukirsari ini berbuah manis, berkat kedermawanan masyarakat Indonesia donasi untuk membangun jembatan pelajar terkumpul hampir 200 juta.

“Nah dana tersebutlah yang kemudian digunakan untuk membangun jembatan pelajar ini. Pembangunan dimulai sejak bulan oktober 2019 lalu oleh tim ACT dan selesai pada pertengahan Januari 2020” ujar Kharis pradana, koordinator program pembangunan jembatan pelajar.

Jembatan dengan lebar 2,5 meter dan panjang 12 meter inilah sebagai wujud asa ratusan pelajar MA Ummatan Wasathon, menyambung akses para pelajar agar tetap bisa belajar dan dibangun atas kepedulian para dermawan di tanah air.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here