Home News Alumni DTAP UGM Gelar Unjuk Rasa Kolektif yang Inspiratif

Alumni DTAP UGM Gelar Unjuk Rasa Kolektif yang Inspiratif

389
0
Bernard Sihombing (Ketua Panitia Watu)/kiri) bersama Zulfian Amrullah (Artistic Director dan Alumni Arsitek UGM/tengah) dan Dr Eng Ir Ahmad Sarwadi M.Eng ( Kepala Departemen Teknik Arsitektur dan Perencanaan UGM)/hem biru saat memberi keterangan kepada wartawan di Pusat Kebudayaan Koesnadi Hardjoseomantri UGM, Sabtu (21/12/2019). Foto : Istimewa

BERNASNEWS.COM — Alumni Departemen Arsitektur dan Perencanaan (DTAP) Universitas Gadjah Mada (UGM) menggelar kegiatan bertajuk Unjuk Rasa Kolektif yanginspiratif berupa event Week of ArtArchitecture and Urbanism (WA+U) yang dibaca sebagai “WATU” sebagai bentuk ekspresi alumni DTAP dalam rangka turut memperingati 70 tahun UGM.

Pamer karya yang dikemas dalam bentuk #unjukrasa kali ini meliputi arsitektur dan lansekap, instalasi seni, kiprah pelestarian area bersejarah dan pusaka, fotografi, sinematografi, animasi, fashion an batik tradisional yang prestasinya sudah dikenal di skala nasional maupun internasional.

Salah satu #unjukrasa karya yang menjadi highlight acara ini adalah instalasi karya Zulfian Amrullah, alumni arsitektur yang berprofesi sebagai Art Director ARTJOG, berjudul “Jejaring” yang membungkus pintu masuk area pameran di Pusat Kebudayaan Koesnadi Hardjasoemantri (PKKH UGM).

Bernard Sihombing (Ketua Panitia Watu)/kiri) bersama Zulfian Amrullah (Artistic Director dan Alumni Arsitek UGM/tengah) dan Dr Eng Ir Ahmad Sarwadi M.Eng ( Kepala Departemen Teknik Arsitektur dan Perencanaan UGM)/hem biru saat memberi keterangan kepada wartawan di Pusat Kebudayaan Koesnadi Hardjoseomantri UGM, Sabtu (21/12/2019). Foto : Istimewa

“Jejaring besi-besi yang dijalin sebagai instalasi lorong masuk WA+U ini, merupakan interpretasi gamblang tentang bagaimana acara temu alumni kali ini terwujud karena kekuatan kita berjejaring. Kami bemaksud mengapresiasi pilihan langgam arsitektur Pusat Kebudayaan Koesnadi Hardjasoemantri karya arsitek Prof Dr Ir PramonoAtmadi, maka bentuk lorong masuk WA+U ini sebagian besar meneruskan jalinan kotak-kotak kolom, atap, dan lantai dengan dimensi yang serupa dalam susunan yang tumbuh merapat dan saling berkait. Seperti simbol harapan jalinan jejaring baru berikutnya akan terus tumbuh, saling menguatkan satu sama lain lewat pertemuan dan nostalgia WA+U,” kata Bernard Sihombing, Ketua Panitia Watu, dalam rilis yang dikiirim ke Bernasnews.com, Sabtu (21/12/2019).

Sesuai dengan konsep WA+U, sebagai sebuah festival kreatif dan kolaboratif, “Jejaring” karya Zulfian Amrullah diserahkan secara simbolis pada 21 Desember 2019 kepada DTAP UGM di PKKH UGM dan dihadiri Ketua Keluarga Alumni Teknik Arsitektur dan Perencanaan UGM (KATAPGAMA), Agus Marsudi.

Program hari terakhir, 21 Desember 2019,dimulai dengan MiniGP Race dari jam 08.30 dan diakhiri dengan coaching clinic oleh Dyan Dilato (Safety Director FIM di Asia) dan Dimas Ekky Pratama (pebalap Moto2 dari team Idemitsu Honda Asia) yang diselingi pula dengan pertunjukan Street Fashion Show.

Sebagai acara penutupan dan guyub temu kangen alumni, pada malam harinya diselenggarakan pementasan Kethoprak dengan lakon “AndeAnde Lumut” yang disutradarai oleh Agus Marsudi (Ketua KATAPGAMA) dengan penampilan beberapa pemain seperti Panut Mulyono (Rektor UGM), Dwi Hernuningsih (Dewan Pengawas RRI), Nizam (Dekan FT UGM), Samsul Kamal (Guru Besar FT UGM), Agus Priyatno (Ketua KATGAMA), serta bintang tamu Den Baguse Ngarso. (*/lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here