Home News Aktivitas Vulkanik Gunung Merapi Masih Cukup Tinggi Berupa Erupsi Efusif

Aktivitas Vulkanik Gunung Merapi Masih Cukup Tinggi Berupa Erupsi Efusif

64
0
Puncak Gunung Merapi saat dipotret, Kamis (29/10/2020), dari Obyek Wisata Bukit Klangon, Dusun Kalitengah Lor, Desa Glagaharjo, Kapanewon Cangkringan, Kabupaten Sleman, DIY. (Tedy Kartyadi/ Bernasnews.com)

BERNASNEWS.COM – Aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih cukup tinggi berupa aktivitas erupsi efusif. Sementara potensi bahaya dari aktivitas Gunung Merapi saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor tenggara–barat daya sejauh maksimal 3 km ke arah Sungai Woro dan sejauh 5 km ke arah Sungai Gendol, Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng dan Putih. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Dalam laporan BPPTKG yang dikutip Bernasnews.com dari akun Instagram @BPPTKG tentang aktivitas Gunung Merapi selama satu minggu, 22-28 Oktober 2021, menyebutkan bahwa guguran lava teramati sebanyak 30 kali ke arah barat daya dengan jarak luncur maksimal 1.800 meter. Sementr cuaca di sekitar Gunung Merapi umumnya cerah pada pagi dan malam hari, sedangkan siang hingga sore hari berkabut.

Menurut laporan hasil pengamatan mingguan BPPTKG tersebut, tidak teramati adanya perubahan morfologi baik kubah barat daya maupun kubah tengah yang signifikan. Volume kubah lava barat daya sebesar 1.609.000 m3 dan kubah tengah sebesar 2.927.000 m3.

Gunung Merapi pada Minggu (15/8/2021). Foto: Philipus Jehamun/Bernasnews.com

Sementara intensitas kegempaan pada minggu ini lebih rendah dibandingkan dengan minggu lalu. Jumlah gempa tektonik yang cukup tinggi pada minggu ini tidak mempengaruhi aktivitas Gunung Merapi. Selain itu, deformasi Gunung Merapi yang dipantau dengan menggunakan EDM dan GPS pada minggu ini tidak menunjukkan perubahan yang signifikan.

Menurut BPPTKG, intensitas curah hujan sebesar 31 mm/jam selama 35 menit di Pos Ngepos pada 7 Oktober 2021. Tidak dilaporkan terjadi lahar maupun penambahan aliran di sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi.

“Kesimpulannya, ktivitas vulkanik Gunung Merapi masih cukup tinggi berupa aktivitas erupsi efusif. Status aktivitas ditetapkan dalam tingkat SIAGA. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor tenggara–barat daya sejauh maksimal 3 km ke arah sungai Woro, dan sejauh 5 km ke arah sungai Gendol, Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak,” tulis BPPTKG di akun instagramnya. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here