Home News Alumni SMA Kolese de Britto Bedah Rumah Penjual Es

Alumni SMA Kolese de Britto Bedah Rumah Penjual Es

2266
0
Sebagian alumni SMA Kolese de Britto foto bersama Bob usai memberikan bantuan di rumahnya di sebuah desa di Kecamatan Ngawen, Kabupaten Gunungkidul, Minggu (18/10/2020). Foto : AA Kunto

BERNASNEWS.COM – Man for others, bagi siswa dan alumni SMA Kolese de Britto, Yogyakarta, jadi mantra yang begitu hidup. Setiap pribadi seperti berlomba-lomba menyalakan apinya. Pun, secara bersama-sama, saling menjaga dan memperbesar nyalanya.

Seperti pada hari Minggu (18/10/2020), di sebuah desa di Kecamatan Ngawen, Kabupaten Gunungkidul, berlangsung acara yang penuh dengan semangat “menjadi manusia bagi sesama”: peresmian dan serah terima renovasi rumah Bob.

Wakil alumni SMA Kolese de Britto doto istri Bob di rumahnya di sebuah desa di Kecamatan Ngawen, Kabupaten Gunungkidul, Minggu (18/10/2020). Foto : AA Kunto

Bob adalah penjual es serut di kantin SMA Kolese de Britto. Boleh dibilang, semua alumni pasti mengenal sosoknya yang kalem dan lugu. Luas beredar, selama sekolah, banyak siswa yang ndoglas dagangannya. Jika tak ngemplang, minimal membayar lebih sedikit dari yang diambil. Bob diam.

Di setiap reuni, cerita ini mengemuka. Jadi cerita konyol sekaligus kasihan. Dan Bob selalu diundang meski acara berlangsung di luar hari sekolah. Berkat untuk Bob, mereka yang dulu berbuat curang berlomba-lomba bayar utang. Mereka bayar jauh lebih banyak dari yang diminum.

Gerobak angkringan bantuan dari para alumni SMA Kolese de Britto untuk Bob di rumahnya di sebuah desa di Kecamatan Ngawen, Kabupaten Gunungkidul, Minggu (18/10/2020). Foto : AA Kunto

Sayang, beberapa tahun ini, kesehatan Bob menurun. Ia terkena stroke. Tak bisa jualan. Ia pulang kampung bersama istrinya. Tak ada aktivitas, tak ada penghasilan.

Mendengar kabar ini, beberapa alumni De Britto angkatan 1985 menengok Bob dan memberikan bantuan. Saat menengok itu mereka menemukan kebutuhan Bob yang lain, termasuk keinginan keluarga berjualan wedangan/angkringan.

Sejumlah warga berkumpul di rumah Bob di sebuah desa di Kecamatan Ngawen, Kabupaten Gunungkidul, Minggu (18/10/2020). Foto : AA Kunto

Informasi ini sampai ke Presiden Perkumpulan Alumni Kolese de Britto Handoko Wignjowargo. Tanggapan Handoko, “Dibuka untuk semua angkatan saja.”

Berangkat dari lampu hijau itu, dibukalah gerakan tali asih untuk Bob berupa bedah rumah. Singkat cerita, dalam waktu singkat, terkumpul dana hampir Rp 80 juta. Ini belum termasuk bantuan dari beberapa pribadi alumni berupa kursi roda dan walker untuk mobilitas Bob.

Agus “Krecek” Supriyanto ditunjuk sebagai pimpinan proyek. Digambarlah kebutuhan Bob: lantai, plafon, plester tembok, kamar mandi dalam, tandon air, dan gerobak angkringan. Dikerahkanlah 5 tukang dan 2 kenek.

Michael Septanto, Lurah Angkatan 85, saat serah terima, menerangkan, apa yang mereka buat ini semata-mata sebagai perwujudan spirit man for others. “Sekecil apa pun peran kita dan semampu yang kita lakukan,” ujarnya.

Wakil alumni SMA Kolese de Britto memberikan snack kepada Bob di rumahnya di sebuah desa di Kecamatan Ngawen, Kabupaten Gunungkidul, Minggu (18/10/2020). Foto : AA Kunto

Selain, secara internal, kegiatan seperti ini disebutnya berharga untuk mempererat keguyuban dan merekatkan persaudaraan. Sebulan selesai. Disaksikan lurah desa dan warga setempat, proyek bedah rumah diserahterimakan. Rumah kakek bernama asli Samto Warno Sugito ini kini semakin layak dan nyaman dihuni. Angkringannya pun makin lega dan bersih. Dana yang terpakai hanya Rp43 juta. Selebihnya dikembalikan ke rekening perkumpulan alumni.

Bagaimana tanggapan Bob? Pria berusia 60-an tahun yang saat sehat pun pendiam ini tak mengeluarkan sepatah kata pun selain ekspresi bahagia dari matanya menyaksikan di teras rumahnya berdiri angkringan “JBob”; nama yang semakin menyatukan kekeluargaan alumni De Britto dan Bob. (AA Kunto)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here