Home News Alumni Jogja asal NTT Kembali Berbagi Sembako untuk Mahasiswa NTT di Jogja

Alumni Jogja asal NTT Kembali Berbagi Sembako untuk Mahasiswa NTT di Jogja

3873
0
Salah satu sespuh NTT di Jogja Daniel Damaledo menyerahkan paket sembako kepada salah seorang mahasiswa asal Lembata, Flores Timur disaksikan Koordinator Tim Teknis Jogja Moris Sarumaha (kedua dari kiri), Wakil Koordinator Tim Teknis Fandus (ketiga dari kanan), sesepuh NTT lainnya John S Keban (kedua dari kanan), Amos Corputi (kiri) dan Yupiter Ome (kanan) di Sekretaririat Alumni Jogja Peduli Covid-19 Sasandofm Jalan Laksda Adisutjipto Yogyakarta, Sabtu (30/5/2020). Foto : Philipus Jehamun/Bernasnews.com

BERNASNEWS.COM – Alumni mahasiswa Jogja asal NTT kembali menyerahkan bantuan sembako kepada mahasiswa NTT yang ada di Jogja, terutama mereka yang mengalami kesulitan pangan sebagai dampak Covid-19. Setelah pada tahap pertama beberapa waktu lalu diserahkan 220 paket sembako, pada tahap kedua Sabtu (30/5/2020) juga diserahkan 220 paket sembako masing-masing berisi 5 kilomgram beras, telur ayam, minyak goreng dan mi instan.

Sementara jumlah mahasiswa NTT yang tinggal di Jogja yang sudah mengajukan permohonan bantuan kepada Alumni Jogja Peduli Covid-19 sebanyak 900 lebih atau hampir 1.000 orang. Itu berarti, masih ada 500 mahasiswa NTT yang membutuhkan bantuan yang belum mendapatkan bantuan.

Salah satu sespuh NTT di Jogja John S Keban menyerahkan paket sembako kepada salah seorang mahasiswa asal Lembata, Flores Timur disaksikan Koordinator Tim Teknis Jogja Moris Sarumaha (kedua dari kiri), Wakil Koordinator Tim Teknis Fandus (kanan), sesepuh NTT lainnya Daniel Damaledo (ketiga dari kiri), Amos Corputi (kiri) di Sekretaririat Alumni Jogja Peduli Covid-19 Sasandofm Jalan Laksda Adisutjipto Yogyakarta, Sabtu (30/5/2020). Foto : Philipus Jehamun/Bernasnews.com

“Kami berusaha agar bantuan tahap ketiga dan seterusnya bisa dilakukan. Namun, semua ini masih tergantung pada uluran tangan para alumni Jogja yang ada di seluruh pelosok Tanah Air maupun luar negeri untuk terus memberikan dukungan dalam bentuk pengiriman donasi/dana melalui rekening yang sudah disediakan,” kata Moris Sarumaha, Koordinator Tim Teknis Jogja Alumni Jogja Peduli Covid-19, pada acara penyerahan bantuan tahap kedu di Sekretariat Alumni Jogja Peduli Covid-19 Sasandofm Jalan Laksda Adisutjipto Yogyakarta, Sabtu (30/5/2020) pagi.

Sejumlah anggota Tim Teknis Jogja saat melakukan briefing sebelum penyerahan paket sembako kepada mahasiswa di Sekretariat Alumni Jogja Peduli Covid-19 Sasandofm Jalan Laksda Adisutjipto Yogyakarta, Sabtu (30/5/2020). Foto : Philipus Jehamun/Bernasnews.com

Menurut Moris Sarumaha,  kegiatan Alumni Jogja Peduli Covid -19 direncanakan akan berlangsung dalam 3 tahap. Tahap pertama telah suskses dilaksanakan pada 16 Mei 2020dan tahap kedua pada Sabtu (30/5/2020). Berdasarkan input data yang diterima dari berbagai sumber, dengan data by name, asal daerah serta kampus dan tempat tinggal saat ini, tercatat 908 mahasiswa/mahasiswi NTT yang telah terdaftar untuk menerima  bantuan. Tahap pertama dan tahap kedua total sudah 440 paket disalurkan kepada 440 mahasiswa. Itu berarti masih ada kekurangan 468 yang belum mendapatkan bantuan.

Setiap tahap didistribusikan 220 paket sembako dengan sistem distribusi dengan skala prioritas, terutama bagi mereka yang benar-benar sangat membutuhkan. Dari 22 perkumpulan mahasiswa asal kab/kota se-NTT masing-masing menerima 10 paket untuk 10 mahasiswa tiap tahap, masing-masing berisi 5 kg beras, minyak goreng, mi instan dan telur ayam.

Paket sembako dari Alumni Jogja Peduli Covid-19 yang siap dibagikan kepada mahasiswa NTT di Jogja, Sabtu (30/5/2020). Foto : Philipus Jehamun/Bernasnews.com

Menurut Morris, paket sembako yang diberikan semuanya merupakan sumbangan dari para alumni mahasiwa Yogyakarta asal NTT, baik yang ada di seluruh pelosok Tanah Air maupun yang ada di luar negeri. Mereka mempercayakan penyaluran bantuan tersebut melalui Tim Teknis yang ada di Jogja yang beranggotakan 12 orang, antara lain beberapa sesepuh NTT d Jogja seperti Daniel Damaledo, John S Keban, Amos Corputi, Yupiter Ome di bawh koordinasi Morris Sarumaha.

John S Keban, salah satu sesepuh NTT di DIY, mengatakan bahwa dukungan berupa paket sembako yang disalurkan selama ini memang sangat terbatas, dibanding dengan jumlah mahasiswa NTT di DIY sekitar 14.000 orang. Dan John S Keban sangat berterima kasih atas perhatian dan dukungan yang luar biasa dari para Alumni Jogja yang telah sukses di berbagai bidang dan saat ini menjalankan tugas dan pengabdian mereka di seluruh nusantara bahkan di luar negeri.

“Kami juga terus berupaya bekerja sama dengan berbagai pihah, baik lembaga pemerintah dan swasta serta perorangan yang peduli untuk membantu melalui berbagai sarana yang ada, dari dukungan yang kami terima, telah dan akan disalurkan melalui berbagai organisasi, baik ormas, komunitas dan mahasiswa IKPM Nusantara serta masyarakat Yogyakarta yang sangat membutuhkan,” kata John S Keban. 

Tim teknis Jogja. Foto : Philipus Jehamun/Bernasnews.com

Menurut John S Keban, bantuan yang ada bersifat jangka pendek, sementara belum diketahui pandemi virus Corona. Karena itu, perlu dipikirkan untuk mempersiapkan bantuan jangka panjang. Ia membero contoh, mengolah lahan kosong milik sesepuh NTT yang ada di Jogja untuk ditanami tanaman pangan dengan pekerja adalah para mahasiswa. Dan hasilnya untuk mahasiswa itu sendiri.

Selain itu, juga dipikirkan soal bantuan beasiswa untuk para mahasiswa. Karena itu, ia berharap semakin banyak alumni Jogja yang peduli meski disadari bahwa di tempat masing-masing mereka juga punya kegiatan sosial serupa.

Sementara Daniel Damaledo meminta para pemerintah daerah untuk merespon surat permohonan bantuan yang disampaikan mahasiswa selama ini. “Diaspora NTT yang ada di Jogja minta Pemda untuk merespon surat dari mahasiswa yang memina bantuan,” kata Daniel Damaledo.

Koordinator Tim Teknis Jogja Moris Sarumaha (tengah) didampingi salah satu sesepuh NTT Daniel Damaledo (kanan) saat memberi keterangan kepada wartawan di Sekretaririat Alumni Jogja Peduli Covid-19 Sasandofm Jalan Laksda Adisutjipto Yogyakarta, Sabtu (30/5/2020). Foto : Philipus Jehamun/Bernasnews.com

Menurut John Keban, para mahasiswa adalah aset daerah dan aset nasional. Karena itu, pemerintah daerah termasuk Pemda DIY, perlu memperhatikan nasib para mahasiswa. “Diakui atau tidak, mahasiswa dari berbagai daerah di DIY punya kontribusi bagi kemajuan ekonomi DIY. Misalnya, tempat-tempat kos laku karena ada mahasiswa, warung makan dan sebagainya juga laris karena ada mahasiswa. Karena itu, mereka perlu diperhatikan oleh Pemda DIY,” kata John S Keban. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here